Dalam literatur dan hadits shahih, tidak ditemukan riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil Ahlul Bait (keluarga beliau) dengan sebutan Syaikh.
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak secara khusus menetapkan sebutan Syaikh sebagai gelar eksklusif untuk keturunannya. Istilah Syaikh berasal dari bahasa Arab yang berarti kepala suku, ketua, atau seseorang yang memiliki ilmu dan otoritas tinggi dalam agama. Gelar ini tidak diturunkan berdasarkan garis darah (nasab), melainkan diberikan kepada siapa saja yang memiliki kedalaman ilmu agama.
Ketika ada kisah yang dicatat dalam kitab dimana Rasulullah Shallallallahu 'alaihi wa sallam memanggil dengan sebutan syaikh kepada seseorang yang selama ini mengaku sebagai dzurriyah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka harus dipertanyakan validitas kisah tersebut.
Sebagaimana ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (memanggil) kepada keluarganya,
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ لَمَّا نَزَلَتْ : ( وأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الأَقْرَبِينَ ) جَمَعَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ قُرَيْشًا فَخَصَّ وَعَمَّ فَقَالَ " يَا مَعْشَرَ قُرَيْشٍ أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنَ النَّارِ فَإِنِّي لاَ أَمْلِكُ لَكُمْ مِنَ اللَّهِ ضَرًّا وَلاَ نَفْعًا يَا مَعْشَرَ بَنِي عَبْدِ مَنَافٍ أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنَ النَّارِ فَإِنِّي لاَ أَمْلِكُ لَكُمْ مِنَ اللَّهِ ضَرًّا وَلاَ نَفْعًا يَا مَعْشَرَ بَنِي قُصَىٍّ أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنَ النَّارِ فَإِنِّي لاَ أَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلاَ نَفْعًا يَا مَعْشَرَ بَنِي عَبْدِ الْمُطَّلِبِ أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنَ النَّارِ فَإِنِّي لاَ أَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلاَ نَفْعًا يَا فَاطِمَةُ بِنْتَ مُحَمَّدٍ أَنْقِذِي نَفْسَكِ مِنَ النَّارِ فَإِنِّي لاَ أَمْلِكُ لَكِ ضَرًّا وَلاَ نَفْعًا إِنَّ لَكِ رَحِمًا سَأَبُلُّهَا بِبِلاَلِهَا " .
Dari Abu Hurairah: "Ketika (ayat berikut) diturunkan: 'Dan peringatkanlah keluarga dekatmu'. (QS. Asy-Syu'ara : 214), Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengumpulkan (keluarga) Quraisy (memanggil mereka) satu per satu, beliau berkata: 'Wahai orang-orang Quraisy! Tebuslah diri kalian dari api! Aku tidak memiliki kekuasaan untuk mencegah bahaya atau memberikan manfaat kepada kalian di hadapan Allah! Wahai orang-orang Banu 'Abd Manaf! Tebuslah diri kalian dari api! Aku tidak memiliki kekuasaan untuk mencegah bahaya atau memberikan manfaat kepada kalian di hadapan Allah! Wahai orang-orang Banu Qusayy! Tebuslah diri kalian dari api! Aku tidak memiliki kekuasaan untuk mencegah bahaya atau memberikan manfaat kepada kalian! Wahai orang-orang Banu 'Abdul-Muttalib! Tebuslah diri kalian dari api! Aku tidak memiliki kekuasaan untuk mencegah bahaya atau memberikan manfaat kepada kalian! Wahai Fatimah binti Muhammad! Tebuslah dirimu dari api! Aku tidak memiliki kekuasaan untuk mencegah bahaya atau memberikan manfaat kepada kalian di hadapan Allah! Semua yang kalian miliki adalah rahim, dan hubungan kekerabatan yang akan muncul darinya." (HR. Al-Bukhari no.4398 dan At-Tirmidzi no.3185)
Oleh karenanya perlu adanya validasi kisah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memanggil sebutan syaikh kepada seseorang yang mengaku sebagai bagian dari keturunannya sebagaimana yang dijelaskan oleh Syaikh Ali bin Abu Bakar As-Sakran dalam kitab karyanya Al-Burqah Al-Musyiqah fi Dzikr Libas Al-Hirqah Al-Aniqah halaman 151-152 tersebut,
نسب آل باعلوي من أول أجدادهم الشيخ الإمام واحد زمانه الذي إذا قال في أي وقت في صلاة أو غيرها ببلدة تريم أو غيرها من البلاد: السلام عليك أيها النبي ورحمة الله وبركاته، سمع في ذلك الوقت كشفا المصطفى ﷺ يقول له: وعليك السلام يا شيخ. شيخنا الإمام الشيخ علي بن علوي، بن محمد بن علوي بن عبد الله بن أحمد بن عيسى بن محمد ابن علي بن جعفر الصادق بن محمد الباقر بن علي زين العابدين بن الحسين بن علي بن أبي طالب كرم الله وجوههم ورضي عنهم، ولعلوي ابن عبد الله بن أحمد بن عيسى بن محمد بن علي بن جعفر أخ اسمه الشيخ جديد بن عبد الله بن أحمد بن عيسى، وهو جد الشيخ الإمام أبي الحسن علي بن محمد بن أحمد بن محمد المكي، جديد بن علي بن محمد بن جديد ابن عبد الله بن أحمد بن عيسى، وجديد بن عبد الله، وعلوي بن عبد الله أخ اسمه الشيخ بصري، وهو جد الشيخ الإمام واحد دهره سالم بن بصري. ولقد أحسن من قال في هذا النسب الفاخر المال:
نسب أضاء عموده في رفعةٍ
كالبدر فيه ترفُعٌ وضياءُ
وتنائل شهدُ المدد بفضلها
والفضل ما شهدت به الأعداء
Nasab keluarga Al-Ba'alawi dari awal leluhur mereka:
Asy-Syaikh Al-Imam, manusia paling utama di zamannya. Yaitu orang yang apabila ia mengucapkan kapan saja, baik di dalam shalat maupun di luar shalat, di kota Tarim atau di negeri-negeri lain:
"Assalamu 'alaika ayyuhan Nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh" (Keselamatan atasmu wahai Nabi, beserta rahmat Allah dan berkah-Nya)
Maka pada saat itu juga beliau melihat secara kasyaf Nabi Al-Musthafa Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawabnya: "Wa 'alaikas salam ya Syaikh," (Dan atasmu juga keselamatan wahai Syaikh).
Al-Imam Asy-Syaikh Ali bin Alawi, bin Muhammad, bin Alawi, bin Abdullah, bin Ahmad, bin Isa, bin Muhammad, bin Ali, bin Ja'far Ash-Shadiq, bin Muhammad Al-Baqir, bin Ali Zainal Abidin, bin Al-Husain, bin Ali bin Abi Thalib. Semoga Allah memuliakan wajah-wajah mereka dan meridhai mereka.
Dan untuk Alawi bin Abdullah bin Ahmad bin Isa bin Muhammad bin Ali bin Ja'far memiliki seorang saudara bernama: Asy-Syaikh Jadid bin Abdullah bin Ahmad bin Isa. Beliau adalah kakek dari Asy-Syaikh Al-Imam Abul Hasan Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Muhammad Al-Makki Al-Jadid bin Ali, bin Muhammad, bin Jadid, bin Abdullah, bin Ahmad, bin Isa.
Dan Jadid bin Abdullah serta Alawi bin Abdullah memiliki seorang saudara bernama: Asy-Syaikh Bashri. Beliau adalah kakek dari Asy-Syaikh Al-Imam, manusia paling utama di masanya, Salim bin Bashri.
Dan sungguh indah ucapan orang yang berkata tentang nasab yang mulia ini:
نسب أضاء عموده في رفعةٍ
Sebuah nasab yang tiangnya bercahaya dalam kemuliaan
كالبدر فيه ترفُعٌ وضياءُ
Seperti bulan purnama, di dalamnya ada ketinggian dan ccahaya
وتنائل شهدُ المدد بفضلها
Dan para penolong pun bersaksi atas keutamaannya
والفضل ما شهدت به الأعداء
Dan seutama-utamanya keutamaan adalah yang disaksikan oleh musuh sekalipun. (Al-Burqah Al-Musyiqah, Syaikh Ali bin Abu Bakar As-Sakran, hal.151-152). Wallahu a'lam
Demikian Asimun Mas'ud At-Tamanmini menyampaikan semoga bermanfaat. Aamiin
والله الموفق الى أقوم الطريق


Tidak ada komentar:
Posting Komentar