MEDIA ONLINE RESMI MAJELIS WAKIL CABANG (WCNU)NU KECAMATAN CIPAYUNG KOTA ADMINISTRASI JAKARTA TIMUR

Rabu, 08 Juli 2026

PEMBELAAN SYAIKH IBRAHIM AL-BAJURI KEPADA PENUNTUT ILMU DARI JAWA ATAS PEMUNGUTAN PAJAK KOLONIAL BELANDA 1816 M

 ๐๐ž๐ฆ๐›๐ž๐ฅ๐š๐š๐ง ๐’๐ฒ๐š๐ข๐ค๐ก๐ฎ-๐ฅ-๐€๐ณ๐ก๐š๐ซ, ๐’๐ฒ๐š๐ข๐ค๐ก ๐ˆ๐›๐ซ๐š๐ก๐ข๐ฆ ๐š๐ฅ-๐๐š๐ฃ๐ฎ๐ซ๐ข ๐ญ๐ž๐ซ๐ก๐š๐๐š๐ฉ ๐“๐ก๐š๐ฅ๐ข๐›๐ฎ-๐ฅ-'๐ˆ๐ฅ๐ฆ๐ข ๐š๐ฌ๐š๐ฅ ๐“๐š๐ง๐š๐ก ๐‰๐š๐ฐ๐š ๐๐š๐ซ๐ข ๐๐ž๐ฆ๐ฎ๐ง๐ ๐ฎ๐ญ๐š๐ง ๐๐š๐ฃ๐š๐ค ๐Š๐จ๐ฅ๐จ๐ง๐ข๐š๐ฅ ๐๐ž๐ฅ๐š๐ง๐๐š ๐“๐š๐ก๐ฎ๐ง ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ•๐Ÿ” ๐‡/๐Ÿ๐Ÿ–๐Ÿ”๐ŸŽ ๐Œ

Dokumen koleksi dari BaลŸbakanlฤฑk Osmanlฤฑ ArลŸivi (Arsip Kesultanan Ottoman/Turki di Istanbul). 

Inv. BOA A.MKT.UM. 372/94

๐——๐—ฒ๐˜€๐—ธ๐—ฟ๐—ถ๐—ฝ๐˜€๐—ถ ๐——๐—ผ๐—ธ๐˜‚๐—บ๐—ฒ๐—ป

Ini adalah surat rekomendasi/syafaat (tazkiyah) yang ditulis oleh ulama besar Mesir, Syaikh Ibrahim al-Bajuri, Syaikhu-l-Azhar masa tahun 1847–1860 M), yang ditujukan kepada Shadru-l-A'zham (Wazir Agung/Perdana Menteri) Kekhalifahan Daulah 'Aliyah Utsmฤniyah di Istanbul.

Surat ini ditulis untuk memohon bantuan seorang penuntut ilmu asal Tanah Jawa yang telah lama belajar dan berkeluarga di Makkah dan ingin pulang ke tanah air untuk berdagang namun khawatir ditarik pajak/bea cukai tinggi oleh pemeritah "kaum Nasrani" yang dalam konteks sejarahnya yakni "Pemerintah Kolonial Belanda".

Dalam surat tersebut tidak disebutkan nama dari pria tersebut melainkan hanya ciri-cirinya saja, tidak disebutkan pula nama dari Shadru-l-A'zham-nya, namun jika kita lihat dari petunjuk informasi tahunnya disebutkan tahun 1276 H, maka kemungkinannya antara dua; Mustafa ReลŸid Pasha atau Mehmed Emin ร‚li Pasha di masa Sultan Abdรผlmecid I yang memimpin Kekhalifahan Utsmaniyah dari tahun 1839 hingga 1861 Masehi.

๐—ง๐—ฒ๐—ธ๐˜€ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐—ท๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ผ๐—ธ๐˜‚๐—บ๐—ฒ๐—ป ๐˜€๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ๐˜ ๐˜€๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ฎ๐—ถ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ธ๐˜‚๐˜:

๐—•๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐˜€ ๐—œ

ุญู…ุฏًุง ู„ูƒ ูŠุง ู…ู† ุฃู…ุฑู‡ ุจูŠู† ุงู„ูƒุงู ูˆุงู„ู†ูˆู† ูˆุดูƒุฑุงً ู„ูƒ (ุนู†؟) ุฃู† ุชุฏุฑูƒ ูˆุตูู‡ ุงู„ูˆุงุตููˆู† ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ

Segala puji bagi-Mu, wahai Dzat yang urusan-Nya di antara huruf Kaf dan Nun¹, dan syukur bagi-Mu atas ketidakmampuan para pensifat untuk menggapai sifat-Mu serta shalawat ...

¹ yakni apabila Dia-Nya Allah menghendaki sesuatu, cukup berkata "Kun" / Jadilah!

๐—•๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐˜€ ๐—œ๐—œ

ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุงู„ุณุฑ ุงู„ู…ุตูˆู† ูˆุงู„ุฌูˆู‡ุฑ ุงู„ู…ูƒู†ูˆู† ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุฃุตุญุงุจู‡ ุงู„ู…ุญููˆุธูŠู† ุนู† ุงู„ุดูƒูˆูƒ ูˆุงู„ุธู†ูˆู†

... dan salam semoga tercurah kepada sang rahasia yang terpelihara, permata yang tersembunyi (Nabi Muhammad Shalla-Llahu ‘alaihi wa Sallam), juga kepada keluarga dan sahabat-sahabatnya yang senantiasa terjaga dari segala keraguan dan prasangka.

๐—•๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐˜€ ๐—œ๐—œ๐—œ

ุชุญู ุชุญูŠุงุช ู†ุดุฑู‡ุง (ุนู…ูŠู…؟) ูˆุฃุฒูƒู‰ ุฏุนูˆุงุช ุชุชู†ุงุณู‚ ูƒุงู„ุฏุฑ ุงู„ู†ุธูŠู… ู†ู‡ุฏูŠ ุฐู„ูƒ ุฅู„ู‰ ุงู„ุฐุงุช

(serta) bingkisan penghormatan yang penyebarannya merata serta doa-doa paling suci yang tersusun rapi sebagaimana untaian mutiara, kami persembahkan hal itu kepada pribadi ...

๐—•๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐˜€ ๐—œ๐—ฉ

ุงู„ุณู†ูŠุฉ ุตุงุญุจ ุงู„ู‡ู…ุฉ ุงู„ุนู„ูŠุฉ ุงู„ู…ุญููˆุธ ุนู† ุฌู…ูŠุน (ุงู„ูุชุฑุข\ุงู„ู…ุถุฑุงุช؟) ุงู„ู„ุงุจุณ ุชุงุฌ ุงู„ุฃู…ุฑุง(ุก) ุงู„ุนุฒูŠุฒ ุงู„ู…ูุฎู…

Yang mulia, punya tekad yang tinggi, terjaga dari segala (keburukan/bahaya), mengenakan mahkotanya para Amir (pemimpin) yang mulia ...

๐—•๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐˜€ ๐—ฉ

ุงู„ู…ูƒุฑู… ุตุงุญุจู†ุง ุงู„ุนุฒูŠุฒ ุตุฏุฑ ุงู„ุฃุนุธู… ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุนู† ุฌู…ูŠุน ุงู„ุจู„ุงุก ูˆุงู„ุจู„ูŠุงุช ูˆุญุฑุณู‡ ุนู†

Yang diagungkan, dimuliakan, sahabat kami yang amat perkasa: Wazir Agung (Shadru-l-A’zham), semoga Allah Ta’ala menjaganya dari segala bala dan petaka, serta senantiasa melindunginya dari ...

๐—•๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐˜€ ๐—ฉ๐—œ

ุฃุนูŠู† ุงู„ุญุงุณุฏูŠู† ูˆุงู„ุจุงุบูŠุงุช ุจุฌุงู‡ ุงู„ู†ุจูŠ ุณูŠุฏ ุงู„ุณุงุฏุงุช ุขู…ูŠู† ูŠุง ู…ุฌูŠุจ ุงู„ุฏุนูˆุงุช (...)

