MEDIA ONLINE RESMI MAJELIS WAKIL CABANG (WCNU)NU KECAMATAN CIPAYUNG KOTA ADMINISTRASI JAKARTA TIMUR

Senin, 27 April 2026

KITAB NASHOIHUL IBAD BAB 10 MAQALAH 11-15

 

Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 10 Maqolah 11

(وَ) الْمَقَالَةُ الْحَادِيَةَ عَشْرَةَ (قَالَ أَبُو الْفَضْلِ رَحِمَهُ اللّٰهُ تَعَالَى: سَمَّى اللّٰهُ كِتَابَهُ بِعَشَرَةِ أَسْمَاءٍ: قُرْآنًا وَفُرْقَانًا وَكِتَابًا وَتَنْزِيْلًا وَهُدًى وَنُوْرًا وَرَحْمَةً وَشِفَاءً وَرُوْحًا وَذِكْرًا)

Maqolah yang kesebelas (Telah berkata Abu Fadl Rahimahullahu Ta'ala: Allah telah memberi nama kitab-Nya dengan sepuluh nama: Al-Qur'an, Al-Furqon, Al-Kitab, At-Tanzil, Al-Huda, An-Nur, Ar-Rahmah, Asy-Syifa, Ar-Ruh dan Adz-Dzikr)

فَقَوْلُهُ قُرْآنًا بِالنَّصْبِ بَدَلٌ مِنْ قَوْلِهِ بِعَشَرَةٍ فَإِنَّهُ مَفْعُوْلٌ ثَانٍ بِسَمَّى لِأَنَّهُ يَتَعَدَّى لِمَفْعُولَيْنِ الثَّانِي بِالْبَاءِ أَوْ بِدُوْنِهِ وَالتَّابِعُ تَابِعٌ لِمَتْبُوْعِهِ فِى اللَّفْظِ أَوْ فِى الْمَحَلِّ

Perkataan Abu Fadl pada lafadz قُرْآنًا itu dengan dibaca nashob sebagai badal dari perkataannya pada lafadz بِعَشَرَةٍ karena lafadz بِعَشَرَةٍ adalah maf'ul kedua dari lafadz fi'il سَمَّى karena sesungguhnya lafadz سَمَّى itu muta'adi pada dua maf'ul. Maf'ul yang kedua boleh dengan huruf ب atau tanpa huruf ب. Badal yang mengikuti itu harus mengikuti pada yang diikutinya dalam lafadz ataupun kedudukan i'rabnya.

(أَمَّا الْقُرْآنُ وَالْفُرْقَانُ وَالْكِتَابُ وَالتَّنْزِيْلُ فَمَشْهُوْرٌ) أَيْ مَعْرُوْفٌ بَيْنَ النَّاسِ

(Adapun Al-Qur'an, Al-Furqon, Al-Kitab Dan At-Tanzil itu masyhur) Maksudnya dikenal di antara manusia

(وَأَمَّا الْهُدَى وَالنُّوْرُ وَالرَّحْمَةُ وَالشِّفَاءُ فَقَدْ قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى: ﴿يَاأَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ﴾ [يونس: الآية ٥٧]،

(Adapun Al-Huda, An-Nur, Ar-Rohmah, Asy-Syifa maka sungguh telah berfirman Allah Ta'ala: ﴾Wahai manusia, benar-benar telah datang kepada kalian nasihat dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit hati, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang mukmin.﴿ [Q.S Yunus: Ayat 57]

وَقَدْ قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى: ﴿قَدْ جَآءَكُمْ مِنَ اللّٰهِ نُوْرٌ وَكِتٰبٌ مُّبِيْنٌ﴾ [الْمَائِدَةِ: الْآيَةُ ١٥].

Dan benar-benar telah berfirman Allah Ta'ala ﴾Benar-benar telah datang kepada kalian dari Allah An-Nur dan Al-Kitab yang nyata﴿ [Q.S Al-Maidah: Ayat 15]

وَأَمَّا الرُّوْحُ فَقَالَ تَعَالَى: ﴿وَكَذٰلِكَ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ رُوْحًا مِنْ أَمْرِنَا﴾ [الشورى: الآية ٥٢].

Dan adapaun Ar-Ruh maka benar-benar telah berfirman Allah Ta'ala: ﴾Demikianlah kami wahyukan kepadamu Ar-Ruh dari keputusan kami﴿ [Q.S Asy-Syura: Ayat 52]

وَأَمَّا الذِّكْرُ فَقَالَ تَعَالَى: ﴿وَأَنْزَلْنَآ إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ﴾ [النحل: الْآيَةُ ٤٤].

Dan adapaun Adz-Dzikr maka benar-benar telah berfirman Allah Ta'ala: ﴾Dan kami telah turunkan kepadamu Adz-Dzikr agar kamu memberi penjelasan kepada manusia﴿ [Q.S An-Nahl: Ayat 44]


Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 10 Maqolah 12

(وَ) الْمَقَالَةُ الثَّانِيَةَ عَشْرَةَ (قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ) ثَارَّانِ (يَا بُنَيَّ) تَصْغِيْرُ مَحَبَّةٍ (إنَّ الْحِكْمَةَ أَنْ تَعْمَلَ عَشْرَ خِصَالٍ: تُحْيِي الْقَلْبَ الْمَيِّتَ، وَتُجَالِسُ الْمَسَاكِينَ، وَتَتَّقِي) أَيْ تَتَجَنَّبُ

Maqolah yang ke dua belas (Telah berkata Luqmanul Hakim kepada anaknya) Tsarron (Wahai anakku sayang) Lafadz بُنَيَّ yang asalnya اِبْنٌ ditashgir karena cinta (Sesungguhnya kebijaksanaan itu hendaknya kamu mengamalkan sepuluh perkara: Kamu menghidupkan hati yang mati, duduk bersama orang-orang miskin, menghindari) Maksudnya menjauhi

(مَجَالِسَ الْمُلُوْكِ، وَتُشَرِّفُ الْوَضِيْعَ) أَيْ تَرْفَعُ السَّاقِطَ الَّذِي لَا قِيمَةَ لَهُ (وَتُحَرِّرُ الْعَبِيْدَ، وَتُؤْوِي الْغَرِيْبَ) أَيْ تُنَزِّلُ مَنْ بَعُدَ مِنْ بَلَدِهِ فِى مَنْزِلِكَ

(Majelis para raja, Memuliakan orang yang rendah,) Maksudnya kamu mengangkat derajat orang yang jatuh yang tidak memiliki nilai (Memerdekakan para budak, Melindungi orang asing) Maksudnya kamu memberi tempat pada orang yang jauh dari negaranya ke dalam rumahmu

(وَتُعِيْنُ الْفَقِيْرَ) أَيْ بِمَالِكَ (وَتَزِيْدُ لِأَهْلِ الشَّرَفِ شَرَفًا) بِأَنْ تَأْلَفَهُمْ (وَلِلسَّيِّدِ سُؤْدَدًا) بِأَنْ تُكْرِمَهُ.

(Menolong orang fakir,) Maksudnya dengan hartamu (Menambah kepada orang yang mulia dengan kemuliaan,) Dengan mengakrabi mereka (Kepada pemimpin menghomati) Dengan cara memuliakannya

حُكِيَ أَنَّهُ اجْتَمَعَ الْكِسَائِيُّ وَالزَّيْدِيُّ عِنْدَ الرَّشِيْدِ فَصَلَّى الْكِسَائِيُّ الْمَغْرِبَ فَارْتَجَّ عَلَيْهِ فِى ﴿قُلْ يَآأَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ﴾ [الكافرون: الآية ١] ، فَقَالَ الزَّيْدِيُّ بَعْدَ السَّلَامِ: قَارِئُ أَهْلِ الْكُوْفَةِ يَرْتَجُّ عَلَيْهِ فِى الْكَافِرُوْنَ.

Dihikayatkan sesungguhnya pernah berkumpul imam Al-Kisai dan Imam Az-Zaidi di hadapan kholifah Harun Ar-Rasyid lalu imam Al-Kisai shalat maghrib kemudian mendapati kesulitan atasnya dalam membaca surat ﴾قُلْ يَآأَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ﴿ [Q.S Al-Kafirun: Ayat 1]. Kemudian berkatalah Imam Az-Zaidi setelah salam: Seorang ahli qiroat kufah mengalami kesulitan dalam surat Al-Kafirun.

ثُمَّ صَلَّى الزَّيْدِيُّ الْعِشَاءَ فَارْتَجَّ عَلَيْهِ فِى سُوْرَةِ الْحَمْدِ فَلَمَّا سَلَّمَ قَالَ الْكِسَائِيُّ مِنْ بَحْرِ الْكَامِلِ:

Kemudian Imam Az-Zaidi shalat Isya kemudian mendapati kesulitan atasnya dalam membaca surat Al-Fatihah maka ketika salam berkatalah Imam Al-Kisai dari bahar kamil:

إِنَّ الْبَلَاءَ مُوَكَّلٌ بِالْمَنْطِقِ*اِحْفَظْ لِسَانَكَ أَنْ تَقُوْلَ فَتُبْتَلَى
Jagalah lisanmu saat berucap sebab kamu akan terkena musibah*Sesungguhnya musibah itu bergantung pada ucapan

(وَهِيَ) أَيْ اَلْعَشَرَةُ خِصَالٍ (أَفْضَلُ مِنَ الْمَالِ وَحِرْزٌ) أَيْ حِصْنٌ (مِنَ الْخَوْفِ وَعُدَّةٌ) بِضَمِّ الْعَيْنِ أَيْ أُهْبَةٌ (فِى الْحَرْبِ) أَيْ اَلْمُقَاتَلَةِ

(Yaitu) Maksudnya sepuluh perkara (Itu lebih utama daripada harta, benteng) Maksudnya benteng (Dari ketakutan, persiapan) Lafadz عدة dengan mendhommahkan huruf ع maksudnya perlengkapan (Untuk pertempuran) Maksudnya perang

1.

Pada maqolah ke dua belas ini, Sayyidina Luqmanul Hakim memberikan sepuluh nasihat kebijaksanaan kepada anaknya tercinta, yaitu Tsarron. Namun, setelah saya menghitungnya dalam kitab yang saya miliki, ternyata hanya ada sembilan nasihat. Saya menduga ini mungkin akibat kesalahan cetak dalam kitab yang saya gunakan. Jika ada di antara pembaca yang memiliki versi cetakan lain dengan sepuluh nasihat dalam maqolah ini, mohon kiranya dapat berbagi informasi di kolom komentar agar tulisan ini dapat saya sempurnakan.

(وَبِضَاعَةٌ حِيْنَ يَرْبَحُ، وَهِيَ) أَيْ تِلْكَ الْعَشَرَةُ (شَفِيْعَةٌ حِيْنَ يَعْتَرِيْهِ الْهَوْلُ) أَيْ نَافِعَةٌ حِيْنَ تُصِيْبُهُ الْأُمُوْرُ الْمُفْزِعَةُ (وَهِيَ دَلِيْلَةٌ حِيْنَ يَنْتَهِي بِهِ الْيَقِيْنُ) أَيْ اَلْمَوْتُ (إِلَى النَّفْسِ ، وَهِيَ سُتْرَةٌ حِيْنَ لَا يَسْتُرُهُ ثَوْبٌ) وَذٰلِكَ فِى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

(Dan modal ketika mengharapkan keuntungan. Dan itu) Maksudnya sepuluh perkara itu (Menjadi pertolongan ketika menimpa kepadanya kengerian) Maksudnya berguna ketika menimpa kepadanya perkara-perkara yang menakutkan (Dan sepuluh perkara itu menjadi petunjuk ketika telah sampai kepadanya kepastian) Maksudnya kematian (Sampai kepada dirinya, dan sepuluh perkara itu akan menjadi penutup ketika sudah tidak dapat menutup kepadanya baju) Dan itu pada hari kiamat

قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ ﷺ: [تُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفَاةً عُرَاةً عِطَاشًا سُكَارَى حَيَارَى مِنْ أَهْوَالِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَا يَعْلَمُ الرَّجُلُ بِالْمَرْأَةِ وَلَا تَعْلَمُ الْمَرْأَةُ بِالرَّجُلِ].

Telah bersabda Rasulullah ﷺ: [Akan dikumpulkan manusia pada hari kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang, haus, mabuk, bingung karena kengerian-kengerian hari kiamat. Tidaklah tau seorang laki-laki kepada seorang perempuan dan tidak tahu seorang perempuan kepada seorang laki-laki].


Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 10 Maqolah 13

(وَ) الْمَقَالَةُ الثَّالِثَةَ عَشْرَةَ (قَالَ بَعْضُ الْحُكَمَاءِ: يَنْبَغِي لِلْعَاقِلِ إذَا تَابَ) أَيْ إذَا أَرَادَ التَّوْبَةَ (أَنْ يَفْعَلَ عَشْرَ خِصَالٍ: إحْدَاهَا اِسْتِغْفَارٌ بِاللِّسَانِ) كَأَنْ يَقُوْلَ: أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ مِنْ جَمِيْعِ الذُّنُوْبِ وَالْآثَامِ

Maqolah yang tiga belas (Telah berkata sebagian dari orang-orang yang bijaksana: Seyogianya bagi orang yang berakal ketika dia bertaubat) Maksudnya ketika dia ingin bertaubat (Hendaknya dia melakukan sepuluh perkara: Salah satunya adalah beristigfar dengan lisan,) Seperti dia berkata: Aku memohon ampun kepada Allah Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan dari semua dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan.

(وَنَدَمٌ بِالْقَلْبِ) عَلَى مَا مَضَى مِنَ الذُّنُوْبِ (وَإِقْلَاعٌ) مِنَ الذُّنُوْبِ فِى الْحَالِ (بِالْبَدَنِ) كَالسَّعْيِ فِى أَدَاءِ الْمَظَالِمِ

(Menyesal dengan hati,) Atas apa saja yang telah lewat dari dosa-dosa (Berhenti) Dari dosa-dosa seketika (Secara fisik) Seperti berusaha mendatangi orang yang dzolim

(وَالْعَزْمُ عَلَى أَنْ لَا يَعُوْدَ) إلَى مَا نَهَى اللّٰهُ عَنْهُ (أَبَدًا) أَيْ إلَى آخِرِ الْعُمُرِ (وَحُبُّ الْآخِرَةِ) بِالْإِقْبَالِ عَلَى أُمُوْرِ الْآخِرَةِ (وَبُغْضُ الدُّنْيَا) أَيْ بِالْإِدْبَارِ عَنْ أُمُوْرِ الدُّنَيَا

(Bertekad untuk tidak mengulangi) Sesuatu yang telah Allah larang darinya (Selamanya,) Sampai akhir hayat (Cinta pada akhirat) dengan cara menghadapkan diri pada urusan-urusan akhirat (Membenci keduniaan,) Maksudnya dengan cara berpaling dari urusan-urusan dunia

(وَقِلَّةُ الْكَلَامِ) رُوِيَ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ أَنَّهُ قَالَ: [مَنْ كَثُرَ كَلَامُهُ كَثُرَ سَقَطُهُ وَمَنْ كَثُرَ سَقَطُهُ كَثُرَتْ ذُنُوْبُهُ وَمَنْ كَثُرَتْ ذُنُوْبُهُ كَانَتِ النَّارُ أَوْلَى بِهِ] .

(Sedikit bicara,) Diriwayatkan dari Nabi ﷺ sesungguhnya Nabi bersabda: [Barang siapa yang banyak bicaranya maka banyak kesalahannya dan barang siapa yang banyak kesalahannya maka banyak dosa-dosanya dan barang siapa yang banyak dosa-dosanya maka neraka itu lebih pantas baginya].

(وَقِلَّةُ الْأَكْلِ وَالشُّرْبِ) رُوِيَ أَنْهَ ﷺ قَالَ: [أَوْلِيَاءُ اللّٰهِ مِنْ خَلْقِهِ أَهْلُ الْجُوْعِ وَالْعَطَشِ فَمَنْ آذَاهُمْ اِنْتَقَمَ اللّٰهُ مِنْهُ وَهَتَكَ سِتْرَهُ وَحَرَّمَ عَلَيْهِ عَيْشَهُ مِنْ جَنَّتِهِ] رَوَاهُ ابْنُ النَّجَّارِ (حَتَّى يَتَفَرَّغَ لِلْعِلْمِ وَالْعِبَادَةِ). قَالَ الشَّاعِرُ:

