MEDIA ONLINE RESMI MAJELIS WAKIL CABANG (WCNU)NU KECAMATAN CIPAYUNG KOTA ADMINISTRASI JAKARTA TIMUR

Kamis, 27 November 2025

KAJIAN TENTANG BAHAYA KEMUSYRIKAN MELALUI PERBUATAN GHULLU DALAM MENGAGUNGKAN KUBURAN




Mengenal Syeikh Ahmad bin Hasan Al-Mu’allim pengarang Al-Quburiyah fi Al-Yaman. 

Beliau adalah Ahmad bin Hasan bin Saudan Al-Mu’allim, dilahirkan di Hadhromaut (Yaman) pada tahun 1373 H.

Awal menimba ilmu di TPQ-TPQ desanya. Beliau menyelesaikan sekolah dasar di Kerajaan Arab Saudi, dan belajar Tsanawiyyah di Darul hadits Al-Khoiriyyah di Madinah Munawwaroh. Belajar Kulliyatul Hadits di Jami’ah Islamiyyah Madinah lalu menyempurnakannya di Yaman. Dia mendapatkan ijazah Majister di Jami’ah Wathoniyyah dalam risalhnya yang berjudul “Al-Quburiyyah Fil Yaman: Nash’atuha, Atsaruha, Mauqiful ‘Ulama Minha.”

Sekarang beliau sedang menghadirkan risalah doktoral di Jami’ah Sanat Kalmantis dengan judul: “Ilmul Kalam Wa Tsaruhu ‘Ala Tauhidil Uluhiyyah: Al Asya’iroh Wal Maturidiyyah Numudzajan.”

Dalam salah satu karyanya Al-Quburiyah fi Al-Yaman beliau mengkritik keras dan habis-habisan kepada para pengagung dan pelaku ghullu terhadap kuburan para wali sebagaimana berikut,

المطلب الثاني: الوَثنِيَّة في الوَعيدِ الذي يَعِدُه الشِّرك: 

اذا عَرَفْتَ الشِّركَ وخُطورتَه في الدنيا والآخرة، فاعلم أنَّ الوَثنِيَّة  هي الوعاء الذي يَحوى لشِّرك، والجسم الذي يتجسد و يسري فيه ذلك الرُّوح الخبيث الشِّرك، فالاصنام والاوثان والهياكل ما هي الى مظاهر يتجسد فيها الشِّركُ الذي يتعلق فى الحقيقة بمخلوقات الاخرى اعتقادها المشركون, وتعلقت بها قلوبهم ومنحوها صفات الالهة. يقول الفخر الرازي رحمه الله تعالى فى تفسيره عند قوله تعالى فى سورة يونس :  وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ. قل اتنبئون الله بما لا يعلمون فى السماوات ولا فى الارض سبحانه وتعالى عما يشركون. 

واما نوع الثاني: ما حكاه الله تعالى عنهم في هذه الآية، وهو قوله: ﴿هَؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ﴾، فاعلم أنَّ من الناس من قال: إن أولئك الكفَّار تركوا أن عبادة الأصنام أَحَدّ من تعظيم الله عن عبادة الله.

Pembahasan kedua: Kesyirikan dalam ancaman yang diancamkan oleh syirik.

Jika kamu telah mengetahui syirik dan bahayanya di dunia dan akhirat, maka ketahuilah bahwa kesyirikan adalah wadah yang menampung syirik, dan tubuh yang menjadi tempat bersemarnya roh jahat, yaitu syirik. Berhala-berhala dan patung-patung hanyalah merupakan manifestasi dari syirik yang sebenarnya terkait dengan makhluk-makhluk lain yang diyakini oleh orang-orang musyrik, dan hati mereka bergantung pada mereka, serta mereka memberikan sifat-sifat ketuhanan kepada mereka.

Al-Fakhrurrazi rahimahullah berkata dalam tafsirnya tentang firman Allah dalam surah Yunus, "Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak dapat membahayakan mereka dan tidak pula memberi manfaat kepada mereka, dan mereka berkata, 'Mereka adalah pemberi syafaat bagi kami di sisi Allah'" (QS. Yunus: 18).

Kata-kata mereka, "Mereka adalah pemberi syafaat bagi kami di sisi Allah", adalah contoh dari kesyirikan yang lain, yaitu mereka meninggalkan ibadah kepada Allah dan menyembah berhala-berhala, dengan alasan bahwa mereka adalah pemberi syafaat bagi mereka di sisi Allah.

Dan jenis kedua adalah apa yang disebutkan oleh Allah tentang mereka dalam ayat ini, yaitu firman-Nya, "Mereka adalah pemberi syafaat bagi kami di sisi Allah". Ketahuilah bahwa di antara manusia ada yang berkata, "Sesungguhnya orang-orang kafir itu meninggalkan penyembahan berhala-berhala karena mereka menganggap bahwa itu adalah tindakan yang lebih mulia daripada menyembah Allah." ((Al-Quburiyah fi Al-Yaman, Syeikh Ahmad bin Hasan Al-Mu'allim, hal.30)

المطلب الثالث: الغلو في الصالحين هو أصل الوثنية

إذا كان منهج القبورية هو الغلو غى ارباب القبور، الذي يظن أنهم اولياء الله ومقربون لديه فان ذالك المنهج هو نفسه اصل الوثنية وعبادة الاصنام كما جاء فى البخاري فى كتاب (التفسير) عند قوله تعالى (وقالوا لا تذرن ألهتكم ولا تذرن ودا ولا سواعا ولا يغوث ويعوقا ونسرا) قال ابن عباس ‌رضي ‌الله ‌عنهما قال: (هذه اسماء رجال الصالحين فى قوم نوح, فلما هلكو اوحي الشيطان الى قومهم ان انصبوا الى مجالسهم التى كانوا يجلسون انصابا وسمون بأسمائهم, ففعلوا فلم تعبد حتى اذا هلك أولئك ونسي العلم عبدت).

اذا اصنام قوم نوح كانت رموزا الرجال الصالحين حمل الغلوا اتباعهم على تقديسهم وتعظيمهم، وتطور الامر حتى عبدوهم.

قال الحفيظ ابن حجر فى الفتح ( وقصة الصالحين كانت مبدأ عبادة قوم نوح هذه الاصنام ثم تبعهم من بعدهم على ذالك).

المطلب الرابع : كثرة النصوص الناهية عن تعظيم القبور والعلة فى ذالك:

 ولما كان اصل الشرك والوثنية هو الغلوا فى اصحاب القبور تواترت الاحاديث تواترا مصوبا بالنهي عن تعظيم القبور بأى نوع من انواع التعظيم, وفهم الصحابة والتابعون لهم بأحسان العلة من تلك النصوص, واشاعوا ذالك الفهم وعملوا بمقتضاه, وتبعهم على ذالك سائر علماء اهل السنة من للمتقدمين والمتأخرين.

Pembahasan ketiga: Ghuluw (berlebihan) dalam memuliakan orang-orang shaleh adalah asal dari kesyirikan.

Jika metode kaum kuburiyyun (yang mengagungkan kubur) adalah ghuluw terhadap penghuni kubur, yang mereka anggap sebagai wali-wali Allah dan orang-orang yang dekat dengan-Nya, maka metode itu adalah asal dari kesyirikan dan penyembahan berhala.

Seperti yang disebutkan dalam Shahih Al-Bukhari, dalam kitab Tafsir, ketika menafsirkan firman Allah (dan mereka berkata, 'Janganlah kamu meninggalkan dewa-dewa kamu, dan janganlah kamu meninggalkan Wadd, Suwa', Yaghuth, Ya'uq, dan Nasr').

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata, "Ini adalah nama-nama orang-orang saleh dari kaum Nabi Nuh. Ketika mereka meninggal, syaitan membisikkan kepada kaum mereka untuk mendirikan patung-patung di tempat-tempat mereka duduk dan menamai patung-patung itu dengan nama-nama mereka. Mereka melakukannya, tetapi belum disembah hingga generasi selanjutnya datang dan menyembahnya."

Jadi, berhala-berhala kaum Nabi Nuh adalah simbol-simbol orang-orang shaleh yang telah dighuluwkan oleh pengikut-pengikut mereka, sehingga mereka memuliakan dan mengagungkan mereka, dan akhirnya menyembahnya.

Al-Hafiz Ibnu Hajar berkata dalam Fath Al-Bari, "Kisah orang-orang shaleh ini adalah asal dari penyembahan berhala oleh kaum Nabi Nuh dan orang-orang setelah mereka."

Pembahasan keempat: Banyaknya teks-teks yang melarang mengagungkan kubur dan alasan di baliknya.

Karena asal dari kesyirikan dan penyembahan berhala adalah ghuluw terhadap penghuni kubur, maka banyak hadits yang melarang mengagungkan kubur dengan berbagai cara. Para sahabat dan tabi'in memahami alasan di balik teks-teks tersebut dan mengamalkannya. Para ulama Ahlussunnah dari masa ke masa juga mengikuti jejak mereka." (Al-Quburiyah fi Al-Yaman, Syeikh Ahmad bin Hasan Al-Mu'allim, hal.31-32) Wallahu a'lam 

Demikian Asimun Mas'ud At-Tamanmini menyampaikan semoga bermanfaat untuk menambah wawasan. Aamiin 

*والله الموفق الى أقوم الطريق*

Jumat, 21 November 2025

KAJIAN TENTANG SIAPA YANG MENJADI BAPAK IBUNYA NABI ADAM 'ALAIHISSALAM



Judul diatas mengagetkan sebagian orang karena mayoritas umat islam meyakini bahwa Nabi Adam tidak terlahir dari kedua orang tua tetapi melalui kehendak Allah Ta'ala dengan firman-Nya, "Kun Fayakuun (jadilah, maka terjadilah)".

Nabi Adam merupakan manusia pertama yang diciptakan oleh Allah Ta'ala. Karena itu, Nabi Adam dijuluki sebagai Abu Al-Basyar (nenek moyang manusia). Dalam Al-Qur'an, Allah menjelaskan proses dan tahapan penciptaan manusia pertama itu. Mulai dari tanah sampai wujud manusia yang bernyawa. Semua proses itu sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an.

Pada tahap pertama, dijelaskan bahwa Adam diciptakan dari tanah. Dalam QS. Ali 'Imron [3]: 59, Allah berfirman,

اِنَّ مَثَلَ عِيْسٰى عِنْدَ اللّٰهِ كَمَثَلِ اٰدَمَۗ خَلَقَهٗ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ

"Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia." (QS. Ali 'Imran [3] : 59)

Ayat tersebut menjelaskan analogi Nabi Isa dengan Nabi Adam yang sama-sama diciptakan tanpa seorang bapak. Bahkan, Nabi Adam bukan hanya tanpa bapak, tapi juga tanpa ibu yang mengandung dan melahirkannya. Adam diciptakan dari tanah.

Imam Al-Baidhawi menjelaskan, ayat tersebut merupakan penjelasan dalam bentuk penganalogian diciptakannya Nabi Isa dengan Nabi Adam yang diciptakan tanpa ayah dan ibu, keduanya sama-sama tercipta dari tanah. (liat Al-Baidhawi, Anwar At-Tanzil wa Aswa At-Ta’wil, juz 2, hal. 20)

Dalam hadits sahih dijelaskan, Abu Dawud dan Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Hurairah ra. dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam,

أنتم بنو أدم، و أدم من تراب

"Kalian semua adalah anak cucu Adam, dan Adam terbuat dari tanah." (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Dalam hadits shahih yang lain juga dijelaskan,

إن الله خلق أدم من قبضة. قبضها من جميع الأرض. فجاء بنو أدم على قدر الأرض. فجاء منهم الأحمر، والأبيض و الأسود و بين ذلك. و السهل و الحزن، و الخبيث و الطيب.

"Sesungguhnya Allah Ta'ala menciptakan Adam dari segenggam (tanah). Digenggamnya dari semua (jenis) tanah. Sehingga rupa anak cucu adam sebagaimana dari tanah diambilnya. Sehingga dari mereka ada yang berkulit merah, putih, hitam, antara putih dan hitam. Ada yang berbahagia, bersedih, buruk, baik, dan antara keduanya."

Dr. Shalah Al-Khalidi memaparkan, hadis ini menjelaskan rahasia perbedaan warna kulit manusia. Hal itu karena berbeda warna tanah saat penciptaannya. Sebagaimana perbedaan manusia dari jiwa, karakter dan lakunya. Hal itu karena perbedaan jenis bahan tanah penciptaannya. (lihat Al-Khalidi, Al-Qashash Al-Qur’ani, Juz 1, hal. 91)

Meskipun demikian ternyata Nabi Adam 'alaihissalam memiliki perantara dalam penciptaannya sehingga disebut sebagai bapak/ibunya yaitu air dan tanah sebagaimana yang disampaikan oleh Al-Alamah Ai-Imam Ahmad bin Muhammad Ashawi Al-Maliki dalam Hasyiah Ash-Shawi 'Ala Tafsir Jalalain ketika beliau menafsirkan QS. Ar-Rahman ayat 14 sebagaimana berikut,

قوله: (كالفَخّار) أي في أنّ كلاًّ منهما يسمع له صوتٌ إذا نُقِر، واعلم أنّه تعالى أفاد في هذه السورة أنّ خلق آدم (من صَلصالٍ كالفَخّار)، وفي سورة الحجر (من صَلصالٍ من حَمإٍ مسنون)، أي من طينٍ أسودَ متغيّر، وفي الصافات (من طِينٍ لازِب)، أي يلصق باليد، وفي آل عمران (كَمَثَلِ آدمَ خَلَقَهُ مِن تُرابٍ)، ولا تنافي بينها، وذلك لأنّه تعالى أخَذَه من ترابِ الأرض، فَعَجَنَهُ بالماءِ فصار طينًا لازِبًا، ثم تركه حتى صار حمأً مسنونًا، ثم صوّره كما تُصوَّر الأواني، ثم أيبسه حتى صار في غاية الصلابة كالفخار، اذا نقر صوت فالمذكور هنا آخر أطواره، وفي غير الموضع، تارةً مبدؤةً وتارةً اثناؤه، فالأرضُ أمُّه، والماءُ أبوه، ممزوجان بالهواء الحامل للحرِ الذي هو من فَيح جَهَنّم، فهو من العناصر الأربع، لكن الغالب في جبلّته التراب، كما أنّ الجان خُلِق من العناصر الاربع, لكن الغالب فى جبلته النار، فلذا نُسِب إليها. قوله: (وهو ما طبخ من الطين) أي فكان مجوفا كالآوّاني وليس كالآجر. قولُه: (وهو ابليس) هذا احد قولين وهو الصحيح, وقيل ابو الجن غير ابليس.

Firman Allah, "seperti tembikar" (Al-Fakhkhar), yaitu keduanya mengeluarkan suara jika diketuk. Perlu diketahui bahwa Allah telah menyebutkan dalam surah ini bahwa penciptaan Adam dari tanah liat kering seperti tembikar, sedangkan dalam surah Al-Hijr disebutkan "(dari tanah liat hitam yang berubah)", yaitu tanah liat yang berwarna hitam dan berubah, dalam surah Al-Saffat "(dari tanah liat yang lengket)", yaitu tanah liat yang menempel di tangan, dan dalam surah Al-Imran "(seperti Adam, Dia menciptakannya dari tanah)", tidak ada kontradiksi di antara ayat-ayat tersebut, karena Allah telah mengambil tanah dari bumi, kemudian mencampurnya dengan air sehingga menjadi tanah liat yang lengket, kemudian membiarkannya hingga menjadi tanah liat hitam yang berubah, kemudian membentuknya seperti membentuk bejana, kemudian mengeringkannya hingga menjadi sangat keras seperti tembikar, jika diketuk akan mengeluarkan suara.

Yang disebutkan di sini adalah tahap terakhir, sedangkan di tempat lain disebutkan tahap awal dan pertengahan. Bumi adalah ibunya, air adalah ayahnya, keduanya dicampur dengan udara yang membawa panas, yang berasal dari api Jahannam, sehingga Adam terbuat dari empat unsur, tetapi yang dominan adalah tanah, seperti halnya jin diciptakan dari empat unsur, tetapi yang dominan adalah api, sehingga dia dinisbatkan kepada api.

Firman Allah, "dan dia adalah Iblis" (wa-huwa Iblis), ini adalah salah satu pendapat, dan pendapat yang benar adalah bahwa Iblis adalah bapak jin, bukan jin itu sendiri." (Hasyiah Ash-Shawi 'Ala Tafsir Jalalain, Al-Alamah Al-Imam Ahmad bin Muhammad Ash-Shawi Al-Mishri Al-Maliki (1175-1241 H/1761-1825 M), Cet. Al-Haromain - Singapura juz 4 hal.199). Wallahu a'lam 🙏🏻

Demikian Asimun Mas'ud At-Tamanmini menyampaikan semoga bermanfaat untuk menambah wawasan. Aamiin 

*والله الموفق الى أقوم الطريق*

Kamis, 20 November 2025

KAJIAN TENTANG KEMATIAN SEORANG HABIB, ADZAB KUBUR DILIBURKAN SEMENTARA SELAMA SATU BULAN



Sungguh sebuah kisah yang mengagumkan sekaligus menimbulkan tanda tanya akan validitas cerita kisah ba'alawi tersebut yang terdapat dalam kitab Minhatul Ilah karya Habib Salim bin Hafidz dikisahkan bahwa gurunya Habib Abu Bakar bin Abdullah Al-Attas ditanya; "Apakah yang diberikan kepada pengunjung makam wali? Dia menjawab, "akan diberikan salah satu dari dua perkara, yang pertama, yaitu yang paling sedikit, bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosa nya, dan yang kedua, yang paling tinggi, adalah memberikan derajat yang di ziarahinya, sebagaimana yang tertulis,

ومما يحكيه أنه سئل بعض العارفين واظنه شيخه الحبيب ابا بكر بن عبد الله العطاس, ماذا يعطى زائر قبر الولي, قال: يؤطى احد خصلتين, الاولى - هي الاقل - ان يغفر الله ذنوبه, والثانية هي العليا ان يعطى مراتبة تلك المزور.

Dari sebagian yang dikisahkannya bahwa salah satu dari orang yang arif, yang di duga adalah gurunya Habib Abu Bakar bin Abdullah Al-Attas, ditanya tentang apa yang diberikan kepada orang yang mengunjungi kubur wali. Dia menjawab, "Dia akan diberikan salah satu dari dua hal: pertama, yang lebih rendah, adalah Allah akan mengampuni dosa-dosanya; dan kedua, yang lebih tinggi, adalah dia akan diberikan kedudukan orang yang dikunjungi." (Minhah Al-Ilah fi Al-Ittishal bi ba'dh Auliyah, Al-Habib Salim bin Hafizh bin Abdullah bin Syaikh bin Abu Bakar Salim Al-Alawi Al-Husaini Al-Hadhrami Asy-Syafi'i (1288-1378 H), cet. Al-Maqashid hal.151-152)

ويقول أيضا: «مر الحبيب سقاف بن محمد السقاف يومًا(١) هو وبعض السادة آل الجفري بمقبرة تريم، فإذا برجل يعذب في قبره ويصيح بصوت رفيع سمعاه، فقال الحبيب سقاف لمن معه: وجب علينا حق لصاحب هذا القبر أن ندعو له برفع العذاب عنه. قال سيدي: فوفقنا ساعة على القبر فإذا الصوت انقطع في الحال أو كما قال.