Matanya orang-orang yang dengki nan zhฤlim, dengan berkahnya kedudukan Nabi, penghulunya para pemimpin. Amin (Perkenankanlah Wahai Yang Maha Pengabul Segala Doa)

๐—•๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐˜€ ๐—ฉ๐—œ๐—œ

ุฃู…ุง ุจุนุฏ ู…ุง ูŠู„ูŠู‚ ุจุงู„ู…ู‚ุงู… ู…ู† ุฌุฒูŠู„ ุงู„ุชุญูŠุฉ ูˆุนุธูŠู… ุงู„ุฅูƒุฑุงู… ู†ุนู„ู…ูƒู… ุนู„ู…ูƒู… ุงู„ู„ู‡ ุฃู† ู‡ุฐุง

Adapun setelah itu, dengan segala penghormatan yang layak bagi kedudukan yang mulia ini serta pengagungan yang agung, kami memberitahukan kepada Tuan – semoga Allah senantiasa menambahkan ilmu kepadamu – bahwa ...

๐—•๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐˜€ ๐—ฉ๐—œ๐—œ๐—œ

ุงู„ุฑุฌู„ ุฃุชู‰ ู…ู† ู…ูƒุงู† ุจุนูŠุฏ ูˆู‚ุฏ ู‚ุงุณู‰ ู…ู† ุงู„ุชุนุจ ุงู„ุดุฏูŠุฏ ุตุงุญุจ ุฏูŠุงู†ุฉ ูˆุชู‚ูˆุง (ู‰؟) (ูˆ) ู‡ูˆ

Ada seorang pria yang datang dari tempat yang jauh dan benar-benar telah mengalami keletihan yang teramat sangat, beliau adalah seorang yang taat beragama lagi bertaqwa, dan beliau (juga) ...

๐—•๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐˜€ ๐—œ๐—ซ

ุฑุฌู„ ู…ู† ู…ู…ู„ูƒุฉ ุฃุฑุถ ุงู„ุฌุงูˆุง (ู‰\ู‡) ูˆู‚ุฏ ุฌุงูˆุฑ ููŠ ู…ูƒุฉ ู…ุฏุฉ ุนุฏูŠุฏุฉ ู„ุทู„ุจ ุงู„ุนู„ู… ูˆุชุญุตูŠู„ ุงู„ูุงุฆุฏุฉ

... Adalah seorang pria dari kerajaan tanah Jawa (h?), dan ia telah bermukim di Makkah dalam kurun waktu yang lama untuk menuntut ilmu serta mengambil manfaat (dari ilmu tersebut).

๐—•๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐˜€ ๐—ซ

ูˆุชุฃู‡ู„ ููŠู‡ุง ูˆุญุตู„ ุงู„ุนูŠุงู„ ู…ู† ุฃู‡ู„ู‡ุง ูุงู„ุขู† ุฃุฑุงุฏ ุฃู† ูŠุฑุฌุน ุฅู„ู‰ ุจู„ุฏู‡ ู„ูŠุชุฌุฑ ููŠู‡ ูˆุชุญุตูŠู„

Beliau juga telah menikah di sana dan memiliki keluarga (anak - istri) dari penduduk setempat. Dan saat ini, ia hendak kembali ke negerinya untuk berdagang di sana dan mencari ...

๐—•๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐˜€ ๐—ซ๐—œ

ุงู„ู†ูู‚ุฉ ู„ุนูŠุงู„ู‡ ูˆุงู„ุญุงู„ ุฃู† ุงู„ุจู„ุฏ ุชุญุช ุญูƒู… ุงู„ู†ุตุงุฑู‰ ูุฃุฑุงุฏ ุฃู† ูŠู„ุชู…ุณ ู…ู† ุงู„ุฏูˆู„ุฉ

... nafkah bagi keluarganya. Sementara situasi kondisi saat ini, negeri tersebut di bawah kekuasaan kaum Nasrani (Kolonial Belanda), maka beliau bermaksud untuk memohon kepada Kesultanan ...

๐—•๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐˜€ ๐—ซ๐—œ๐—œ

ุงู„ุนู„ูŠุฉ ูˆุฑู‚ุฉ ุงู„ูุณุญ ุนู„ู‰ ุฃู† ุงู„ู†ุตุงุฑู‰ ู„ุง ูŠุฃุฎุฐูˆู† ู…ู† ู…ุงู„ ุชุฌุงุฑุฉ ุงู„ุนุดูˆุฑ(.) ู‡ุฐุง

Yang Mulia (Daulah ‘Utsmaniyyah) sebuah surat izin (surat keterangan jalan), agar kiranya Kaum Nasrani (Kolonial Belanda) tidak memungut pajak sepersepuluh (bea cukai( dari harta dagangannya. Demikianlah ...

๐—•๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐˜€ ๐—ซ๐—œ๐—œ๐—œ

ู‡ูˆ ุงู„ู…ุทู„ูˆุจ ูˆุงู„ู…ุฃู…ูˆู„ ู…ู† ุงู„ู„ู‡ ูˆู…ู†ูƒู… ุงู„ู‚ุจูˆู„ ุจุฌุงู‡ ุณูŠุฏู†ุง ุงู„ุฑุณูˆู„ ูˆุงู„ุฒู‡ุฑุง ุงู„ุจุชูˆู„

Yang diminta nan diharapkan, dan dari Allah-lah kemudian dari Anda kami mengharapkan pengabulan, dengan berkah kedudukan junjungan kami, Sang Rasul dan Az-Zahra-l-Batul (Fathimah binti ar-Rasul Sang Putri yang bercahaya dan menjaga kesucian dirinya).

๐—•๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐˜€ ๐—ซ๐—œ๐—ฉ

ุขู…ูŠู† ูŠุง ุฎูŠุฑ ุงู„ู…ุณุฆูˆู„ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ุฎูŠุฑ ุฎู„ู‚ู‡ ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

Amin, wahai Sebaik-baik Tempat Meminta. Dan semoga shalawat dan keselamatan dari Allah tercurahkan kepada sebaik-baik makhluk-Nya, Muhammad serta keluarga dan sahabatnya.

ุงู„ุดูŠุฎ

ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… ุงู„ุจุงุฌูˆุฑูŠ

ุฎุงุฏู… ุงู„ุนู„ู…

ูˆุงู„ูู‚ู‡

ุจุงู„ุฃุฒู‡ุฑ

๐‘บ๐’š๐’‚๐’Š๐’Œ๐’‰

๐‘ฐ๐’ƒ๐’“๐’‚๐’‰๐’Š๐’Ž ๐’‚๐’-๐‘ฉ๐’‚๐’‹๐’–๐’“๐’Š

๐‘ฒ๐’‰๐’‚๐’…๐’Š๐’Ž๐’–-๐’-‘๐‘ฐ๐’๐’Ž๐’Š

๐‘ซ๐’‚๐’ ๐‘ญ๐’Š๐’’๐’‰

๐’…๐’Š ๐‘จ๐’-๐‘จ๐’›๐’‰๐’‚๐’“

๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐—ท๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—ป

Segala puji bagi-Mu, wahai Dzat yang urusan-Nya berada di antara Kaf dan Nun (yakni apabila Dia menghendaki sesuatu, cukup berkata "Kun" / Jadilah!), dan rasa syukur ke hadirat-Mu atas ketidakmampuan para makhluk untuk menggambarkan sifat-Mu yang agung. Selawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Sang Rahasia yang Terpelihara dan Permata yang Tersembunyi (Baginda Nabi Muhammad Shalla-Llahu ‘alaihi wa Sallam), serta kepada keluarga dan para sahabatnya yang terjaga dari segala keraguan dan prasangka.

Bersama ini, kami hadiahkan bingkisan penghormatan yang amat luas serta doa-doa paling suci yang tersusun indah bagai untaian mutiara, kami persembahkan kepada pribadi yang mulia, pemilik tekad yang tinggi, yang terjaga dari segala marabahaya, yang mengenakan mahkota para pemimpin yang agung, yang dimuliakan dan dihormati, sahabat kami yang perkasa: Shadru-l-A’zham (Wazir Agung/Perdana Menteri Khilafah Utsmaniyah). Semoga Allah Ta'ala senantiasa menjaganya dari segala bala dan petaka, serta melindunginya dari mata orang-orang yang dengki nan zhalim, demi dengan berkahnya kedudukan agung Nabi, penghulu para pemimpin. Amin, Wahai Maha Pengabul Segala Doa.