(Sedikit makan dan minum) Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Para wali-wali Allah dari umat manusia adalah orang-orang yang terbiasa lapar dan haus. Barang siapa menyakiti wali-wali Allah maka Allah akan membalas kepadanya dan Allah akan merusak tutup aibnya dan Allah akan haramkan atas orang tersebut hidup di surganya Allah] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam An-Najar (Sehingga dia dapat membaktikan diri untuk ilmu dan ibadah) Telah berkata seorang penyair:

وَيَحْصُدُ الزَّارِعُوْنَ مَا زَرَعُوْا*غَدًا تُوَفَّى النُّفُوْسُ مَا كَسَبَتْ
Besok akan diberi balasan semua orang apapun yang telah dia kerjakan*Dan akan memanen orang-orang yang menanam pada apa saja yang mereka tanam
وَإِنْ أَسَاءُوْا فَبِئْسَ مَا صَنَعُوْا*إِنْ أَحْسَنُوْا أَحْسَنُوْا لِأَنْفُسِهِمْ
Jika mereka berbuat baik maka mereka berbuat baik utnuk diri mereka*Dan jika mereka berbuat buruk maka seburuk-buruk apa yang mereka kerjakan
وَإِنْ جَهِلْنَا فَحِلْمُهُ يَسَعُ*فَاللّٰهُ ذُوْ رَحْمَةٍ وَذُوْ كَرَمٍ
Maka Allah adalah dzat yang memiliki kasih sayang dan pemurah*Jika kita bodoh maka sifat sabarnya Allah memuat itu semua
تَمَسَّكُوْا بِالْكِتَابِ فَانْتَفَعُوْا*يَا رَبِّيْ فَاكْتُبْنَا الْيَوْمَ فِى مَلَاءٍ
Wahai tuhanku catatlah kami semua hari ini bersama golongan orang-orang*Yang berpegangan pada Al-Qur'an sehingga mereka mendapatkan kemanfaatan
وَامْنُنْ بِأَمْنٍ إِنَّنَا ضُرَّعٌ*وَاغْنِنَا وَاعْفُ عَنْ جَرِيْمَتِنَا
Dan jadikanlah kami kaya dan maafkan kejahatan kami*Dan anugrahkanlah keamanan sesungguhnya kami adalah orang yang merengek

(وَقِلَّةُ النَّوْمِ) قَالَ الشَّاعِرُ مِنْ بَحْرِ الْخَفِيْفِ:

(Dan sedikit tidur) Telah berkata seorang penyair dari bahar khofif:

كَثْرَةُ النَّوْمِ تُوْرِثُ الْحَسَرَاتِ*يَا كَثِيْرَ الرَّقَادِ وَالْغَفَلَاتِ
Wahai orang yang banyak tidur dan lalai*Banyak tidur itu akan mewariskan penyesalan-penyesalan
ـهِ لَرَقَادًا يَطُوْلُ بَعْدَ الْمَمَاتِ*ْإِنَّ فِى الْقَبْرِ إِنْ نَزَلْتَ إِلَيـ
Sesungguhnya di alam qubur jika kamu sudah tinggal di dalamnya*Pasti kamu tidur yang berkepanjangan setelah mati
تِ أَنَادَى مُنَادٍ بِالْبَيِّنَاتِ*أَأَمِنْتَ الثَّبَاتَ مِنْ مَلِكِ الْمَوْ
Apakah kamu merasa aman pada ketetapan dari malaikat Izarail*Ketika menyeru malaikat yang menjadi juru penyeru dengan membawakan bukti-bukti yang jelas

(قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى: ﴿كَانُوْا قَلِيْلًا مِّنَ الَّيْلِ مَا يَهْجَعُوْنَ﴾ [الذاريات: الْآية ١٧] أَيْ كَانَ الْمُتَّقُوْنَ الْمُحْسِنُوْنَ فِى الدُّنْيَا بِالْقَوْلِ وَالْفِعْلِ يَنَامُوْنَ فِى زَمَنٍ قَلِيْلٍ مِنَ اللَّيْلِ ﴿وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ﴾ [الذَّارِيَاتِ: الآية ١٨]).

(Telah berfirman Allah Ta'ala: ﴾Adalah hamba-hamba Allah sedikit sekali mereka tidur di waktu malam﴿ [Q.S Ad-Dzariyat: Ayat 17]. Maksudnya adalah orang-orang yang bertakwa orang-orang yang senantiasa berbuat baik di dunia dengan ucapan dan perbuatan mereka tidur di waktu yang sedikit pada waktu malam ﴾Dan di waktu sahur mereka memohon ampunan﴿ [Q.S Adz-Dzariyat: Ayat 18].)


Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 10 Maqolah 14

(وَ) الْمَقَالَةُ الرَّابِعَةَ عَشْرَةَ (قَالَ أَنَسٌ) خَادِمُ رَسُوْلِ اللّٰهِ ﷺ (ابْنُ مَالِكٍ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ: إنَّ الْأَرْضَ تُنَادِي كُلَّ يَوْمٍ) إيَّانَا (بِعَشْرِ كَلِمَاتٍ وَتَقُولُ:) أَيْ الْأَرْضُ الَّتِي نَحْنُ عَلَيْهَا

Maqolah yang keempat belas (Telah berkata Anas) Pembantu Rasulullah ﷺ (Putranya Malik Radhiallahu Anhu: Sesungguhnya bumi menyeru setiap hari) Kepada kita (Dengan sepuluh kalimat, bumi berkata:) Maksudnya bumi yang kita berada di atasnya

(يَا ابْنَ آدَمَ تَسْعَى) أَيْ تَجْرِي إلَى كُلِّ جِهَةٍ حَالَ كَوْنِكَ (عَلَى ظَهْرِيْ وَمَصِيْرُكَ فِى بَطِْنِيْ) أَيْ مَرْجِعُكَ فِى بَطْنِيْ

(Wahai Anak Adam kamu berjalan) Maksudnya kamu berjalan ke setiap arah ketika itu kamu berada (Di atas punggungku dan akhir takdirmu adalah di dalam perutku,) Maksudnya tempat kembalimu kedalam perutku

(وَتَعْصِي) خَالِقَكَ (عَلَى ظَهْرِيْ وَتُعَذَّبُ) غَدًا إذَا كُنْتَ (فِي بَطْنِي، وَتَضْحَكُ عَلَى ظَهْرِيْ وَتَبْكِي فِى بَطْنِيْ)

(Kamu bermaksiat) Kepada penciptamu (Di atas punggungku dan kamu akan diadzab) Besok ketika kamu berada (Di dalam perutku, kamu tertawa di atas punggungku dan kamu akan menangis di dalam perutku,)

قَالَ عَلِيٌّ كَرَّمَ اللّٰهُ وَجْهَهُ: إذَا ضَحِكَ الْعَالِمُ ضَحْكَةً مَجَّ مِنَ الْعِلْمِ مَجَّةً.

Telah berkata Ali Karromallahu Wajhah: Jika tertawa seorang alim satu kali tertawa maka dia telah melepehkan sebagian ilmu satu kali lepehan

(وَتَفْرَحُ عَلَى ظَهْرِيْ وَتَحْزَنُ فِى بَطْنِيْ) وَالْفَرَحُ يُسْتَعْمَلُ فِي مَعَانٍ أَحَدُهَا الْبَطَرُ، وَعَلَيْهِ قَوْلُهُ تَعَالَى:﴿إنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْفَرِحِيْنَ﴾ [الْقَصَصِ: الآية ٧٦] .

(Kamu senang di atas punggungku dan kamu akan bersedih di dalam perutku,) Lafadz اَلْفَرَحُ digunakan untuk beberapa makna salah satunya adalah bermakna kesombongan, hal ini berdasarkan firman Allah: ﴾Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbangga diri﴿ [Q.S Al-Qosos: Ayat 76].

وَالثَّانِي الرِّضَا وَعَلَيْهِ قَوْلُهُ تَعَالَى: ﴿كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُوْنَ﴾ [المؤمنون: الآية ٥٣]

Dan yang kedua adalah bermakna ridho, hal ini berdasarkan firman Allah Ta'ala: ﴾Setiap golongan ridho dengan apa yang ada pada mereka﴿ [Q.S Al-Mu'minun: Ayat 53].

وَالثَّالِثُ: السُّرُوْرُ وَعَلَيْهِ قَوْلُهُ تَعَالَى: ﴿فَرِحِيْنَ بِمَآ ءَاتَـٰهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهِ﴾ [آل عمران: الآية ١٧٠].

Dan yang ketiga adalah bermakna gembira, hal ini berdasarkan firman Allah Ta'ala: ﴾Mereka bergembira dengan apa apa yang telah Allah anugrahkan kepada mereka dari anugrah-Nya﴿ [Q.S Ali Imran: Ayat 170].

وَالرَّابِعُ: لَذَّةُ الْقَلْبِ بِنَيْلِ مَا يَشْتَهِى، يُقَالُ: فَرِحَ بِشَجَاعَتِهِ وَنِعْمَةِ اللّٰهِ عَلَيْهِ وَبِمُصِيْبَةِ عَدُوِّهِ.

Dan yang keempat adalah bermakna kenikmatan hati dengan memperoleh apa yang dia inginkan, dikatakan: Orang bergembira karena keberaniannya dan orang bergembira karena nikmat Allah kepadanya dan orang bergembira karena musibah yang menimpa musuhnya.

(وَتَجْمَعُ الْمَالَ عَلَى ظَهْرِيْ وَتَنْدَمُ) عَلَى ذٰلِكَ (فِي بَطْنِي) وَلَمْ تُنْفِقْهُ فِى طَاعَةِ اللّٰهِ تَعَالَى

(Kamu mengumpulkan harta di atas punggungku dan kamu akan menyesal) Karena mengumpulkan harta (Di dalam perutku,) dan kamu tidak menginfakkan harta tersebut dalam keta'atan kepada Allah

(وَتَأْكُلُ الْحَرَامَ عَلَى ظَهْرِيْ وَتَأْكُلُكَ الدِّيدَانُ فِى بَطْنِيْ ، وَتَخْتَالُ) أَيْ تَتَكَبَّرُ وَتُعْجِبُ بِنَفْسِكَ مَرَحًا (عَلَى ظَهْرِيْ وَتَذِلُّ) أَيْ تَصِيْرُ ذَلِيْلًا (فِى بَطْنِيْ)

(Kamu memakan makanan haram di atas punggungku dan akan memakan dirimu ulat-ulat tanah di dalam perutku, kamu bersombong-sombong) Maksudnya bersombong-sombong dan mengagung-agungkan dirimu sendiri dengan angkuh (Di atas punggungku dan kamu akan menjadi hina) Maksudnya menjadi rendah (Di dalam perutku,)

رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [وَإِيَّاكَ وَإِسْبَالَ الْإِزَارِ فَإِنَّ إسْبَالَ الْإِزَارِ مِنَ الْمَخِيْلَةِ وَلَا يُحِبُّهَا اللّٰهُ وَإِنِ امْرُؤٌ شَتَمَكَ وَعَيَّرَكَ بِأَمْرٍ هُوَ فِيْكَ فَلَا تُعَيِّرْهُ بِأَمْرٍ هُوَ فِيْهِ وَدَعْهُ يَكُوْنُ وَبَالُهُ عَلَيْهِ وَأَجْرُهُ لَكَ وَلَا تَسُبَّنَّ أَحَدًا] رَوَاهُ ابْنُ حِبَّانَ.

Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Hindarilah olehmu memanjangkan kain di bawah mata kaki karena sesungguhnya memanjangkan kain di bawah mata kaki adalah bagian dari kesombongan, Dan Allah tidak menyukai kesombongan. Jika seseorang mencacimu dan mencelamu dengan sesuatu yang sesuatu itu ada pada dirimu maka janganlah kamu mencelanya dengan sesuatu yang sesuatu itu ada padanya. Biarkan hal itu, akan ada akibatnya atas orang tersebut dan pahalanya menjadi milikmu dan janganlah sekali-kali kamu memaki-maki kepada siapapun] Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Ibnu Hibban

(وَتَمْشِي) مَسْرُوْرًا (عَلَى ظَهْرِيْ وَتَقَعُ) أَيْ تَنْزِلُ (حَزِيْنًا فِى بَطْنِيْ، وَتَمْشِي فِي نُورِ الشَّمْسِ وَالْقَمَرِ وَالسِّرَاجِ عَلَى ظَهْرِيْ وَتَقَعُ) أَيْ تَصِيرُ (فِى الظُّلُمَاتِ فِى بَطْنِيْ،

(Kamu berjalan) Dengan gembira (Di atas punggungku dan engkau akan jatuh) Maksudnya turun (Dengan rasa sedih di dalam perutku, Kamu berjalan dengan penerangan cahaya matahari, rembulan dan lampu di atas punggungku dan kamu akan jatuh) Maksudnya kamu akan menjadi (Dalam kegelapan di dalam perutku,)

وَتَمْشِي إِلَى الْمَجَامِعِ) أَيْ إلَى مَوَاضِعِ اجْتِمَاعِ النَّاسِ (عَلَى ظَهْرِيْ وَتَقَعُ) أَيْ تَصِيْرُ (وَحِيْدًا) أَيْ مُنْفَرِدًا (فِي بَطْنِيْ).

Dan kamu berjalan di depan orang banyak) Maksudnya menuju tempat-tempat berkumpulnya manusia (Di atas punggungku dan kamu akan jatuh) Maksudnya menjadi (Sendirian) Maksudnya sendirian (Di dalam perutku).


Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 10 Maqolah 15

(وَ) الْمَقَالَةُ الْخَامِسَةَ عَشْرَةَ (قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ ﷺ: [مَنْ كَثُرَ ضَحِكُهُ عُوْقِبَ بِعَشْرِ عُقُوْبَاتٍ أَوَّلُهَا: يَمُوْتُ قَلْبُهُ) كَمَا قِيْلَ ضَحْكَةُ الْمُؤْمِنِ غَفْلَةٌ مِنْ قَلْبِهِ

Maqolah yang kelima belas (Telah bersabda Rasulullah ﷺ: [Barang siapa yang banyak tertawanya maka dia akan dihukum dengan sepuluh macam hukuman, yang pertama dari sepuluh macam hukuman itu: Adalah mati hatinya,) Sebagaimana telah dikatakan tertawanya seorang mukmin merupakan kelalaian dari hatinya

(وَيَذْهَبُ الْمَاءُ مِنْ وَجْهِهِ) رَوَى أَبُو إِدْرِيْسَ الْخَوْلَانِيُّ عَنْ أَبِي ذَرٍّ الْغِفَارِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: [إيَّاكَ وَكَثْرَةَ الضَّحِكِ فَإِنَّهُ يُمِيْتُ الْقَلْبَ وَيَذْهَبُ بِنُوْرِ الْوَجْهِ].

(Hilang keceriaan dari wajahnya,) Telah meriwayatkan Abu Idris Al-Khoulani dari Abu Dzar Al-Ghifari berkata: Telah bersabda Rasulullah ﷺ: [Hindarilah olehmu banyak tertawa karena sesungguhnya banyak tertawa itu dapat mematikan hati dan menghilangkan cahaya wajah]

(وَيَشْمُتُ) أَيْ يَفْرَحُ (بِهِ الشَّيْطَانُ وَيَغْضَبُ عَلَيْهِ الرَّحْمٰنُ وَيُنَاقَشُ بِهِ) أَيْ بِسَبَبِ كَثْرَةِ الضَّحِكِ (يَوْمَ الْقِيَامَةِ) قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهَا: مَنْ نُوقِشَ الْحِسَابَ عُذِبَ

(Akan senang) Maksudnya bergembira (Sebab hal tersebut setan, Allah yang maha pengasih akan marah sebab hal tersebut, dia akan dihisab berat sebab hal tersebut,) Maksudnya dengan sebab banyak tertawa (Pada hari kiamat) Telah berkata Siti Aisyah Radhiallahu Anha: Barang siapa yang dihisab berat pasti dia akan diadzab

(وَيُعْرِضُ عَنْهُ النَّبِيُّ ﷺ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَتَلْعَنُهُ الْمَلَائِكَةُ وَيُبْغِضُهُ أَهْلُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنِ وَيَنْسَى كُلَّ شَيْءٍ وَيَفْتَضِحُ) أَيْ تَنْكَشِفُ عُيُوْبُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.

(Akan berpaling dari orang tersebut Nabi ﷺ pada hari kiamat, akan melaknat kepada orang tersebut para malaikat, akan membenci kepada orang tersebut para penduduk langit dan para penduduk bumi, dia akan lupa pada segala sesuatu dan dia menjadi hina) Maksudnya akan terbuka aib-aibnya pada hari kiamat.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar