Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 9 Maqolah 4
(وَ) الْمَقَالَةُ الرَّابِعَةُ (قَالَ عُثْمَانُ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ: مَنْ حَفِظَ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسَ لِوَقْتِهَا وَدَاوَمَ عَلَيْهَا) أَيْ عَلَى مُحَافَظَةِ الصَّلَوَاتِ (أَكْرَمَهُ اللّٰهُ بِتِسْعِ كَرَامَاتٍ:
Maqolah yang keempat (Telah berkata Utsman Radhiallahu Anhu: Barang siapa yang menjaga sholat yang lima pada waktunya dan langgeng didalamnya) Maksudnya dalam menjaga sholat lima waktu (Maka Allah akan memuliakan dia dengan sembilan kemuliaan
أَوَّلُهَا: يُحِبُّهُ اللّٰهُ) أَيْ يَخُصُّهُ بِالْقُرْبَةِ وَالْأَحْوَالِ الْعَلِيَّةِ
Yang pertama dari sembilan kemuliaan: Adalah Allah akan cinta kepadanya) Maksudnya Allah akan mengistimewakan orang tersebut dengan kedekatan dan dengan keadaan-keadaan yang mulia
(وَيَكُوْنُ بَدَنُهُ صَحِيْحًا) أَيْ بِلَا عُيُوْبٍ
(Dan badannya menjadi sehat) Maksudnya dengan tanpa cacad
(وَتَحْرُسُهُ الْمَلَائِكَةُ) مِنَ الْبَلَايَا الَّتِيْ لَمْ تُبْرَمْ
(Dan akan menjaga kepadanya para malaikat) Dari bencana-bencana yang belum ditetapkan
(وَتَنْزِلُ الْبَرَكَةُ) أَيْ الْخَيْرُ الْكَثِيْرُ (فِى دَارِهِ
(Dan turun keberkahan) Maksudnya kebaikan yang sangat banyak (Pada tempatnya
وَيَظْهَرُ عَلَى وَجْهِهِ سِيْمَا الصَّالِحِيْنَ) أَيْ عَلَامَاتُهُمْ
Dan nampak pada wajahnya tanda dari orang-orang sholeh) Maksudnya tanda-tanda dari orang-orang sholeh
(وَيُلَيِّنُ اللّٰهُ قَلْبَهُ) فَيَقْبَلُ الْمَوَاعِظَ
(Dan Allah akan melembutkan hati orang tersebut) Sehingga dia dapat menerima nasihat-nasihat
(وَيَمُرُّ عَلَى الصِّرَاطِ كَالْبَرْقِ اللَّامِعِ) أَيْ الْمُضِيْءِ
(Dan dia akan melewati shirath seperti kilat yang bersinar) Maksudnya bercahaya
(وَيُنْجِيْهِ اللّٰهُ مِنَ النَّارِ) أَيْ نَارِ جَهَنَّمَ
(Dan Allah akan menyelamatkan dia dari neraka) Maksudnya neraka Jahannam
(وَيُنْزِلُهُ اللّٰهُ) فِي الْجَنَّةِ (فِى جِوَارِ الَّذِيْنَ ﴿لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ﴾ [يونس : الْآيَةُ ٦٢]) أَيْ فِى قُرْبِ الْأَوْلِيَاءِ الْكِبَارِ.
(Dan Allah akan menempatkan dia) Di dalam surga (Di sisi orang-orang yang ﴾Tidak ada kehawatiran atas mereka dan tidak pula mereka bersedih﴿ [Q.S Yunus: Ayat 62]) Sebab kedekatan para wali yang agung
رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [خَمْسُ صَلَوَاتٍ مَنْ حَافَظَ عَلَيْهِنَّ كَانَتْ لَهُ نُوْرًا وبُرْهَانًا وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهِنَّ لَمْ تَكُنْ لَهُ نُوْرًا وَلَا بُرْهَانًا وَلَا نَجَاةً وكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ فِرْعَوْنَ وقَارُوْنَ وهَامَانَ وأُبَيِّ بْنِ خَلَفٍ] رَوَاهُ ابْنُ نَصْرٍ.
Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Lima sholat, barang siapa yang menjaganya, maka lima sholat tersebut akan menjadi cahaya, petunjuk, dan keselamatan pada hari kiamat. Dan barang siapa yang tidak menjaganya, maka lima sholat tersebut tidak akan menjadi baginya cahaya, petunjuk, maupun keselamatan, dan pada hari kiamat dia akan bersama Fir'aun, Qarun, Haman, dan Ubay bin Khalaf]. Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Ibnu Nasr.
Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 9 Maqolah 5
(وَ) الْمَقَالَةُ الْخَامِسَةُ (عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ) وَكَرَّمَ وَجْهَهُ (اَلْبُكَاءُ عَلَى ثَلَاثَةِ أَوْجُهٍ:
Maqolah yang kelima (Dari Ali Radhiallahu Anhu) Wakarrama Wajhahu (Tangisan itu ada pada tiga bagian:
أَحَدُهَا: مِنْ خَوْفِ عَذَابِ اللّٰهِ تَعَالَى، وَالثَّانِى: مِنْ رَهْبَةِ السُّخْطِ) أَيْ مِنْ خَوْفِ غَضَبِ اللّٰهِ تَعَالَى
Yang pertama dari tiga bagian itu: Adalah karena takut dari adzab Allah Ta'ala. Dan yang kedua: Adalah karena takut murkanya Allah) Maksudnya karena takut kemarahan Allah Ta'ala
(وَالثَّالِثُ: مِنْ خَشْيَةِ الْقَطِيْعَةِ) أَيْ مِنْ خَوْفِ الْبُعْدِ عَنِ اللّٰهِ وَإِعْرَاضِهِ تَعَالَى عَنْهُ
(Yang ketiga: Adalah karena takut terputus) Maksudnya karena takut jauh dari Allah dan karena takut berpalingnya Allah Ta'ala dari orang tersebut
(فَأَمَّا الْأَوَّلُ فَهُوَ كَفَّارَةٌ لِلذُّنُوْبِ، وَأَمَّا الثَّانِى فَهُوَ طَهَارَةٌ لِلْعُيُوْبِ) وَهِيَ مَا تَنْقُصُ مَرْتَبَةً
(Adapun yang pertama maka tangisan yang pertama itu adalah penghapus bagi dosa-dosa dan adapun yang kedua maka tangisan yang kedua itu adalah penyucian bagi aib-aib) Aib adalah sesuatu yang dapat mengurangi martabat.
(وَأَمَّا الثَّالِثُ فَهُوَ الْوِلَايَةُ) أَيْ فَنَاءُ الْبَاكِى عَنْ نَفْسِهِ لِقِيَامِهِ عِنْدَ رَبِّهِ (مَعَ رِضَا الْمَحْبُوبِ) وَهُوَ اللَّهُ تَعَالَى
(Dan adapun yang ketiga maka tangisan yang ketiga itu adalah tangis kewalian) Maksudnya lenyapnya tangisan dari dirinya karena berdiri di hadapan tuhannya (Serta keridhoan sang kekasih) Yaitu Allah Ta'ala.
(فَثَمْرَةُ كَفَّارَةِ الذُّنُوْبِ النَّجَاةُ مِنَ الْعُقُوْبَاتِ) فِي الْآخِرَةِ
(Maka buah dari terhapusnya dosa-dosa adalah selamat dari berbagai siksa) Di akhirat
(وَثَمْرَةُ طَهَارَةِ الْعُيُوْبِ النَّعِيْمُ الْمُقِيْمُ) أَيْ الدَّائِمُ (وَالدَّرَجَاتُ الْعُلَى) فِى الْجَنَّةِ
(Dan buah dari penyusian aib-aib adalah kenikmatan yang abadi) Maksudnya yang terus-menerus (Dan derajat yang tinggi) Di surga
(وَثَمْرَةُ الْوِلَايَةِ مَعَ رِضَا الْمَحْبُوْبِ حُسْنُ الْبِشَارَةِ) أَيْ الْخَبَرِ الَّذِى يَتَغَيَّرُ بِهِ بِشْرُ الْوَجْهِ مِنْ أَجْلِ الْفَرَحِ (مِنَ اللّٰهِ تَعَالَى بِالرِّضَا) أَيْ بِحُصُوْلِ رِضَاهُ تَعَالَى عَنْهُ (وَبِالرُّؤْيَةِ) لِذَاتِهِ تَعَالَى مِنْ غَيْرِ مُقَابَلَةٍ (وَزِيَارَةِ الْمَلَائِكَةِ) إيَّاهُ (وَزِيَادَةِ الْفَضِيلَةِ) أَيْ الْخَيْرِ.
(Dan buah dari kewalian serta keridhoan sang kekasih adalah bagusnya kabar kebaikan) Maksudnya sebuah kabar yang menjadi berubah sebab kabar tersebut kegembiraan wajah karena bahagia (Dari Allah Ta'ala dan dengan ridho) Maksudnya dengan sampainya ridho Allah Ta'ala kepadanya (Dan dengan penglihatan) Terhadap Dzat Allah Ta'ala tanpa saling berhadapan (Dan berkunjungnya para malaikat) kepada orang tersebut (Dan bertambahnya karunia) Maksudnya kebaikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar