MEDIA ONLINE RESMI MAJELIS WAKIL CABANG (WCNU)NU KECAMATAN CIPAYUNG KOTA ADMINISTRASI JAKARTA TIMUR

Selasa, 20 September 2011

MENGENAL DAKWAH SALAFUS SHOLEH

إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الأرْضِ وَإِذْ أَنْتُمْ أَجِنَّةٌ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ فَلا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى

“Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tantang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (QS. An-Najm : 32)

Sebuah ungkapan penuh hikmah penulis kutip dari Abu Abdillah Al Mishri ketika mensikapi salah satu artikel situs salafy di Timur Tengah (www.sahab.net), DR. Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali dalam tulisannya tentang bid’ah yang isinya menghakimi dan menyerang siapa pun yang dianggap sebagai ahlu bid’ah secara membabi buta. Al Madkhali mengutip perkataan Yahya bin Yahya yang diriwayatkan Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawa-nya, bahwa memerangi ahlu bid’ah lebih utama dari berjihad fi sabilillah. Lalu dibelakang namanya, dia ini menuliskan gelar untuk dirinya sendiri, “Pemberantas Bid’ah dan Para Pelakunya, Penolong Sunnah dan Pengikutnya, dan Pembela Akidah.”

Demikianlah sebagian contoh akhlak seorang tokoh kaum salaf masa kini yang mengaku sebagai penolong sunnah; dengan bangganya dia labelkan pada dirinya gelar-gelar yang tidak dicontohkan oleh Allah, Rasul-Nya, dan para ulama salaf. Dari gelarnya saja seakan-akan dia orang yang paling benar dan suci, yang lain (ahlu bid’ah) tidak, sedangkan dalam firman Allah SWT diatas jelas melarang mensucikan diri sendiri karena kesombongan.

Benarkah memerangi ahlu bid’ah sebaik-baik jihad sebagaimana kata mereka? Ternyata tidak mutlak demikian, sebab perkataan itu justru menyalahi sabda Rasulullah saw, “Sebaik jihad adalah kalimat (perkataan) keadilan di hadapan penguasa yang sewenang-wenang.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Abu Daud, dari Abu Sa’id Al-Khudri).
Dalam kitab Ushul Al-Hukmi ‘Ala Al-Mubtadi’ah, Ibnu Taimiyah menentukan sepuluh kaidah dalam menghadapi ahlu bid’ah, tiga diantaranya:

1. Tidak menyalah-nyalahkan seorang mujtahid apabila dia salah dalam ijtihadnya. Lebih utama dari itu adalah, jangan sampai mengkafirkan atau memfasiqkannya.

2. Tidak memfonis pelaku bid’ah dengan ahlu bid’ah yang memperturutkan hawa nafsu, juga tidak memusuhi karena bid’ahnya, kecuali jika bid’ah yang dilakukan adalah bid’ah kelas berat.

3. Tidak menghukumi pelaku bid’ah bahwa dia adalah orang yang celaka termasuk golongan sesat yang tujuh puluh dua, kecuali jika bid’ah yang dilakukan adalah bid’ah yang dapat mengkafirkan si pelaku.

Demikian Ibnu Taimiyah dengan segala keilmuan dan keadilannya. Sangat berbeda dengan para pengikutnya yang lebih senang mencaci-maki ulama yang tidak sependapat dengan mereka, masih ditambah denga ‘hoby’ mereka yang suka mencari-cari kesalahan orang atau kelompok yang tidak mereka sukai. Seperti inikah orang yang mengaku pengikut salaf? Pantaskah kita teladani akhlak dahwahnya? MALU IH!!!

Ibnu ‘Arabi dalam Al-Awashim Min Al-Qawashim mengatakan, “Sesungguhnya ilmu agama ini tidak akan matang sebelum sifat fanatisme kelompok hilang dari umat islam.”

Ibnu Muflih dalam Al-Adab Asy-Syar’iyah mengutip perkataan Imam Ahmad bin Hambal yang diriwayatkan oleh Al-Mawarzi, “Tidak selayaknya bagi seorang faqih (paham agama) untuk menggiring manusia kepada madzhabnya, dan tidak pula sepatutnya dia bersikap keras kepada mereka.”

Ibnu Qadamah dalam Ar-Raudhah fi Ushul Al-Fiqh mengatakan, “Apabila seorang mufti (pemberi fatwa) dimintai fatwanya, sementara dalam masalah tersebut tidak ada kelonggaran dalam madzhabnya, hendaknya dia anjurkan agar orang yang meminta fatwa untuk mencari jawabannya pada ulama lain yang memiliki kelonggaran dalam masalah tersebut.”

Betapa bijaksana para ulama salaf. Merekalah salaf sesungguhnya. Bagaikan bumi dan langit. Mereka sangat toleran, namun pengikutnya sangat fanatik. Nama mereka indah dengan kelembutan akhlaknya, sementara banyak diantara pengikutnya bersikap kasar dan maunya menang sendiri. Mereka sangat menghormati orang lain yang berbeda pendapat, sementara pengikutnya justru bahagia jika bisa mencela dan menemukan kesalahan orang lain. Orang-orang yang mengklaim sebagai pengikut ‘resmi’ kaum salaf (yang mengaku sebagai kekasih Allah SWT) ini tidak jauh-jauh amat dari perkataan seorang penyair, “Betapa banyak pemuda yang mengaku sebagai kekasih Laila, namun Laila tidak menganggap mereka sebagai kekasihnya.”

Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kalian saling hasad (iri hati, dengki), janganlah saling menawar untuk menjerumuskan orang lain, janganlah saling membenci, janganlah saling membelakangi, janganlah menjual diatas jualan orang lain, tetapi jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim itu saudara muslim yang lain, dia tidak boleh di zhalimi, dibiarkan (di zhalimi orang lain), dan dicaci-maki. Takwa itu ada disini (Nabi menunjuk ke arah dadanya tiga kali). Cukuplah seorang disebut telah berbuat jahat ketika dia mencaci saudara muslimnya. Setiap muslim atas muslim lainnya diharamkan darahnya, hartanya, dan kehormatannya.” (HR. Muslim) “Amal yang paling dicintai Allah adalah memelihara lidah.” (HR. Al-Baihaqi)

Umar bin Khaththab berkata, “Aku telah melihat seluruh teman, dan aku tidak melihat teman yang lebih utama daripada memelihara lidah.”

Barangsiapa banyak tertawa maka sedikit wibawanya; barangsiapa meremehkan umat manusia maka ia pun akan diremehkan; barangsiapa banyak bicara maka banyak pula salahnya; barangsiapa banyak salahnya maka sedikit malunya; barangsiapa sedikit malunya maka sedikit wira’inya; barangsiapa sedikit wira’inya maka matilah hatinya. Wallahu A’lam

1 komentar:

  1. SEKEDAR INFO BOCORAN TOGEL
    JIKA ANDA BUTUH A'NGKA GHOIB/JITU
    SGP HK MALAYSIA ARAB SAUDI LAOS
    2D_3D_4D-5D-6D-7D DI JAMIN 100% TEMBUS...
    SAYA BUKTINYA SUDAH 5X JP
    DAN SAYA SUDAH BENER2 YAKIN DENGAN AKI RORO
    YANG TELAH MEMBERIKAN ANGKA RITUAL NYA
    BAGI ANDA YANG SUKA MAIN TOGEL
    & INGIN SEPERTI SAYA SILAHKAN GABUNG DENGAN AKI RORO
    SILAHKAN HUB DI NO: ((_082_336_642_456_))


    Sekian lama saya bermain togel baru kali ini saya
    benar-benar merasakan yang namanya kemenangan 4D
    dan alhamdulillah saya dpat Rp 250 juta dan semua ini
    berkat bantuan angka dari AKI RORO
    karena cuma Beliaulah yang memberikan angka
    ritual yg di jamin 100% tembus awal saya
    bergabung hanya memasang 100 ribu karna
    saya ngak terlalu percaya ternyatah benar-benar
    tembus dan kini saya ngak ragu-ragu lagi untuk memasang
    angka nya,,,,buat anda yg butuh angka yang di jamin tembus
    hubungi AKI RORO DI NO: ((_082_336_642_456_))
    insya allah beliu akan siap menbatu kesusahan anda
    ''kami sekeluarga tak lupa mengucapkan puji syukur kepada ALLAH S,W,T dan terima kasih banyak kepada AKI RORO

    BalasHapus