وسمعته رضي الله عنه وهو (برتم): يقول للحاضرين: إني خرجت ذات ليلة من الليالي من بلدتكم هذه إلى تحت جبانتها، فإذا أنا برجل مستغرق في صلاته، وهو ساجد, فحركته بيدي ولم يشعربي, ثم حركته الثانية أشد من الاولى فكلمني وقلت له: من أنت؟ أما تعرفني, قال: مند عرفته ما عرفت سواه، ثم قلت : كيف حال اهل البرزخ, قال: هم فيه كالبحر والارواح كالسفن,  إذا لنا حاجة بهم دلينا سفنتنا وجاء المطلوب إلي عندنا أو كما قال.

وسمعته يقول: إن أخي سالم بن أبي بكر العطاس(٢) لما مات رفع العذاب من البرازخ كلها شهر زمان، وإني قلت له مرة: ما نجد روحك في الدنيا؟ قال: روحي في البيت المعمور مع النبيين والصالحين.

Dia juga berkata, "Suatu hari, Habib Segaf bin Muhammad Assegaf dan beberapa sayyid dari keluarga Al-Jufri melewati pemakaman Tarim, dan mereka mendengar suara seseorang yang sedang disiksa di kuburnya dan berteriak dengan suara keras. Habib Segaf berkata kepada orang yang bersamanya, 'Kita harus mendoakan orang (penghuni kubur) ini agar dia dibebaskan dari siksaan.' Mereka kemudian berdoa di kubur itu. Berkatalah sayyidi, keduanya berhenti sebentar diatas keburan dan suara itu berhenti seketika."

Aku mendengar dia berkata, "Aku keluar dari kota ini suatu malam ke samping kuburan, dan aku melihat seorang pria yang sedang sangat khusyuk dalam shalatnya, dia sedang sujud. Aku menyentuhnya dengan tangan aku, tapi dia tidak menyadari kehadiranku. Aku menyentuhnya lagi dengan lebih keras, dan dia berbicara kepadaku. Aku bertanya, 'Tidakkah kamu mengenalku?' Dia menjawab, 'Selama aku sedang mengenal-Nya (Allah) maka aku tidak mengenal selain-Nya (Allah).' Aku bertanya, 'Bagaimana keadaan orang-orang di alam barzakh?' Dia menjawab, 'Mereka seperti laut, dan roh-roh seperti kapal. Jika kita membutuhkan mereka (arwah), kita akan ditunjukkan kapal kita, dan yang dibutuhkan akan datang kepada kita.'"

Aku juga mendengar dia berkata, "Ketika saudaraku, Salim bin Abi Bakar Al-Attas, meninggal, siksaan di alam barzakh diangkat selama satu bulan. Aku pernah bertanya kepadanya, 'kami tidak menemukan rohmu di dunia ini?' Dia menjawab, 'Rohku berada di Baitul Ma'mur bersama para nabi dan orang-orang saleh.'" (Minhah Al-Ilah fi Al-Ittishal bi ba'dh Auliyah, Al-Habib Salim bin Hafizh bin Abdullah bin Syaikh bin Abu Bakar Salim Al-Alawi Al-Husaini Al-Hadhrami Asy-Syafi'i (1288-1378 H), cet. Al-Maqashid hal.154)

سمعته يقول: كان سيدنا علي بن علوي خالع قسم يقول: ما عصت جارحة من جوارحي.

وذكر سيدنا أن الحبيب أحمد بن زين الحبشي لما طلع (شبام)، ولاقى في الطريق الحبشي عمر بن أحمد العدروس صاحب (الحزم)، وقال له: يا ولدي شف أبوك من الرجال وجدك من الرجال، وهكذا وعدد له من آبائه الكرام، وانت احذر مما يقوله الناس (انقصعت في قعو التالي) فتأثر الحبيب عمر بهذه الموعظة ودخلت في قلبه. أو كما قال.

وأفادنا رضي الله عنه أن من أوراد الحبيب أحمد المحضار قوله: يا معطى لا تبطى، وأنه اتفق بأحد الدراويش السائحين وقال له:  اني لا رأيت مثل بلدة (تريم) لأن كل أسرار الأولياء وأنوارهم مقصورة عند قبورهم إلا (تريم) فاني رايت اسرارهم وانوارهم مبسوطة فى مساجدها وشوارعها واسواقها حتى فى طهاراتها. 

وسمعت منه رضي الله عنه شيئاً وافرا من كلامه الذي جمعه الأخ الناسك الحسين بن عبد الله الحبشي استغنيت عن إثباته هنا في ذلك المجموع النفيس

ومما حدثنا به أيضاً: أنه رأى سيدنا زين العابدين علي بن الحسين في المنام قال: وضحك في وجهي وبشّرني وأجازني بما أجازه به سلفه المتقدمون وقال للحاضرين: وكنت معهم: أجزتكم كما أجازني المذكور إجازة مطلقة فقبلنا الإجازة.

وأجازنا رضي الله عنه إجازة عامة عند ضريح سيدنا الحداد كما أجازه مشايخه أباً عن جد إلى صاحب هذا الضريح عن آبائه، رضي الله عنهم، وأعاد علينا من بركاتهم وأسرارهم وأنوارهم آمين.

Aku mendengar dia berkata, "Sayyiduna Ali bin Alawi Khali' Qasam berkata, 'Aku tidak pernah dengan anggota tubuh untuk berbuat dosa dari anggota-anggota tubuhku.'"

Sayyiduna menyebutkan bahwa ketika Habib Ahmad bin Zain Al-Habsyi tiba di Shibam (Hadhramaut Yaman), dia bertemu dengan Habib Umar bin Ahmad Al-Aydrus, pemilik Al-Hazm (Al-Jauf Yaman), di jalan. Habib Umar berkata kepadanya, "Wahai anakku, carilah ayahmu di antara orang-orang yang kuat, dan carilah kakekmu di antara orang-orang yang kuat," dan dia menyebutkan beberapa nama leluhurnya yang mulia. "Hati-hatilah dengan apa yang dikatakan orang, jangan sampai kamu terjebak dalam kesalahan."

Habib Umar sangat terpengaruh dengan nasihat ini dan memasukkannya ke dalam hatinya.

Dia juga menyebutkan bahwa salah satu doa Habib Ahmad Al-Mahdhar adalah, "Ya Mu'thi (Ya, Allah yang Maha Pemberi) janganlah Engkau lambat (memberi)."

Dia juga bertemu dengan salah satu darwis (murobi sufi) yang sedang melakukan perjalanan dan berkata kepadanya, "Aku tidak pernah melihat seperti kota Tarim, karena semua rahasia dan cahaya para wali terkumpul di kuburan mereka, kecuali Tarim. Aku melihat rahasia dan cahaya mereka tersebar di masjid-masjid, jalan-jalan, dan pasar-pasarnya, bahkan di tempat-tempat wudhu (kamar mandi)."

Aku mendengar banyak hal dari dia, tapi aku tidak akan menuliskannya di sini karena sudah ada dalam kumpulan yang berharga.

Dia juga menceritakan bahwa dia melihat Sayyiduna Zainal Abidin Ali bin Husain dalam mimpinya, dan dia tertawa (tersenyum) kepadanya, memberikan kabar gembira, dan memberikan izin kepadanya seperti yang diberikan oleh leluhurnya. Dia berkata kepada orang-orang yang hadir, "Aku memberikan izin kepada kalian seperti yang diberikan kepadaku."

Dia juga memberikan izin kepada kami secara umum di dekat makam Sayyiduna Al-Haddad, seperti yang diberikan oleh guru-gurunya, dan kami menerima izin itu. Semoga Allah membalas kebaikan mereka dan memberikan kami berkah, rahasia, dan cahaya mereka. Amin." (Minhah Al-Ilah fi Al-Ittishal bi ba'dh Auliyah, Al-Habib Salim bin Hafizh bin Abdullah bin Syaikh bin Abu Bakar Salim Al-Alawi Al-Husaini Al-Hadhrami Asy-Syafi'i (1288-1378 H), cet. Al-Maqashid hal.156). Wallahu a'lam 

Demikian Asimun Mas'ud At-Tamanmini menyampaikan semoga bermanfaat untuk menambah wawasan. Aamiin 

*والله الموفق الى أقوم الطريق*

Minggu, 16 November 2025

KAJIAN TENTANG KISAH WALIYULLAH HABIB YANG MENINGGALKAN SHALAT



Secara syar'i, seorang waliyullah tidak mungkin meninggalkan shalat, karena tanda seorang wali adalah ketaatan kepada Allah, termasuk menjaga kewajiban shalat. Namun, jika ada orang yang terkesan waliyullah tetapi meninggalkan shalat, maka hal itu bisa jadi pertanda tidak benar atau tidak memenuhi syarat menjadi wali, terutama jika ia lalai dalam menjalankan syariat. 

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ. الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَكَانُوْا يَتَّقُوْنَ.

“Ingatlah wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. (yaitu) orang-orang yang beriman dan senantiasa bertakwa” (QS. Yunus : 62-63)

Imam Al-Qusyairi menjelaskan, 

 فَكُلُّ مَنْ كَانَ لِلشَّرْعِ عَلَيْهِ اعْتِرَاضٌ فَهُوَ مَغْرُوْرٌ مَخْدُوْعٌ

“Setiap orang yang perilakunya bertentangan dengan syariat, maka orang tersebut tertipu hawa nafsu dan terbujuk setan." (Ar-Risalah Al-Qusyairiyah (1/117)

Syekh Zakariya Al-Anshari juga menegaskan,

فَلَا يُرَاعَى فِيْ الوَلِيِّ إِلَّا الاِسْتِقَامَةُ عَلَى مَا ثَبَتَ بِالأَدِلَّةِ الصَّحِيْحَةِ. وَجَرْيَانُ خَوَارِقِ العَادَةِ عَلَى يَدِ العَبْدِ لَا يَدُلُّ عَلَى وِلَايَتِهِ، بَلْ قَدْ يَكُوْنُ مَمْكُوْرًا بِهِ وَكَذَّابًا عَلَى رَبِّهِ.

“Yang diperhatikan pada diri seorang wali adalah keistiqamahannya menjalani ibadah  berlandaskan pada dalil-dalih shahih. Keajaiban yang muncul dari seorang hamba tak lantas menunjukkan kewaliannya, bahkan justru ia sedang tertipu daya dan berdusta kepada Tuhannya” (Nataij Al-Afkar Al-Qudsiyyah (3/377)

Namun hebatnya seorang wali yang bernama Habib Alawi bin Hasyim tidak ikut shalat berjamaah disaat Habaib lain menunaikan shalat,

فمن اعتقاداتهم في الأولياء أنهم يتجزءون بحيث يظهر الولي في عدة أماكن دفعة واحدة في وقت واحد، وبنوا على هذا إعذار الولي الذي لا يصلي، قال علي الحبشي في " كنوز السعادة الأبدية ": ( ولما جاء الحبيب عبد الله بن عمر بن يحيى إلى قرسيّ وفيها الحبيب أحمد بن عبد الله بافقيه وأولاده شيخ ومحمد ، وكلهم رجال فحضرت صلاة فقدموا فيها الحبيب عبد الله بن عمر إماماً وكان الحبيب علوي بن هاشم جالساً في ناحية لم يصل معهم، فقال الحبيب محمد في نفسه: كيف هذه الولاية وفيها خرق للشريعة؟ وكيف تكون ولاية بلا صلاة، فكاشفه والده الحبيب أحمد وقال له يا محمد: فقال: مرحباً فقال له: ارفع رأسك فرفع رأسه فإذا تسع صور على صورة الحبيب علوي يصلين في الهواء، فقال له هل تضر صورة واحدة جالسة لا تصلي وتسع يصلين! ويذكر عنه أنه رؤي في نحو عشر بلدان، وفعل في كل بلد ضيافة في وقت واحد. 

Salah satu keyakinan mereka tentang para wali adalah bahwa mereka dapat berada di beberapa tempat sekaligus pada waktu yang sama. Mereka membangun keyakinan ini untuk membenarkan wali yang tidak shalat.

Ali Al-Habsyi berkata dalam kitab "Kunuz As-Sa'adah Al-Abadiyah": "Ketika Habib Abdullah bin Umar bin Yahya datang ke Qarsi, dan di sana ada Habib Ahmad bin Abdullah Ba Faqih dan anak-anaknya, Syaikh dan Muhammad, yang semuanya adalah orang-orang yang saleh. Ketika waktu shalat tiba, mereka meminta Habib Abdullah bin Umar untuk menjadi imam. Habib Alawi bin Hasyim duduk di satu sisi dan tidak shalat bersama mereka.

Habib Muhammad berkata dalam hatinya, 'Bagaimana mungkin ini adalah wali, sedangkan dia melanggar syariat? Bagaimana mungkin dia menjadi wali tanpa shalat?' Ayahnya, Habib Ahmad, mengetahui apa yang ada di hatinya dan berkata, 'Wahai Muhammad!' Dia menjawab, 'Labbaik.' Ayahnya berkata, 'Angkat kepalamu.' Dia mengangkat kepalanya, dan dia melihat sembilan gambar yang menyerupai Habib Alawi sedang shalat di udara.

Ayahnya berkata, 'Apakah satu gambar yang duduk tidak shalat, sedangkan sembilan gambar lainnya shalat?'"

Dikatakan bahwa Habib Alawi pernah dilihat di sekitar sepuluh negara, dan dia melakukan perbuatan yang sama (shalat) di setiap negara pada waktu yang sama." (Kunuz As-Sadah Al-Abadiyah fi Al-Anfas Al-Aliyah Al-Habasyiah, Al-Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi hal.55-56)

Pada halaman 104-105 sebuah karomah yang luar biasa waliyullah Al-Habib Abdul Qadir Al-Habsyi yang tidak minum air selama 20 tahun meski secara ilmiah tubuh manusia tidak akan mampu bertahan tanpa air dalam jangka yang lama,

قالوا إن الحبيب عبد القادر بن محمد الحبشي صاحب الغرفة كانت له مجاهدات عظيمة واربعنيات طويلة وأخذ عشرين سنة ما شرب فيها الماء ولما جاء عند الحبائب أل المسيله فرحوا بهوذهب الحبيب طاهر والحبيب عبدالله الى عند والدتهما وقال له يا أماه هذا الحبيب عبد القادر الحبسي من شأنه كنا ومن امره كذا وان له عشرين سنة ما شرب فيها الماء, فقالت لهم: نعم الرجل ونعم ما فعل ونعم ما وصفتوه به, ولكن هاتو طاسة واملأها فأتوها بها فقالت لهم إطلعوا بها اليه وقولوا له تسلم عليكم أمنا وتقول لك اشرب الماء كما شرب جدكم محمد صاى الله عليه وسلم ما تفاوت الرجال والمفاضله بينهم ولا همت به. أما العباده حتى العجائز تعرف لها. فقال لهاالاولاد كيف نتجرأ على  الحبيب عبد القدر, فقالت لهم اطلعوا اليه ان يغينوا الخير والبركة وقولوا له ذالك فطالعوا اليه وأخبروه بما قالت أمهم. فقال الحبيب عبد القادر صدقت, صدقت نعمة المرابية ونعمة المؤدبة ونعم ما قالت هاتوا الماء فأعطوه الطاسه وشرب.

Mereka berkata bahwa Habib Abdul Qadir bin Muhammad Al-Habsyi, pemilik ruangan, memiliki perjuangan yang besar dan ibadah yang panjang. Dia tidak minum air selama 20 tahun. Ketika dia datang ke keluarga Al-Musailah, mereka sangat bersuka cita. Habib Thahir dan Habib Abdullah pergi menemui ibu mereka dan berkata, "Ibu, ini adalah Habib Abdul Qadir Al-Habsyi, dia memiliki keutamaan seperti ini dan itu, dan dia tidak minum air selama 20 tahun."

Ibu mereka berkata, "Dia adalah orang yang baik, dan apa yang dia lakukan adalah baik. Bawakan aku sebuah cangkir dan isi dengan air." Mereka membawakan cangkir itu, dan ibu mereka berkata, "Pergilah kepadanya dan katakan, 'Ibu kami mengucapkan salam dan berkata, 'Minumlah air seperti yang diminum oleh kakekmu, Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Tidak ada perbedaan antara orang-orang, dan tidak ada keutamaan yang lebih besar dari itu. Ibadah adalah ibadah, dan bahkan orang tua pun mengenalinya.'"

Anak-anaknya berkata, "Bagaimana kami berani mengatakan itu kepada Habib Abdul Qadir?" Ibu mereka berkata, "Pergilah kepadanya, dan semoga Allah memberinya kebaikan dan berkah, dan katakan itu kepadanya."

Mereka pergi kepada Habib Abdul Qadir dan memberitahunya apa yang dikatakan oleh ibu mereka. Habib Abdul Qadir berkata, "Ibu benar, ibu benar. Ibu adalah seorang yang beriman dan berakhlak mulia. Berikan aku air itu." Mereka memberinya cangkir itu, dan dia minum. (Kunuz As-Sadah Al-Abadiyah fi Al-Anfas Al-Aliyah Al-Habasyiah, Al-Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi hal.104-105) Wallahu a'lam 

Demikian Asimun Mas'ud At-Tamanmini menyampaikan semoga bermanfaat untuk menambah wawasan. Aamiin 

*والله الموفق الى أقوم الطريق*

Sabtu, 15 November 2025

KAJIAN TENTANG MENGENAL BANGSA ARAB KETURUNAN NABI ISMA'IL BIN IBRAHIM AS DAN ARAB KETURUNAN QAHTHAN YAMAN





Siapakah Al-Habib Muhammad bin Ahmad Asy-Syathiri? Beliau dilahirkan di kota Tarim pada tanggal 28 Jumadil Tsani 1331 H. Beliau menempuh pendidikan hingga matang di kota ilmu Tarim, Hadramaut. Beliau mengambil ilmu dari para ulama di jamannya. Termasuk di antara guru-guru besar beliau adalah ayah beliau sendiri Al-Allamah Al-Faqih Al-Habib Ahmad bin Umar Asy-Syathiri Al-Alawi Al-Husaini (pengarang kitab Al-Yaaquut An-Nafiis/Nailul Rajaa') dan Al-Habib Abdullah bin Umar Asy-Syathiry (pengasuh Rubath Tarim)

Dalam sebuah kitab karyanya beliau menjelaskan bahwa bangsa arab terbagi menjadi tiga kelompok yaitu : Al-Arab Al-Ba'idah, Al-Arab Al-Aribah dan Al-Arab Al-Musta'ribah. Dan ternyata bangsa arab keturunan Yaman itu bukan bangsa Arab Bani Quraisy keturunan dari Nabi Ismail bin Ibrahim 'alaihimassalam sebagaimana beliau menjelaskan,

العرب البائدة

أما العرب البائدة فهم اقدم قبائل العرب, ولايقل قدم الاولى منهم من اربعة الاف سنة. وقد بادت تلك القبائل بعدما كان لها شيئ من الملك والحضارة بقيت اثاره.  وهي كما يلي:

القبائل والشعوب 

١. العمالقة أشهر مواطنها فى الحجاز ومصر والعراق تاريخ ظهورها بالتقريب ٢٥٠٠ ق.م

٢. عاد أشهر مواطنها الاحقاف بين عمان والحضرموت تاريخ ظهورها بالتقريب ٢٠٠٠ ق.م وسيأت الكلام عنها

٣. ثمود أشهر مواطنها جنوب الجزيرة والشمال الحجاز تاريخ ظهورها بالتقريب ١٥٠٠ ق.م 

٤. طسم جديس أشهر مواطنها اليمامة بالنجد تاريخ ظهورها بالتقريب ٣٠٠ بعد الميلاد

٥. مدين أشهر مواطنها العقبة بالاردن تاريخ ظهورها بالتقريب ١٥٠٠ قبل الميلاد

وعند بعض المؤرخين رخين قبائل أخرى بادت منها اميم وجرها الحضرموت.

واذا صح هذا فلا شك أنهم يعنون حضرموت الاولى لا حضرموت الاخيرة التي سيأت الكلام عنها وعن بعض رجالها وقد جاء الاسلام وليس للعرب البائدة نسل معروف.

Orang Arab Ba'idah adalah suku-suku Arab yang paling tua, yang hidup sekitar 4.000 tahun yang lalu. Suku-suku ini telah punah, meskipun mereka pernah memiliki kerajaan dan peradaban yang meninggalkan bekas-bekasnya.

Berikut adalah daftar suku-suku Arab Ba'idah:

1. Al-Amaliqah

- Tempat tinggal terkenal: Hijaz, Mesir, dan Irak

- Perkiraan waktu kemunculan: 2500 SM

2. 'Ad

- Tempat tinggal terkenal: Ahqaf, antara Oman dan Hadhramaut

- Perkiraan waktu kemunculan: 2000 SM, akan dibahas lebih lanjut nanti

3. Tsamud

- Tempat tinggal terkenal: Selatan Jazirah Arab dan utara Hijaz

- Perkiraan waktu kemunculan: 1500 SM

4. Thasam dan Judais

- Tempat tinggal terkenal: Yamamah, Najd

- Perkiraan waktu kemunculan: 300 M

5. Madyan

- Tempat tinggal terkenal: Aqaba, Yordania

- Perkiraan waktu kemunculan: 1500 SM

Beberapa sejarawan menyebutkan bahwa ada suku-suku lain yang telah punah, seperti 'Amim dan Jurhum di Hadhramaut. Jika ini benar, maka tidak diragukan bahwa mereka merujuk pada Hadhramaut yang pertama, bukan Hadhramaut yang sekarang, yang akan kita bahas nanti.

Islam datang ketika orang Arab Ba'idah tidak memiliki keturunan yang dikenal." (Adwar At-Tarikh Al-Hadrami, Muhammad bin Ahmad bin Umar Aay-Syathiri, Cet. Pertama Maktabah Tarim Al-Haditsiyah juz 1 hal.27-28)

 *العرب العاربة*

هؤلاء القحطانيون أو اليمنيون، نسبة لوطنهم في اليمن، ثم تفرقوا ولهم دول معروفة في اليمن كالمعينيين والسبائيين والحميريين، وسنتي الكلام عنهم فيما بعد. ولهم دول أخرى فى مواطن من بلاد العرب، غير اليمن أشهرها دولة الغساسنة في الشام وعاصمتهم بصرى، ودولة اللخميين في العراق وعاصمتهم الحيرة.

وهناك قبائل يمنية شهيرة نذكر منها: همدان، والأزد، وحمير، ومذحج، وكندة، وقضاعة، وطئ، وحضرموت.

ولكل من الدول القحطانية ملوك لهم قسط من الحضارة كما هو مدون في كتب التاريخ إلا أن تلك الدول متعادية متباعدة ليس لها رابطة تربطها لا جامعة تجمعها وليس لها دين صريح يدعوها إلى السعادة، ولم تبلغ فى حضارتها وتمدنها المبلغ الذي برفع مستواها الى حياة اجتماعية عالية تؤمن مستقبلها وتحفظها من غوابل الفساد والانخلاء وتدهور.  جاء الاسلام وهي بحاجة الى ما اشرنا اليه فسد تلك الحاجة بما يحمله من مبادئ اجتماعية سامية وقيم روحية عالية فنظمها كلها تحت لوائه دولة اسلامية عربية شاملة خدمت العالم ووجهته الى ما فيه الخير والفلاح، ونرجوا ان يعيد التاريخ نفسه اذا صمم العرب والمسلمون على استعادة مجدهم،, وان حندنا لهم الغالبون.

*العرب المستعربة*

أما العرب المستعربة فهم نسل إسماعيل بن إبراهيم عليهما السلام، ويقال لهم العدنانيون وهم قبائل كثيرة معروفة، فمنهم تميم وغطفان وكنانة ومنها قريش، ومنهم بنو هاشم أسرة الرسول سيدنا محمد صلى الله عليه وآله وسلم.

ومن قبائل عدنان ربيعة ومنها تغلب وبكر، ومنها بنو شيبان. وأنساب العرب شعوبا وقبائل مدونة مفصلة في كتب الأنساب المخصصة، والعرب من الأمم التي تعتني بحفظ أنسابها، وتعتز بأحسابها، وتعتز باحسابها وتحتفى اثار اجدادها في الفضائل والمحاسن والمناقب والتقاليد والعادات كما يشهد بذلك واقعها وتاريخها.

*Orang Arab Aribah* 

Mereka adalah yang berasal dari keturunan Qahtan atau Yaman, yang dinamakan demikian karena tempat asal mereka di Yaman. Kemudian mereka menyebar dan memiliki beberapa negara yang terkenal di Yaman, seperti Ma'in, Saba', dan Himyar. Kami akan membahas tentang mereka lebih lanjut nanti.

Mereka juga memiliki beberapa negara lain di berbagai wilayah Arab, selain Yaman, yang paling terkenal adalah negara Ghassan di Syam dengan ibukotanya Bushra, dan negara Lakhm di Irak dengan ibukotanya Hira.

Ada juga beberapa suku Yaman yang terkenal, seperti Hamdan, Azd, Himyar, Madhhij, Kinda, Qudha'a, Thay', dan Hadhramaut.

Setiap negara Qahtani memiliki raja-raja yang memiliki bagian dalam peradaban, seperti yang tercatat dalam buku-buku sejarah. Namun, negara-negara tersebut saling bermusuhan dan tidak memiliki ikatan yang kuat, tidak memiliki agama yang jelas yang dapat membawa mereka kepada kebahagiaan, dan tidak mencapai tingkat peradaban yang tinggi yang dapat meningkatkan taraf hidup mereka dan melindungi mereka dari kerusakan dan kehancuran.

Islam datang ketika mereka sangat membutuhkan hal-hal tersebut, dan Islam memenuhi kebutuhan tersebut dengan membawa prinsip-prinsip sosial yang luhur dan nilai-nilai spiritual yang tinggi, sehingga mereka dapat bersatu di bawah bendera negara Islam Arab yang luas, yang melayani dunia dan mengarahkannya kepada kebaikan dan kesuksesan.

Kami berharap sejarah akan terulang kembali jika orang Arab dan Muslim bersemangat untuk mengembalikan kejayaan mereka, dan semoga Allah menjadikan kita sebagai orang-orang yang menang.

*Orang Arab Musta'ribah* 

Mereka adalah keturunan Ismail bin Ibrahim 'alaihimassalam, yang juga dikenal sebagai Adnani. Mereka adalah suku-suku yang banyak dan terkenal, seperti Tamim, Ghathfan, Kinanah, dan termasuk di dalamnya adalah Quraisy, dan Bani Hasyim, keluarga Rasulullah Muhammad sallallahu 'alaihi wa alihi wa sallam.

Dari suku Adnan juga ada Rabi'ah, yang termasuk di dalamnya adalah Taghlib dan Bakr, dan Bani Syaiban.

Nasab orang Arab, baik sebagai suku maupun sebagai kabilah, tercatat dengan rinci dalam buku-buku nasab yang khusus, dan orang Arab adalah salah satu bangsa yang sangat memperhatikan nasab mereka, dan bangga dengan asal-usul mereka, serta menghormati jejak-jejak nenek moyang mereka dalam hal kebajikan, keutamaan, dan tradisi, seperti yang disaksikan oleh realitas dan sejarah mereka." (Adwar At-Tarikh Al-Hadrami, Muhammad bin Ahmad bin Umar Aay-Syathiri, Cet. Pertama Maktabah Tarim Al-Haditsiyah juz 1 hal.27-28)

الشعوب العربية وبلادها في العهد الحاضر

سيتضح لك من الجدول ألبيان التالي والخريطة التي تليه عدد أخوانك العرب وبلادهم وشعوبهم. وانهم يمثلون بمجموعهم عالمية هائلة في جميع أنحاء الحياة، وانهم كانوا في أيام عزهم السابق شعبا واحدة، وبلادا واحدة, فجلء الاستعمار وشتت شملهم واستولى عليهم واستعان على ذالك بعملائه من أبناء جلدتهم الذين كانوا خانوا دينهم ووطنهم وأمتهم، ولكنهم كافحوا وجاهدوا فى سبيل الاستقلال وبذلوا دمائهم وارواحهم حتى ناله اكثرهم والبقية يسعون اليه هم واخوانهم بخطى واسعة سريعة ووثبات بعيدة بما فيهم اهل حضرموت التى نحن بصدد تاريخها.

والشعوب العربية اليوم تعى وتدرك كل شيئ يراد لها وتنتظر اليوم الذي تتخذ فيه وتكون دولة كبيرة واحدة مؤلفة من ولايات متحدة كالولايات المتحدة الأمريكية والاتحاد السوفيتي وير كل فرد واع.

من أبناء العرب أعظم عيد له في أن تتحقق تلك الأمنية. وإذا كانت تقف في طريقها بعض العقبات والصعوبات من الداخل أو الخارج، فمن المحقق أن العرب سيريخوونها في النهاية. ولعل مما بهئ لهم ذلك وجود الجامعة العربية التي يرجوا لها كل عربى اداء وسألتها بصورة أقوى واسمي مما هي عليه الآن.

Bangsa Arab dan negara-negara mereka di era modern akan menjadi jelas bagi Anda dari tabel berikut dan peta yang menyertainya, yang menunjukkan jumlah saudara-saudara Arab Anda, negara-negara mereka, dan bangsa-bangsa mereka.

Mereka secara keseluruhan mewakili sebuah kekuatan besar di semua bidang kehidupan, dan mereka pernah menjadi satu bangsa dan satu negara di masa kejayaan mereka sebelumnya. Namun, kolonialisme datang dan memecah belah mereka, menguasai mereka, dan dibantu oleh agen-agen mereka dari kalangan bangsa Arab sendiri yang telah mengkhianati agama, negara, dan bangsa mereka.

Namun, mereka telah berjuang dan berkorban untuk mencapai kemerdekaan, dan banyak dari mereka telah mencapainya, sementara yang lain masih berjuang untuk mencapainya, bersama dengan saudara-saudara mereka, dengan langkah yang cepat dan kuat, termasuk penduduk Hadhramaut yang sedang kita bahas sejarahnya.

Bangsa-bangsa Arab saat ini sadar dan memahami segala sesuatu yang diinginkan untuk mereka, dan mereka menunggu hari ketika mereka akan menjadi satu negara besar, yang terdiri dari negara-negara bagian yang bersatu, seperti Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Setiap orang Arab yang sadar akan menganggap hari itu sebagai hari raya terbesar, yaitu ketika impian itu menjadi kenyataan. Jika ada beberapa rintangan dan kesulitan di jalan mereka, baik dari dalam maupun dari luar, maka pastilah bangsa Arab akan mengatasinya pada akhirnya.

Mungkin salah satu faktor yang akan membantu mereka adalah keberadaan Liga Arab, yang diharapkan oleh setiap orang Arab untuk menjadi lebih kuat dan lebih efektif daripada sekarang." (Adwar At-Tarikh Al-Hadrami, Muhammad bin Ahmad bin Umar Aay-Syathiri, Cet. Pertama Maktabah Tarim Al-Haditsiyah juz 1 hal.28)

Kemudian Habib Muhammad bin Ahmad bin Umar Asy-Syathiri menjelaskan awal mula Imam Ahmad bin Isa hijrah ke Hadramaut,

وصول الامام المهاجر الى حضرموت 

وفى سنة ٣١٨ وصل امام أحمد بن عيسى  العلوى الى حضرموت مهاجرا من البصرة, وهو جد العلويين الحظارمة الذين هم مركز اجتماعى بها, وسيأت ترجمتها.

Sampainya Imam Al-Muhajir ke Hadramaut

Imam Ahmad bin Isa Al-'Alawi tiba di Hadhramaut pada tahun 318 H/929 M, sebagai seorang muhajir dari Basrah. Dia adalah leluhur para Alawiyin Hadhramaut yang merupakan pusat sosial di sana, dan akan dibahas lebih lanjut." (Adwar At-Tarikh Al-Hadrami, Muhammad bin Ahmad bin Umar Aay-Syathiri, Cet. Pertama Maktabah Tarim Al-Haditsiyah juz 1 hal.146)

Salah satu cucu Ali Al-Uraidhi adalah Ahmad Al-Muhajir. Konon akibat tekanan penguasa, dia meninggalkan Basrah di Irak bersama keluarga dan pengikut-pengikutnya pada tahun 317H/929M dan berhijrah ke Hadramaut di Yaman Selatan. Cucu Ahmad Al-Muhajir, yang bernama Muhammad bin Ali Ba'alawi (Al-Faqih Muqaddam) adalah orang pertama yang dilahirkan di Hadramaut.

Alawiyin (arab: العلويّن) adalah sebutan bagi kaum atau sekelompok orang memiliki pertalian darah dengan Alawi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir. Sebutan lain untuk Alawiyin adalah Ba’alawi. Seorang Ba‘alawi juga dikenali dengan sebutan sayyid (Saadah untuk sebutan jamaknya). Sementara sebutan habib adalah panggilan khas lainnya kepada kelompok keluarga ini. 

Adapun terjadinya pro-kontra nasab Ba'alawi disebabkan diragukannya Abdullah atau Ubaidillah sebagai anak dari Imam Ahmad Al-Muhajir bin Isa Ar-Rumi. Wallahu a'lam 

Demikian Asimun Mas'ud At-Tamanmini menyampaikan semoga bermanfaat untuk menambah wawasan. Aamiin 

*والله الموفق الى أقوم الطريق*,

Jumat, 14 November 2025

KAJIAN TENTANG CARA MEMBEDANKAN ANTARA KAROMAH DENGAN KISAH KHURAFAT



Apa itu Karamah yang Sebenarnya?

Sebelum kita menilai sebuah kisah sebagai "karamah" atau "khurafat", kita harus memahami terlebih dahulu apa arti karamah dalam Islam?

1. *Karamah: Hadiah dari Allah untuk Hamba-Hamba yang Saleh*

Karamah adalah sesuatu yang luar biasa yang terjadi pada wali-wali Allah yang saleh, tanpa ada klaim kenabian atau mencari ketenaran. Ini bukan sihir atau tipuan, tapi anugerah dari Allah yang diberikan kepada hamba-Hamba yang bertakwa dan ikhlas.

2. *Perbedaan antara Karamah, Mukjizat, dan Sihir*

- Mukjizat: Hanya terjadi pada nabi, seperti terbelahnya laut untuk Nabi Musa AS.

- Karamah: Terjadi pada wali, seperti doa yang dikabulkan seketika atau berjalan di atas air.

- Sihir: Tipuan yang dilakukan oleh dukun dengan bantuan setan.

3. *Syarat-Syarat Karamah yang Sebenarnya*

Untuk menerima sebuah kisah sebagai karamah, harus memenuhi syarat-syarat berikut:

- Sesuai dengan syariat Islam

- Terjadi pada hamba yang saleh

- Tidak ada klaim atau pamer

- Tidak digunakan untuk mencari uang atau ketenaran

*Bagaimana Membedakan Khurafat dari Karamah?*

Dengan banyaknya kisah-kisah ajaib, kita harus berhati-hati. Berikut beberapa langkah untuk membedakan karamah yang sebenarnya dan khurafat:

1. Apakah kisah tersebut sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah?

2. Apakah kisah tersebut memiliki sumber yang jelas dan terpercaya?

3. Apakah orang yang melakukan karamah tersebut mengklaim dirinya sebagai wali?

4. Apakah ada penipuan atau sihir dalam kisah tersebut?

5. Apakah karamah tersebut membuat orang lebih dekat kepada Allah atau malah membuat orang menyembah manusia

6. Jika kamu menemukan bahwa orang-orang lebih menyembah seseorang daripada mengagungkan Allah, maka itu bukanlah karamah, melang merupakan fitnah. Karamah yang sebenarnya membuat orang lebih dekat kepada Allah, bukan kepada hamba yang saleh.

*Contoh Praktis: Karamah atau Khurafat?*

- Karamah yang Sebenarnya: Imam Syafi'i dan Penyembuhan dengan Doa

Imam Syafi'i menderita sakit parah, dan seseorang berkata kepadanya, "Mengapa kamu tidak berdoa kepada Allah untuk menyembuhkanmu?" Imam Syafi'i menjawab, "Jika Allah ingin menyembuhkanku, maka itu akan terjadi tanpa doa. Jika Allah ingin mengujiku, maka doa tidak akan mengubah kehendak-Nya." Dan benar, Imam Syafi'i sembuh tanpa perawatan medis. Ini adalah karamah yang sebenarnya karena:

- Terjadi pada orang yang shaleh

- Tidak diklaim oleh dirinya sendiri

- Tidak digunakan untuk mencari ketenaran

- Khurafat yang Meragukan: Syaikh yang Mengubah Tanah menjadi Emas!

Di beberapa masyarakat, ada syaikh yang mengklaim dapat mengubah tanah menjadi emas atau memberikan "kertas" yang dapat berubah menjadi uang. Ini adalah khurafat karena:

- Melanggar hukum alam yang ditetapkan oleh Allah

- Mengeksploitasi orang secara materi

- Tidak membuat orang lebih bertakwa, tapi malah membuat orang lebih tamak dan rakus

*Tips Praktis untuk Melindungi Diri dari Khurafat*

- Jangan percaya pada setiap kisah yang kamu dengar

- Kembali kepada ulama yang terpercaya

- Waspada terhadap penipu yang meminta uang dengan alasan "barokah"

- Jangan biarkan emosi mengalahkan akal

Jangan mengingkari atau mempercayai secara buta! Karamah para wali adalah kebenaran yang disyariatkan, tapi itu tidak berarti bahwa setiap kisah yang kita dengar adalah benar. Kita harus menjadi rasional dan beriman pada saat yang sama, sehingga kita menerima apa yang sesuai dengan syariat dan menolak apa yang merupakan khurafat atau penipuan.

Sebagaimana para ulama telah menjelaskan terkait kisah-kisah karomah para wali atau hanya sebuah kisah khurafat, diantaranya yang disampaikan Imam Ath-Thusi (Abi Nashr Abdullah bin Ali As-Siraj Ath-Thusi) dalam karyanya kitab Al-Luma' fi Tarikh At-Tashawwuf Al-Islami,

باب في ذكر مقامات أهل الخصوص في الكرامات

وذكر من ظهر له شيء من الكرامات فكره ذلك وخشي من الفتنة

قال الشيخ رحمه الله: ذكر عند سهل بن عبد الله رحمه الله الكرامات فقال:

وما الآيات وما الكرامات شيئ تقض لوقتها، ولكن أكبر الكرامات أن تبدل خلقا مذموما من أخلاق نفسك بخلق محمود.

ومن أبي يزيد البسطامي رحمه الله أنه قال: كان في بدايتي يريني الحق الآيات والكرامات فلا ألتفت إليها، فلما رأني كذلك جعل لي إلى معرفته سبيلا.

وقيل لأبي يزيد رحمه الله: فلان يقال: إنه يمر فى ليلة الى مكة فقال: الشيطان يمر فى لحظة من المشرق إلى المغرب وهو فى لعنة الله، وقيل له: إن فلانا يمسى على ماء فقال: الحيتان في الماء، والطير في الهواء أعجب من ذلك.

سمعت طيفور بن عيسى يقول: قال موسى بن عيسى قال أبي: قال أبو يزيد رحمه الله: لو أن رجلا بسط مصلاه على الماء، وتربع في الهواء، فلا تغتروا به حتى تنظروا تجدونه في الأمر والنهي.

قال الجنيد رحمه الله: حجاب قلوب الخاصة المختصة، برؤية النعم، والتلذذ بالعطء والسكون إلى الكرامات.

سمعت ابن سالم يقول: سمعت أبي يقول: كان رجل يصحب سهل بن عبد الله رحمه الله، يقال له عبد الرحمن بن أحمد فقال يوما لسهل: يا أبا محمد ربما اتوضأ للصلاة فيسيل الماء من يدى، فيصير قضبان ذهب وفضة، فقال له سهل: يا حبيبي أما علمت ان الصبيان إذا يكون يناولون  خشخاشة حتى يشتغلوا بها، فانظر أيش هو ذا تعمل.

Bab tentang kedudukan orang-orang yang memiliki karamah dan menyebutkan orang-orang yang telah muncul karamah pada mereka, namun mereka tidak menyukai dan khawatir akan fitnah.

Syaikh rahimahullah berkata: "Sahal bin Abdullah rahimahullah pernah ditanya tentang karamah, maka dia berkata: 'Apa itu ayat-ayat dan karamah? Itu semua hanyalah sesuatu yang akan berakhir pada waktunya. Namun, karamah yang paling besar adalah ketika kamu mengganti akhlakmu yang tercela dengan akhlak yang terpuji'."

Abu Yazid Al-Bustami rahimahullah berkata: "Pada awalnya, Allah menunjukkan kepadaku ayat-ayat dan karamah, namun aku tidak memperhatikannya. Ketika Allah melihatku demikian, maka Dia memberikan aku jalan untuk mengenal-Nya."

Abu Yazid juga berkata: "Jika ada seseorang yang dapat berjalan di atas air, maka janganlah kamu tertipu olehnya sampai kamu melihat bagaimana dia menjalankan perintah dan larangan Allah."

Junaid (Al-Baghdadi) rahimahullah berkata: "Tabir yang menutupi hati orang-orang yang khusus adalah melihat nikmat, menikmati pemberian, dan merasa tenang dengan karamah."

Saya mendengar Ibnu Salim berkata: "Saya mendengar ayahku berkata: 'Ada seorang laki-laki yang bergaul dengan Sahal bin Abdullah rahimahullah, namanya Abdurrahman bin Ahmad. Suatu hari, dia berkata kepada Sahl: 'Wahai Abu Muhammad, terkadang aku berwudhu untuk shalat, maka air wudhuku berubah menjadi emas dan perak.' Sahal berkata: 'Wahai anakku, tidakkah kamu tahu bahwa anak-anak kecil jika diberi mainan, maka mereka akan sibuk dengannya? Lihatlah apa yang kamu lakukan itu.'" (Al-Luma', Abu Nashir Aa-Siraj Ath-Thusi, Daar Al-Kutub Al-Haditsiyah bi Mishr - Baghdad, hal.400)

وحُكِيَ عن أبي يزيد البسْطامي رحمه الله أنه قال: دخل عليَّ أبو عليٍّ السِّنْدي رحمه الله، وكان أستاذه، وكان معه جرابٌ فصبه بين يدى، فإذا هو الوان الجواهر. فقلت له: من أين لك هذا؟ قال: وافيتُ وادياً هاهنا، فإذا تضىئ كالسراج. فحملت: هذا منها؟ قال: فقلتُ له: كيف كان وقتُك وقت ورودك الوادى؟ قال: كان وقتي وقت الفترة عن الحال الذي كنت فيه قبْل ذلك، وذكَرَ الحِكَاية ومعنى فى ذالك: إن فى وقت فترته سغلوه بالجواهر.

Diriwayatkan dari Abu Yazid Al-Bustami rahimahullah bahwa dia berkata: "Abu Ali Al-Sindi rahimahullah, yang merupakan gurunya, datang menemuiku. Dia membawa sebuah kantong, lalu menuangkan isinya di depanku, dan ternyata isinya adalah berbagai jenis permata. Aku bertanya kepadanya: 'Dari mana kamu mendapatkan ini?' Dia menjawab: 'Aku pergi ke sebuah lembah di sini, dan aku menemukan cahaya yang terang seperti lampu. Aku mengambil beberapa dari itu.' Aku bertanya lagi: 'Bagaimana keadaanmu ketika kamu tiba di lembah itu?' Dia menjawab: 'Keadaanku ketika itu adalah keadaan yang lemah, aku telah diangkat dari keadaan yang aku alami sebelumnya.'"

Kisah ini mengandung makna bahwa pada saat kelemahan, mereka diberi permata sebagai karamah." (Al-Luma', Abu Nashir Aa-Siraj Ath-Thusi, Daar Al-Kutub Al-Haditsiyah bi Mishr - Baghdad, hal.401). Wallahu a'lam 

Demikian Asimun Mas'ud At-Tamanmini menyampaikan semoga bermanfaat untuk menambah wawasan. Aamiin 

*والله الموفق الى أقوم الطريق*

Kamis, 13 November 2025

KAJIAN TENTANG KHURAFAT YANG DIANGGAP KAROMAH





Tulisan ini bertujuan mewarning (mengingatkan) umat islam agar tidak terbuai dengan kisah karomah para wali, karena bisa membuat mundur cara berpikir dengan keajaiban-keajaiban sehingga menilai wali dengan tidak proporsional. 

Bukan rahasia umum bahwa akhir-akhir ini penyampaian dari kalangan habaib cerita karomah para wali yang mengandung khurafat beredar luas dan viral menjadi perbincangan di medsos maupun dunia nyata, dan setelah penulis telusuri ternyata kisah-kisah karomah khurafat tersebut terdapat di kitab-kitab karya habaib. Menjadi catatan bahwa kisah khurafat yang dianggap sebagai karamah para wali ini cukup banyak yang berasal dari ulama kalangan Ba'alawi. 

Adapun asal muasal khurafat terdapat dalam sebuah hadits dari 'Aisyah Radhiyallahu 'anha, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam mengenai makna khurafat terkait pertanyaan salah satu istri beliau terkait kisah khurafat, kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bertanya balik sekaligus menjelaskan,

اتدرون ما خرافة, إن خرافة كان رجلا من عذرة أسراته الجن فى الجاهلية, فمكث فيه دهرا طويلا, ثم ردوه الى الانس, فكان يحدث الناس بما رأى فيهم من الاعاجيب, فكان الناس حديث خرافة

"Apakah kalian tahu apa itu khurafat? khurafat adalah seorang laki-laki dari Udzrah yang ditawan oleh para jin di masa jahiliyyah, ia tinggal bersama mereka dalam jangka waktu sekian lama, kemudian para jin tersebut mengembalikannya kepada wujud manusia, lalu khurafat bercerita kepada orang-orang tentang hal-hal yang mengherankan yang ia lihat di alam jin, hingga akhirnya orang-orang cerita itu khurafat." (HR. Ahmad no.24085 Kutub At-Tis'ah)

Dr. Ghalib bin Ali 'Awaji mendefinisikan khurafat adalah,

الخرافة هي الاعتقاد بما لاينفع ولايضر ولايلتئم من المنطق الساليم والوقيع الصحيح

"Khurafat adalah keyakinan tentang sesuatu yang sebenarnya tidak bermanfaat dan tidak berbahaya, tidak sesuai dengan akal yang sehat dan realita yang ada." (Madzahib Al-Fikriyah Al-Mu'aahirah hal.1186)

Diantara kitab-kitab yang menjelaskan karamah para wali yang mengandung kisah khurafat semisal Jami' Karamah Al-Auliya', Syarh Al-Ainiyah, Ghayah Al-Maqshud wa Al-Murad fi Manaqib Al-Imam Al-Haddad, Tadzkir An-Naas, As-Sanatir, An-Nahr Al-Maurud min Bahr Al-Fadhl wa Al-Karam wa Al-Jud dan lainnya.

Dalam Ghayah Al-Maqshud wa Al-Murad fi Manaqib Al-Imam Al-Haddad, Al-Imam Muhammad bin Zain Smith (murid Imam Haddad), juz 1 hal.102-103 menjelaskan tentang mimpi Al-Habib Abdullah Al-Haddad pernah mengalami perjalanan mi'raj sebagaimana Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan dibelah pula dadanya sebagaimana berikut,

وقال قدس الله سره : إنه يكون للولي ما يكون للنبي وإن قد وُصعَ لي المعراج بمسجد الهجيرة وعرج بي إلى السماء حتى وقفت بين يدي الله عز وجل وحصل لي شق الصدر بمسحد بَني عَلَوى.  

وكان رضي الله عنه يقول: لا يقوم مقامنا أو لا ينوب منابنا إلا اربعون رجلاً أو المهدي. وهكذا من بلغ درجة الكمال يكون كذلك أو كما قال.  

وقال لبعض خواصه: إن الصر عظيم وبشير إلى نفسه، ولا يطيق لحمله إلا من شاء الله، وذلك من ذلك الصر نصيب.  

وقال لبعض أصحابه: أنت لابد أن تركب فرس المَهْدِيِّ قال: فتجبت ثم بَعد مدة قدر الله اني ركبت فرسه فعرفت عند ذلك أنه المهدي حقيقة وان صفة المهدي قد تحققتْ فيه حَقا وتحقيقا وكان يقول: لو عرف الناس وأُنصفوا لتحققوا أنا أحق بأموالهم منهم.

Beliau (Syeikh Imam Abdullah Al-Haddad) berkata, "Sesungguhnya seorang wali memiliki apa yang dimiliki oleh seorang nabi. Saya telah diberi pengalaman Mi'raj di Masjid Al-Hajirah dan diangkat ke langit hingga saya sampai di hadapan Allah SWT, dan saya mengalami pembedahan dada di Masjid Bani Alawi."

Beliau juga berkata, "Tidak ada yang bisa menggantikan posisi kami kecuali 40 orang laki-laki atau Al-Mahdi."

Beliau juga berkata, "Orang yang mencapai derajat kesempurnaan akan menjadi seperti itu, atau seperti yang beliau katakan."

Beliau berkata kepada salah satu muridnya, "Jalan ini (menjadi wali) sangat berat, dan saya menunjuk kepada diri saya sendiri. Tidak ada yang bisa menanggungnya kecuali orang yang Allah kehendaki."

Beliau berkata kepada salah satu muridnya, "Kamu pasti akan menunggang kuda Al-Mahdi."

Murid itu berkata, "Saya mengingkarinya, tapi setelah beberapa waktu, Allah menakdirkan saya untuk menunggang kuda itu, dan saya tahu bahwa itu adalah Al-Mahdi yang sebenarnya, dan sifat Al-Mahdi telah terwujud dalam diri saya."

Beliau juga berkata, "Jika orang-orang tahu dan adil, mereka akan tahu bahwa saya lebih berhak atas harta mereka daripada mereka sendiri." (Ghayah Al-Maqshud wa Al-Murad fi Manaqib Al-Imam Al-Haddad, Al-Imam Muhammad bin Zain Smith (murid Imam Haddad), juz 1 hal.102)

قد ذكرنا في الحكاية الرابعة والخمسين عنه (رضي الله عنه) أنه قال: رأيت كأنّ شحصاً أتى إلي وقال لي: أنت القطب وأنت الغوث، أنت صاحب الوقت، ثم نادى بأعلى صوته: أشهد أن لا إله إلا الله، وأشهد أن محمداً رسول الله، وأن عبد الله بن علوي الحدَاد القطب. ثم أتى إليَّ وشقَّ صدري ولم احس لشقة ألما، و أخرج قلبي وغسله وأخرج منه أشياء لم أرها، وكأنه يريد أن يجعل فيه شيئاً بعد افراغه فذكرت عند ذالك قصه شق قلب المصطفى ﷺ وايداع العلم والحكمة، ثم قال: والرؤيا جزء من النبوة.

Telah disebutkan dalam kisah ke-45 tentang beliau (Syaikh Abdullah bin Alawi Al-Haddad) bahwa beliau berkata, "Saya melihat dalam mimpi, ada seseorang yang datang kepada saya dan berkata, 'Kamu adalah Quthb, kamu adalah Ghawth, kamu adalah penguasa zaman ini.'

Kemudian dia berseru dengan suara keras, 'Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul Allah, dan Abdullah bin Alawi Al-Haddad adalah Quthb.'

Lalu, dia mendekati saya, membedah dadaku, tapi saya tidak merasakan sakit sama sekali. Dia mengeluarkan hatiku, mencucinya, dan mengeluarkan beberapa hal yang tidak saya ketahui darinya. Sepertinya dia ingin memasukkan sesuatu ke dalamnya setelah mengkosongkannya.

Saya kemudian teringat kisah pembedahan dada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam dan penyimpanan ilmu dan hikmah di dalamnya. Beliau kemudian berkata, 'Mimpi adalah salah satu bagian dari kenabian.'" (Ghayah Al-Maqshud wa Al-Murad fi Manaqib Al-Imam Al-Haddad, Al-Imam Muhammad bin Zain Smith (murid Imam Haddad), juz 1 hal.103)

Kali ini saya akan menyampaikan kisah khurafat terkait kotoran manusia yang berubah menjadi emas permata sebagaimana yang terdapat dalam kitab karya Al-Habib Ahmad bin Hasan Al-Attas Kitab Tadzkir An-Naas  hal.48 sebagai berikut, 

Sementara dalam kitab Tadzkir An-Naas hal. 48 kisah khurafat tentang seseorang yang bisa mewakili orang lain saat membuang kototan (buang hajatnya) dan juga kisah kotoran manusia yang bisa berubah menjadi emas,

في آداب دخول الخلاء وما تعلق بها

وقال رضى الله عنه بلغنا أن السيد حاتم الأهدل كان حريصا على مجلس الاخوان في الله ويشق عليه فراقهم ، وكان له مملوك أمره أن يجلس بالباب ، فإذا أراد أحد من إخوانه قضاء الحاجة والخلاء نظر إلى ذلك العبد فينتقل الحدث إليه فيروح العبد إلى الخلاء وينوب عنه . 

ووقع للحبيب هادون إبن هود بن على بن حسن العطاس ، أنه لما زار المدينة المشرفة بات ليلة بالحرم ، فتحركت عليه بطنه ؛ وذهب ليخرج فوجد الأبواب مقفلة ، فراح إلى ناحية في أخريات الحرم ، ووضع الخارج في ثوبه ، فلما كان الصباح ذهب إلى خارج المدينة ليرميه ، فإذا هو ذهب يتلألأ

Tentang adab-adab memasuki toilet dan hal-hal yang terkait dengannya.

Dan dia (syeikh) radhiyallahu 'anhu berkata, kami mendengar bahwa tuan Hatim Al-Ahdal sangat menginginkan suatu majelis persaudaraan di jalan Allah dan merasa berat berpisah dengan mereka. Ia memiliki seorang budak yang diperintahkan untuk duduk di pintu. Jika salah satu saudaranya ingin buang air atau ke toilet, ia melihat budak itu, maka peristiwa itu berpindah kepadanya, dan hamba itu pergi ke toilet dan mewakilinya untuk buang air (menggantikannya)."

Terdapat pula kisah dari Al-Habib Hadun bin Hud bin Ali bin Hasan Al-Attas, bahwa ketika ia mengunjungi Madinah Al-Musyarrafah (kota yang terhormat), ia bermalam di Masjid. Perutnya terasa tidak nyaman; ia pergi keluar dan mendapati pintu-pintu (masjid) tertutup. Ia pun pergi ke sudut belakang masjid dan mengeluarkan kotorannya ke dalam pakaiannya. Ketika pagi tiba, ia pergi keluar kota untuk membuang (kotoran)nya dan ternyata ia pergi dengan membawa emas yang berkilau. (Kitab Tadzkir An-Naas kitab karya Al-Habib Ahmad bin Hasan Al-Attas hal.48)

Syahdan, sungguh kisah di luar nalar sehat dan kisah diatas jelas khurafatnya, manalah mungkin seseorang bisa mewakili buang hajat orang lain, dan mana mungkin kotoran manusia yang najis berubah menjadi emas permata. 

Singkatnya, jika sebuah kisah tidak merujuk pada dalil syar'i dan tidak masuk akal seperti ini haruskah dipercaya, dan layakkah kisah-kisah konyol khurafat kelas dewa harus disampaikan dan dipelajari kitabnya? Wallahu a'lam bis-Shawab 

Demikian Asimun Mas'ud At-Tamanmini menyampaikan semoga bermanfaat. Aamiin 

*والله الموفق الى أقوم الطريق*