Jadi, dengan segala penghormatan yang layak bagi kedudukan Tuan yang tinggi dan pengagungan yang mulia, kami memberitahukan kepada Tuan —semoga Allah senantiasa melimpahkan ilmu kepadmu— Ada seorang pria yang datang dari tempat yang jauh dan benar-benar telah mengalami keletihan yang teramat sangat, beliau adalah seorang yang taat beragama lagi bertaqwa, dan beliau (juga) Adalah seorang pria dari kerajaan tanah Jawa (h?), dan ia telah bermukim di Makkah dalam kurun waktu yang lama untuk menuntut ilmu serta mengambil manfaat (dari ilmu tersebut). Beliau juga telah menikah di sana dan memiliki keluarga (anak - istri) dari penduduk setempat. 

Dan saat ini, ia hendak kembali ke negerinya untuk berdagang di sana dan mencari nafkah bagi keluarganya. Sementara situasi kondisi saat ini, negeri tersebut di bawah kekuasaan kaum Nasrani (Kolonial Belanda), maka beliau bermaksud untuk memohon kepada pihak Kesultanan Yang Mulia (Daulah ‘Utsmaniyyah) sebuah surat izin (surat keterangan jalan), agar kiranya Kaum Nasrani (Kolonial Belanda) tidak memungut pajak sepersepuluh (bea cukai( dari harta dagangannya. Demikianlah Yang diminta nan diharapkan, dan dari Allah-lah kemudian dari Tuan kami mengharapkan pengabulan, dengan berkah kedudukan junjungan kami, Sang Rasul dan Az-Zahra-l-Batul (Fathimah binti ar-Rasul Sang Putri yang bercahaya dan menjaga kesucian dirinya).

Amin, Wahai Sebaik-baik Tempat Meminta! Dan semoga shalawat dan keselamatan dari Allah tercurahkan kepada sebaik-baik makhluk-Nya, Muhammad serta keluarga dan sahabatnya.

Syaikh Ibrahim al-Bajuri

Khadimu-l-‘Ilmi dan Fiqh di Al-Azhar 

๐—•๐—ถ๐—ผ๐—ด๐—ฟ๐—ฎ๐—ณ๐—ถ ๐—ฆ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ๐˜

Syaikh Ibrahim al-Bajuri, bernama Burhanuddin, Ibrahim bin Muhammad al-Jizawi bin Ahmad al-Bajuri al-Asy'ariy asy-Syafi'iy an-Naqsyabandiy al-Khalwatiy al-Azhariy. Lahir tahun 1198 H/1784 M di Desa al-Bajur, Provinsi al-Munufiyyah, Mesir. Tarikh wafatnya ada yang mengatakan pada 28 Zulqa'dah 1267 H (1860 M), ada juga yang mengatakan tahun 1277 H/1861 M.

Beliau menjadi Syaikhu-l-Azhar yang ke-19 di usianya yang ke-65 tahun, tepatnya pada bulan Sya'ban 1263 H/Juli 1847 M. Beliau mengajar beberapa pelajaran kepada para murid. Beliau juga melanggengkan mengajar tafsir karya Imam Fakhruddin Ar-Razi (w. 606 H), Tafsir Al-Kabir hingga jatuh sakit sebab tua yang tidak memungkinkannya untuk melanjutkan pelajaran dan mengurusi semua administrasi Al-Azhar.

Karangannya sangat banyak, lebih kurang ada 12 karya besar dari tahun 1222 H ketika usianya 24 tahun sampai 1238 dan beberapa karya belum rampung sekitar 6 karya. (44 Imam Akbar; Kamus Biografi Ulama Al-Azhar; Mujawirin). Wallahu a'lam ๐Ÿ™๐Ÿป 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar