MEDIA ONLINE RESMI MAJELIS WAKIL CABANG (WCNU)NU KECAMATAN CIPAYUNG KOTA ADMINISTRASI JAKARTA TIMUR

Kamis, 05 Maret 2026

BANGGA DENGAN NASAB ADALAH TIPU DAYA IBLIS




قال ابن الجوزي رحمه الله تعالى :"ومن تلبيسه- أي إبليس- عليهم أن يكون لأحدهم نسب معروف فيغتر بنسبه فيقول أنا من أولاد أبي بكر وهذا يقول أنا من أولاد علي وهذا يقول أنا شريف من أولاد الحسن أو الحسين أو يقول أنا قريب النسب من فلان العالم أو من فلان الزاهد . وهؤلاء يبنون أمرهم على أمرين :

- أحدهما:أنهم يقولون من أحب إنسانا حشر معه أحب أولاده وأهله . 

- والثاني:أن هؤلاء لهم شفاعة وأحق من شفعوا فيه أهلهم وأولادهم.وكلا الأمرين غلط . 

أما المحبة فليست محبة الله عز وجل كمحبة الآدميين وإنما يحب من أطاعه فإن أهل الكتاب من أولاد يعقوب لم ينتفعوا بآبائهم . 

وأما الشفاعة فقد قال الله تعالى {ولا يشفعون إلا لمن ارتضى} الأنبياء :28. 

ولما أراد نوح حمل ابنه في السفينة قيل له :{إنه ليس من أهلك}هود:46.

ولم يشفع إبراهيم في أبيه ولا نبينا في أمه وقد قال صلى الله عليه وعلى آله وسلم لفاطمة رَضِيَ اللَّه تَعَالَى عَنْهَا "لا أغني عنك من الله شيئا (رواه البخاري2753ومسلم 206). 

ومن ظن أنه ينجو بنجاة أبيه كان كمن ظن أنه يشبع بأكل أبيه (تلبيس إبليس ص 379).

Ibnu Al-Jauzi (Al-Hafizh Al-Imam Jamaluddin Abi Al-Faraj Abdurrahman bin Jauzi Al-Baghdadi) rahimahullah berkata, "Di antara tipu daya Iblis kepada mereka adalah, seseorang memiliki nasab yang terkenal, maka dia merasa sombong dengan nasabnya itu. Dia berkata: 'Aku adalah keturunan Abu Bakr.' Yang lain berkata: 'Aku adalah keturunan Ali.' Yang lain lagi berkata: 'Aku adalah keturunan yang mulia dari Hasan atau Husain.' Atau dia berkata: 'Aku adalah kerabat dekat dengan si fulan yang alim atau si fulan yang zuhud.'

Mereka membangun urusan mereka atas dua hal:

1. Mereka berkata: 'Barangsiapa yang mencintai seseorang, maka dia akan dikumpulkan bersamanya.' Mereka juga mencintai keluarga dan keturunannya.

2. Mereka berkata: 'Orang-orang ini memiliki syafaat, dan yang paling berhak mendapatkan syafaat adalah keluarga dan keturunannya.'

Kedua hal ini adalah salah. Cinta Allah tidak sama dengan cinta manusia. Allah hanya mencintai orang yang taat kepada-Nya. Bani Israel, yang merupakan keturunan Nabi Yakub, tidak mendapatkan manfaat dari nasab mereka.

Tentang syafaat, Allah berkata: "Dan mereka tidak dapat memberi syafaat kecuali kepada orang yang diridhai Allah." (Al-Anbiya: 28)

Ketika Nabi Nuh ingin membawa anaknya ke dalam kapal, Allah berkata: "Sesungguhnya dia bukan termasuk keluargamu." (Hud: 46)

Nabi Ibrahim tidak memberikan syafaat kepada ayahnya, dan Nabi Muhammad tidak memberikan syafaat kepada ibunya. Nabi Muhammad berkata kepada Fatimah: "Aku tidak dapat menolongmu sedikit pun dari Allah." (HR. Bukhari 2753 dan Muslim 206)

Barangsiapa yang berpikir bahwa dia akan selamat karena nasab ayahnya, maka dia seperti orang yang berpikir bahwa dia akan kenyang dengan memakan makanan ayahnya. (Talbis Iblis, hal. 379). Wallahu a'lam 

Demikian Asimun Mas'ud At-Tamanmini menyampaikan semoga bermanfaat. Aamiin 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar