Rabu, 22 Juni 2011

MABADI KHAIRO UMMAH (3)

Mabadi Khoiro Ummah 3

2.   Alamanah walwafa bil’ahdl

Butir ini memuat dua istilah yang saling kaityakni alamanah dan alwafa bilahdiYang pertama secara lebih umum maliputi semua beban yang harus dilaksanakanbaik ada perjajian maupun tidaksedang yang disebut belakangan hanya berkaitan dengan perjanjianKedua istilah ini digambungkan untuk memperoleh satu kesatuan pengertian yang meliputidapat dipercayasetia dan tepat janjiDapat dipercaya adalah sifat yang diletaka pada seseorang yang dapat melaksanakan semua tugas yang dipikulnyabaik yang bersifat diniyah maupun ijtimaiyyahDengan sifat ini orang menghindar dari segala bentuk pembekalaian dan manipulasi tugas atau jabatan.
¨bÎ).1 ©!$# öNä.ããBù'tƒ br& (#rŠxsè? ÏM»uZ»tBF{$# #n<Î) )    $ygÎ=÷dr& النساء:  58 )
2. اد الامانة الى من ائتمنك ولا تخن من خانك ( رواه الدارقطنى)
1.      Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya,
2.      “Sampaikanlah amanat itu kepada orang yang memberi kepercayaan kepadamu, dan jangan menghiyanati orang yang berkhianat kepada mu”. (HR. ad-Daruquthni)

Lawan dari amanah adalah khiayanat termasuk salah satu unsure nifaq sebagaimana tersebut dalam hadis terdahulu.

Setia mengandung pengertian kepatuan dan ketaatan kepad Allah dan pimpinan/ penguasa sepanjang tidak memerintahkan untuk berbuat

1 .  $pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#þqãYtB#uä (#qãèÏÛr& ©!$# (#qãèÏÛr&ur tAqߧ9$# Í<'ré&ur ÍöDF{$# óOä3ZÏB ( ) النساء 59)
2. öqs9ur çnrŠu n<Î) ÉAqߧ9$# #n<Î)ur Í<'ré& ÌøBF{$# öNåk÷]ÏB çmyJÎ=yès9 tûïÏ%©!$# ¼çmtRqäÜÎ7/ZoKó¡o öNåk÷]ÏB 3 (النساء: 83 )
3.      ولواستعمل عليكم عبد حبشي يقودكم بكتاب الله فاسمعوا واطيعوا (رواه مسلم والنسائى)
4.      من امركم من الولاة بمعصية فلا تطيعوه (رواه احمد وابن ماجه والحاكم)

1.      Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.

2.      .Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan ulil Amri).

3.      “ Dan seandainya dipekerjakan untukmu seorang budak habasyi yang dapat menuntun kamu dengan Kitab Allah, amak dengalah dan taatilah”. (HR. Muslim dan an_Nasai).

4.      barang siapa diantara penguasa menyuruh kamu melakukan maksiat, maka jangan kamu taati” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Hakim).

Tetap janji mengandung arti melaksanakan semua perjanjian, baik perjanjian yang dibuat sendiri maupun perjanjian yang melekat karean kedudukanya sebagai mukallaf, meliputi janji memimpin terhadap yang dipimpinya, janji antar sesam anggota masyarakat (kotrak social) antar sesama anggota keluarga dan setiap individu yang lain. Menyalai janji termasuk salah satu unsur nifaq.

$ygƒr'¯»tƒ  1 šúïÏ%©!$# (#þqãYtB#uä (#qèù÷rr& ÏŠqà)ãèø9$$Î/ ) المائدة: 1)
2. šcqèùqßJø9$#ur öNÏdÏôgyèÎ/ #sŒÎ) (#rßyg»tã (( البقره: 177 )
3 . الوأي مثل الدين اوافضل (رواه ابن ابى الدنيا)
4 . اذا وعد الرجل اخاه ان يفى فلم يجد فلا اثم عليه (رواه ابو داود والتمذى)
5. ألا كلكم راع وكلكم مسئول عن رعيته, فالإمام الذى على الناس راع وهو مسئول عن رعيته, والرجل راع على أهل بيته وهو مسئول عن رعيته, والمرأة راعيتة على بيت زوجها وولده وهى مسئولة عنهم, وعبد الرجل راع على مال سيده وهو مسئول عنه الا فكلكم راع وكلكم مسئول عن رعيته. ( متفق عليه)

1.      Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu

2.      Dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji,

3.      janj bagaikan hutangb atau lebih utama (HR. Ibnu Abiddunya)

4.      “Apabial seseorang berjanji kepada saudaranya untuk menepati, alau tidak memperoleh, maka tidak ada dosa baginya” (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi).

5.      “Ingatlah, kamu semu adalah penggembala dan kamu semua beryanggung jawab terhadap gembalanya. Istri adalah penggembala  bagi rumah tangga suaminya dan anaknya dan ia bertanggung jawab terhadap mereka. Budak seseorang adalah penggembala terhadap harta benda tuanya dan ia bertanggung jawab terhadapnya. Ingatlah kamu semua adalag penggembal dan kamu semua bertanggung jawan terhadap gembalanya” (H. Muttafaq alaih).

Ketiga sifat di atas (dapat dipercay, setia dan tetapt janji) menjamin itegritas pribadi dalam menjalankan wewenang dang dedikasi tehadap tugas. Sedangkan alamanah walwafa bil’ahdi itu sendiri, bersama-sama dengan asshidqu, secara umum menjadi ukuran kredebilitas yang tinggi dihadapan pihal lain: satu syarat penting dalam mebangun berbagai kerjasama.

3.      Al-‘adalah

Bersikap adil (al’adalah) mengandung pengertian obyektif, proposional dan taat asas. Bitir ini mengharuskan orang berpegang kepad kebenaran obyektif dan memnempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Distorsi penilaian sangat mungkin terjadi akibat pengaruh emosi, sentimen pribadi atu kepentingan egoistic. Distorsi semacam ini dapat menjeruamuskan orang kedalam kesalahan fatal dalam mengambil sikap terhadap suatu persolan. Buntutnya suadah tentu adalah kekeliruan bertindak yang bukan saja tidak menyelesaikan masalah, tetapi bahkan menambah-namabh keruwetan. Lebih-lebih jika persolan menyangkut perselisihan atau pertentangan diantara berbagai pihak. Dengan sikap obyektif  dan pro[osional distorsi semacam ini dapat dihindarkan.

1- #sŒÎ)ur OçFôJs3ym tû÷üt/ Ä¨$¨Z9$# br& (#qßJä3øtrB ÉAôyèø9$$Î/ (النساء:58)
2-  ¨bÎ) ©!$# ããBù'tƒ ÉAôyèø9$$Î/ Ç`»|¡ômM}$#ur (النحل:90).
3- (#þqäÜÅ¡ø%r&ur ( ¨bÎ) ©!$# =Ïtä šúüÏÜÅ¡ø)ßJø9$#   ( الحجرات: 9).
4- $pkšr'¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#qãYtB#uä (#qçRqä. šúüÏBº§qs% ¬! uä!#ypkà­ ÅÝó¡É)ø9$$Î/ ( Ÿwur öNà6¨ZtB̍ôftƒ ãb$t«oYx© BQöqs% #n?tã žwr& (#qä9Ï÷ès? 4 (#qä9Ïôã$# uqèd Ü>tø%r& 3uqø)­G=Ï9 ( (#qà)¨?$#ur ©!$# 4 žcÎ) ©!$# 7ŽÎ6yz $yJÎ/ šcqè=yJ÷ès?  (المائدة: 8)
5- إن المقسطين عند الله على منابر من نور الذين يعدلون فى حكمهم فى اهلهم ومالهم ( رواه مسلم).
6- اتقوا الله واعدلوا فى أولادكم (متفق عليه).


1.      “Dan apabila kamu menetapkan hokum di atara manusia suapay kamu menetapkan dengan adil” (S. An.Nisa :58)

2.      “sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan” (S. An-Nahl: 90)

3.      “dan berlaku adillah, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil” (S. Al-Hujarat: 9)

4.      “Hai oaring-oarang yang beriman hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakakan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan jangalah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil, berlaku adilah, karean adil itu lebih dekat kepad taqwa. Dan bertaqwalah kepad Allah, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan” (S. Al-Maidah: 8)

5.      “sesungguhnya orang-orang yang adil menurut Allah berada diatas mimbar cahaya, yaitu orang –orang yang adail dalam penetapan hukuman, dalam keluarganya dan harta bendanya”(HR. Muslim)
6.      “bertaqwalah kamu kapada Allah dan berlakun adilah dalam anak-anakmu” (H. Muttafaq alaih)

Implikasi lain dari al-adalah adalah kesetiyaan kepad aturan main (correct) dan rasionalista dalam perbuatan keputusan, termasuk dalam alokasi sumberdaya dan tugas (“the right man on the right palace) “kebaikan” memang sering kali diperlukan dalam mengangani masalah –masalah tertentu. Tetapi semuanya harus tetap diatas landasan (asas) bertindak yang disepakati bersama.

1-والله لا يأخذ أحد منكم شيئا بغير حقه إلا لقى الله تعالى يوم القيامة(متفق عليه)
2- من اقتطع حق امرئ بيمينه فقد أوجب الله له النار وحرم عليه الجنة فقال وإن كان شيئا يسيرا. قال وإن كان قضيبا من اراك (رواه مسلم).
3- اللهم إنى اخرج حق الضعيفين اليتيم والمرأة.(رواه النسائى)
4- اعط الاجير اجره قبل ان يجف عرقه.


1.      “demi Allah, sesorang daiatar kamu tidak mengtambil suatu yang bukan haknya kecuali kan menjumapai Allah SWT membawanya pad hari kiamat” (H. Mutafaq alaihi)

2.      “barang siapa yang mengambil hak seseorang dengan sumapah palsu maka Allah mewajibkan baginya neraka dan mengharamkan nya surga. Lalu ia berkata, “meskipun hanya sedikit?” Jawab Nabi, : Meskipun hanya setangkai dahan dari pohon araq” (R. Muslim)

3.      “ya Allah, sungguh aku mengeluarkan hak dua orang lemah, yaitu anak yatim dan perempuan” (HR. an-Nasai)

4.      Atta’awun

Atta’awun merupakan sendi utama dalam tata kehidupan masyarakat : manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan pihak lain. Pengertia taawun meliputi tolong menolong, setia kawan dan gotong royong dalam kebaikan dan taqwa. Iama al-Mawardi mengaitkan pengertia al-Birru (kebaikan)  dengan kerelaan manusia dan taqwa denga ridla Alla SWT. Memperoleh keduanya berarti memperoleh kebehagiaan yang sempurna. Taawun juga mengandung pengertian timabal balik dari masing-masing pihak untuk memberi dan menerima. Oleh karean itu, sekap taawaun mendorong setiap oaring untuk berusaha danbersika kreatif agae dapat memiliki sesuatu yang dapat disumabngkan kepada orang lain dan kepad kepentingan bersama. Mengembangkan sikap taawun berarti juga mengupayakan konsolidasi.

1- (#qçRur$yès?ur n?tã ÎhŽÉ9ø9$# 3uqø)­G9$#ur ( Ÿwur (#qçRur$yès? n?tã ÉOøOM}$# Èbºurôãèø9$#ur 4 (#qà)¨?$#ur ©!$# ( ¨bÎ) ©!$# ßƒÏx© É>$s)Ïèø9$#   ( المائدة: 2).
2- من كان معه فضل ظهر فليعد به على من لاظهر له.ومن كان له فضل زاد فليعد به على من لازاد له,فذكر من اصناف المال ماذكره حتى راينا أنه لاحق لاحد منا من فضل (رواه مسلم).
3- المسلم اخوالمسلم لايظلمه ولايسلمه,من كان فى حاجةاخيه كان الله فى حاجته ومن فرج عن مسلم كربة فرج الله عنه بها كربة من كرب يوم القيامة ومن ستر مسلما ستره الله يوم القيامة (متفق عليه).
4- والله فى عون العبد ماكان العبد فى عون أخيه (رواه مسلم).

1.      “ Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong menolong dalam berbaut dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada allah, sesungguhnya Allah amat berat siksanya (S. Al-Maidah : 2)

2.      Barang siapa mempunyai kelebihan kendaraan maka hendakalah mebentu kepad orang yang tidak mempunyai kendaraan. Dan barang siap mempunyai kelebihan bekal hendaklah membantu kepad orang yang tidak mempunyai bekal lalu beliau menyebutkan macam-macam harta sehingga kita lihat bahwa tidak ada seorang pun diatara kita yang mempunyai kelebiahan (HR. Muslim)

3.      seorang muslim adalah saudar muslimj yang lain, tidak menganiaya dan tidak membiyarkan saudaranya dianiaya orang. Siap mencukupi kebutuan saudaranya maka Allah menjadi kebutuhanya. Siapa yang  melonggarkan penderitaan sauarang muslim maka Allah akan melonggarkan (meringankan) penderitaanya di hari kiamat. Dan siap yang mnutupi seorang muslim maka Allah akan menutupinya dihari kiamat.(H. Mutafaq alaih).

4.      Allah selalu menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya. (HR. Muslim).


5.      Istiqamah
Istiqomah mengandung pengertian ajeg jejeg, berkesinambunga, dan berkesinambungan. Ajeg jejeg artinya tetap dan tidak bergeser dari jalur (toriqah) sesuai dengan ketentuan Allah SWT dan rasulnya, tuntunan yang diberikan olewh salafu shaleh dan aturan main serta rencana-rencana yang disepakati bersam. Kesinambuang artinya, keterkaitan arata satu kegitan dengan kegaiatn yang lain dan atara satu piriode dengan piriode yang lain sehingga kesemuanya meruapakan satu kesataun yang tak terpisahkan dan salaing menopang seperti sebuah bangunan. Sedangkan makna berkelanjutan adalah bahwa pelaksanaan kegiatn-kegiayatan tersebut merupakan proses yang berlangsung terus menerus tanpa mengalami kemandekan, merupakan siatu proses maju (progressing) buaknya berjalan ditemapat (Stagnant).

1- إن الذين قالوا ربنا الله ثم استقاموا تتنزل عليهم الملائكة الاتخافوا ولاتحزنوا وابشروا بالحنة التى كنتم توعدون. (حم السجدة: 30)
2- فلذلك فادع واستقم كما امرت ولا تتبع اهواءهم وقل امنت بماانزل الله من كتاب وامرت لاعدل بينكم.الله ربنا وربكم لنا اعمالنا ولكم اعمالكم لاحجة بيننا وبينكم الله الله يجمع بيننا وغليه المصير.
3- Ÿwur (#qçRqä3s? ÓÉL©9$%x. ôMŸÒs)tR $ygs9÷xî .`ÏB Ï÷èt/ >o§qè% $ZW»x6Rr& ( النحل: 92)
4- أحب العمل إلى الله مادوام صاحبه عليه وإن قل (متفق عليه).

1. Sesunguhnya orang-orang yang mengatakan “Tuhan kami ialah allah” kemudian mereka meneguhkan diri mereka, maka  malikat akan turun kepada mereka (dengan mangatakan) “janganlah kamu merasa takut dan janganlah kaumerasa sedih, dan gembirakanlah mereka dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu (S. Hamim Sajdah : 30)

2. Maka karena itu serulah (mereka kepada agama itu) dan tataplah sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah, “Aku beriman kepada semua kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya semua kitab yang diturunkan Allah dan aku  diperintahkan supayaberlaku adil diantara kamu. Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nya lah kembali (kit) (S.  Syura :15)       

3.     Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat menjadi cerai berai kembali “(S. An-nahl: 92)

4.        sebaik-baik amal menurut Allah adalah yang dilakukan oleh pemiliknya (pelakunya) terus menerus walaupun sedikit (H. Mutafaq alaih) 

V.  PENUTUP

Pembangkitan kembali dan pengembang gerakan mabadi khaira umah bukan sekedar romatisme sejarah atau demam khithah. Pembengkitang kembeli gerakan ini didorong oleh kebituhan-kebutuhan dan tatanga-tantangan nyata yang dihadapai oleh Nahdlatul Ulama khususnya serata bangsa negar pada umumnya. Kemiskinan kelangkaan sumber daya manusia yang handal kemerosotan buadaya dan mencairnya solidaritas social adalah keprihatinan yang dihadapai oleh masyarakat Indonesia. Dalam konteks yang lebih sempit, konteks jamiyyah nahdlatu Ulama sendiri, lemehnya posisi ekonomi sebagian besar warga, merosostnya solidaritas internal dan kurang berfungsinya tertip oraganisasi telah lama menjadi prolem serius yang hampir-hampi kronis.

Sebagai niali-nilai universal butir-butir mabadi kahiro ummah memng dapat menjadi jawaban langsung bagi problem-problem social yang dihapi oleh masyarakat umum seperti yang disinggung diatas tetapi sosialisasi nilai-nialai tersebut harus dimuali dari diri sendiri dalam hal ini: dimuali dari warga NU semdiri.

Lebih jauh mabadi khairo ummah sebagai seruan moral tidak tiadk akan mendapatkan sasaranya tangpa didukung oleh proses politik yang efektif. NU bukan lagi pada politik tapi tetap mengebang fungsi sebagikelompok penekan, moral force. Dalam fungsi Nu bertangung jawab untuk mengemban mabadi khoirah umah itu sebagi aspirasi moralnya. Tetapi membewa aspirasi kelompok kedalam aspirasi politik pun menuntut dukungang kekuatan tawar (power bergain) yang memadai untuk ini besarnya kekuatan masa secara kuantitatif saja belum cukup. Kualitas oraganisasi juga amat menetukan.

Oleh karenanya gerakan mabadi kahairo umah ini pertama-tama akan diarahkan kepada konsolidasi internal NU sendiri, dengan mengutamakan 2 aspek: pembianaan tata oraganisasi dan pengembangan kekuatan social ekonomi . pemebinaan tata oragnisasi akan mendorong warga untuk tidak sekedar berjamiyah tapi benar-benar berjamiyah, artinya menjaga kesatuan gerak dengan nidlam yang benar-benar diperhatiakn. Sedangkan pembianan kekuatan social ekonomi, disamapin bertujuan langsung meningkatkan kesejahtraan warga, berati pula peningkatan kualitas peran sossial politik NU ditengah masyarakat.

Agar tercaapi hasil yang diaharapkan , gerakan mabadi’ kahairaoh uamah ini harsu diwujudkan kedalam pola sosialisasi yang sitematis, disertai media, media aktualisasi yang kongkrit. Dengan kata lain: melalui rekayasa social yang terencana dengan baik dan utuh. Bentuk-bentuk perwujutanya bisa bseruap sitem pengkaderan formal, termasuk mekanisme rekrutmen kadernya, proyek-proyek pilot sebagi batu ujiian, pelatian-pelatian, pengembangan jaringan bisnis dan usaha bersama dikalangan warga dan lain sebaginya.

Dengan organisasi yang terkonsolidasi potensi-potensi yang lebih teraktualisasi dan kermampuan social yang prima, akan lebih mudah bagi NU dan warganya untuk menedekati citra khoiro umah dengan melaksanakan tugas-tuga dan tanggung jawab secara lebih konsisten dan efektif: da’wah dan amar ma;ruf nahi mungkar. 



[1] Catatan;
Keterangan tersebut di atas didapat dari hasil pengamatan penulis makalah ini sendiri yang ketika itu (th 1940 an) masih berusia (kurang lebih 16 tahun) dan dikuatkan dengan wawancara antara penulis dengan Al-Mukarram Bapak KH. Aziz Diyar, ketika penulis menghadap beliau pada pertengahan atahun 1975 di rumah beliau, Grogol Jakarta. Bapak Aziz Diyer pernah bertahun-tahun menjadi Sekretaris Jendral Nahdlatul Ulama, ketika ketua umumnya adalah Alm. KH. Machfoedz Shiddiq dan beberapa waktu sesudahnya.
Penulis makalah ini, dengan segala kelemahannya memberanikan diri mengungkap dan mengembangkan apa yang pernah dialami dan diamati pada zaman sekitar 40 tahunan yang lalu itu, dengan harapan akan masih ada manfaatnya bagi generasi sekarang, karena materinya masih tetap relevan (cocok dihubungkan) dengn situasi  di zaman ini.
Kepada al-Mukarraom para Ulama sepuh yang sama-sama mengamati anjuran mabadi khairo ummah ini, dimohon kesediaan memeberikan koreksi dan teguran, kalau dalam makalah ini ada kekeliruan/kekhilafan.  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar