𝐏𝐞𝐦𝐛𝐞𝐥𝐚𝐚𝐧 𝐒𝐲𝐚𝐢𝐤𝐡𝐮-𝐥-𝐀𝐳𝐡𝐚𝐫, 𝐒𝐲𝐚𝐢𝐤𝐡 𝐈𝐛𝐫𝐚𝐡𝐢𝐦 𝐚𝐥-𝐁𝐚𝐣𝐮𝐫𝐢 𝐭𝐞𝐫𝐡𝐚𝐝𝐚𝐩 𝐓𝐡𝐚𝐥𝐢𝐛𝐮-𝐥-'𝐈𝐥𝐦𝐢 𝐚𝐬𝐚𝐥 𝐓𝐚𝐧𝐚𝐡 𝐉𝐚𝐰𝐚 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐏𝐞𝐦𝐮𝐧𝐠𝐮𝐭𝐚𝐧 𝐏𝐚𝐣𝐚𝐤 𝐊𝐨𝐥𝐨𝐧𝐢𝐚𝐥 𝐁𝐞𝐥𝐚𝐧𝐝𝐚 𝐓𝐚𝐡𝐮𝐧 𝟏𝟐𝟕𝟔 𝐇/𝟏𝟖𝟔𝟎 𝐌
Dokumen koleksi dari Başbakanlık Osmanlı Arşivi (Arsip Kesultanan Ottoman/Turki di Istanbul).
Inv. BOA A.MKT.UM. 372/94
𝗗𝗲𝘀𝗸𝗿𝗶𝗽𝘀𝗶 𝗗𝗼𝗸𝘂𝗺𝗲𝗻
Ini adalah surat rekomendasi/syafaat (tazkiyah) yang ditulis oleh ulama besar Mesir, Syaikh Ibrahim al-Bajuri, Syaikhu-l-Azhar masa tahun 1847–1860 M), yang ditujukan kepada Shadru-l-A'zham (Wazir Agung/Perdana Menteri) Kekhalifahan Daulah 'Aliyah Utsmāniyah di Istanbul.
Surat ini ditulis untuk memohon bantuan seorang penuntut ilmu asal Tanah Jawa yang telah lama belajar dan berkeluarga di Makkah dan ingin pulang ke tanah air untuk berdagang namun khawatir ditarik pajak/bea cukai tinggi oleh pemeritah "kaum Nasrani" yang dalam konteks sejarahnya yakni "Pemerintah Kolonial Belanda".
Dalam surat tersebut tidak disebutkan nama dari pria tersebut melainkan hanya ciri-cirinya saja, tidak disebutkan pula nama dari Shadru-l-A'zham-nya, namun jika kita lihat dari petunjuk informasi tahunnya disebutkan tahun 1276 H, maka kemungkinannya antara dua; Mustafa Reşid Pasha atau Mehmed Emin Âli Pasha di masa Sultan Abdülmecid I yang memimpin Kekhalifahan Utsmaniyah dari tahun 1839 hingga 1861 Masehi.
𝗧𝗲𝗸𝘀 𝗱𝗮𝗻 𝗧𝗲𝗿𝗷𝗲𝗺𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗱𝗼𝗸𝘂𝗺𝗲𝗻 𝘀𝘂𝗿𝗮𝘁 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝘂𝘁:
𝗕𝗮𝗿𝗶𝘀 𝗜
حمدًا لك يا من أمره بين الكاف والنون وشكراً لك (عن؟) أن تدرك وصفه الواصفون والصلاة
Segala puji bagi-Mu, wahai Dzat yang urusan-Nya di antara huruf Kaf dan Nun¹, dan syukur bagi-Mu atas ketidakmampuan para pensifat untuk menggapai sifat-Mu serta shalawat ...
¹ yakni apabila Dia-Nya Allah menghendaki sesuatu, cukup berkata "Kun" / Jadilah!
𝗕𝗮𝗿𝗶𝘀 𝗜𝗜
والسلام على السر المصون والجوهر المكنون وعلى آله وأصحابه المحفوظين عن الشكوك والظنون
... dan salam semoga tercurah kepada sang rahasia yang terpelihara, permata yang tersembunyi (Nabi Muhammad Shalla-Llahu ‘alaihi wa Sallam), juga kepada keluarga dan sahabat-sahabatnya yang senantiasa terjaga dari segala keraguan dan prasangka.
𝗕𝗮𝗿𝗶𝘀 𝗜𝗜𝗜
تحف تحيات نشرها (عميم؟) وأزكى دعوات تتناسق كالدر النظيم نهدي ذلك إلى الذات
(serta) bingkisan penghormatan yang penyebarannya merata serta doa-doa paling suci yang tersusun rapi sebagaimana untaian mutiara, kami persembahkan hal itu kepada pribadi ...
𝗕𝗮𝗿𝗶𝘀 𝗜𝗩
السنية صاحب الهمة العلية المحفوظ عن جميع (الفترآ\المضرات؟) اللابس تاج الأمرا(ء) العزيز المفخم
Yang mulia, punya tekad yang tinggi, terjaga dari segala (keburukan/bahaya), mengenakan mahkotanya para Amir (pemimpin) yang mulia ...
𝗕𝗮𝗿𝗶𝘀 𝗩
المكرم صاحبنا العزيز صدر الأعظم حفظه الله تعالى عن جميع البلاء والبليات وحرسه عن
Yang diagungkan, dimuliakan, sahabat kami yang amat perkasa: Wazir Agung (Shadru-l-A’zham), semoga Allah Ta’ala menjaganya dari segala bala dan petaka, serta senantiasa melindunginya dari ...
𝗕𝗮𝗿𝗶𝘀 𝗩𝗜
أعين الحاسدين والباغيات بجاه النبي سيد السادات آمين يا مجيب الدعوات (...)
Matanya orang-orang yang dengki nan zhālim, dengan berkahnya kedudukan Nabi, penghulunya para pemimpin. Amin (Perkenankanlah Wahai Yang Maha Pengabul Segala Doa)
𝗕𝗮𝗿𝗶𝘀 𝗩𝗜𝗜
أما بعد ما يليق بالمقام من جزيل التحية وعظيم الإكرام نعلمكم علمكم الله أن هذا
Adapun setelah itu, dengan segala penghormatan yang layak bagi kedudukan yang mulia ini serta pengagungan yang agung, kami memberitahukan kepada Tuan – semoga Allah senantiasa menambahkan ilmu kepadamu – bahwa ...
𝗕𝗮𝗿𝗶𝘀 𝗩𝗜𝗜𝗜
الرجل أتى من مكان بعيد وقد قاسى من التعب الشديد صاحب ديانة وتقوا (ى؟) (و) هو
Ada seorang pria yang datang dari tempat yang jauh dan benar-benar telah mengalami keletihan yang teramat sangat, beliau adalah seorang yang taat beragama lagi bertaqwa, dan beliau (juga) ...
𝗕𝗮𝗿𝗶𝘀 𝗜𝗫
رجل من مملكة أرض الجاوا (ى\ه) وقد جاور في مكة مدة عديدة لطلب العلم وتحصيل الفائدة
... Adalah seorang pria dari kerajaan tanah Jawa (h?), dan ia telah bermukim di Makkah dalam kurun waktu yang lama untuk menuntut ilmu serta mengambil manfaat (dari ilmu tersebut).
𝗕𝗮𝗿𝗶𝘀 𝗫
وتأهل فيها وحصل العيال من أهلها فالآن أراد أن يرجع إلى بلده ليتجر فيه وتحصيل
Beliau juga telah menikah di sana dan memiliki keluarga (anak - istri) dari penduduk setempat. Dan saat ini, ia hendak kembali ke negerinya untuk berdagang di sana dan mencari ...
𝗕𝗮𝗿𝗶𝘀 𝗫𝗜
النفقة لعياله والحال أن البلد تحت حكم النصارى فأراد أن يلتمس من الدولة
... nafkah bagi keluarganya. Sementara situasi kondisi saat ini, negeri tersebut di bawah kekuasaan kaum Nasrani (Kolonial Belanda), maka beliau bermaksud untuk memohon kepada Kesultanan ...
𝗕𝗮𝗿𝗶𝘀 𝗫𝗜𝗜
العلية ورقة الفسح على أن النصارى لا يأخذون من مال تجارة العشور(.) هذا
Yang Mulia (Daulah ‘Utsmaniyyah) sebuah surat izin (surat keterangan jalan), agar kiranya Kaum Nasrani (Kolonial Belanda) tidak memungut pajak sepersepuluh (bea cukai( dari harta dagangannya. Demikianlah ...
𝗕𝗮𝗿𝗶𝘀 𝗫𝗜𝗜𝗜
هو المطلوب والمأمول من الله ومنكم القبول بجاه سيدنا الرسول والزهرا البتول
Yang diminta nan diharapkan, dan dari Allah-lah kemudian dari Anda kami mengharapkan pengabulan, dengan berkah kedudukan junjungan kami, Sang Rasul dan Az-Zahra-l-Batul (Fathimah binti ar-Rasul Sang Putri yang bercahaya dan menjaga kesucian dirinya).
𝗕𝗮𝗿𝗶𝘀 𝗫𝗜𝗩
آمين يا خير المسئول وصلى الله على خير خلقه محمد وآله وصحبه وسلم
Amin, wahai Sebaik-baik Tempat Meminta. Dan semoga shalawat dan keselamatan dari Allah tercurahkan kepada sebaik-baik makhluk-Nya, Muhammad serta keluarga dan sahabatnya.
الشيخ
إبراهيم الباجوري
خادم العلم
والفقه
بالأزهر
𝑺𝒚𝒂𝒊𝒌𝒉
𝑰𝒃𝒓𝒂𝒉𝒊𝒎 𝒂𝒍-𝑩𝒂𝒋𝒖𝒓𝒊
𝑲𝒉𝒂𝒅𝒊𝒎𝒖-𝒍-‘𝑰𝒍𝒎𝒊
𝑫𝒂𝒏 𝑭𝒊𝒒𝒉
𝒅𝒊 𝑨𝒍-𝑨𝒛𝒉𝒂𝒓
𝗧𝗲𝗿𝗷𝗲𝗺𝗮𝗵𝗮𝗻
Segala puji bagi-Mu, wahai Dzat yang urusan-Nya berada di antara Kaf dan Nun (yakni apabila Dia menghendaki sesuatu, cukup berkata "Kun" / Jadilah!), dan rasa syukur ke hadirat-Mu atas ketidakmampuan para makhluk untuk menggambarkan sifat-Mu yang agung. Selawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Sang Rahasia yang Terpelihara dan Permata yang Tersembunyi (Baginda Nabi Muhammad Shalla-Llahu ‘alaihi wa Sallam), serta kepada keluarga dan para sahabatnya yang terjaga dari segala keraguan dan prasangka.
Bersama ini, kami hadiahkan bingkisan penghormatan yang amat luas serta doa-doa paling suci yang tersusun indah bagai untaian mutiara, kami persembahkan kepada pribadi yang mulia, pemilik tekad yang tinggi, yang terjaga dari segala marabahaya, yang mengenakan mahkota para pemimpin yang agung, yang dimuliakan dan dihormati, sahabat kami yang perkasa: Shadru-l-A’zham (Wazir Agung/Perdana Menteri Khilafah Utsmaniyah). Semoga Allah Ta'ala senantiasa menjaganya dari segala bala dan petaka, serta melindunginya dari mata orang-orang yang dengki nan zhalim, demi dengan berkahnya kedudukan agung Nabi, penghulu para pemimpin. Amin, Wahai Maha Pengabul Segala Doa.
Jadi, dengan segala penghormatan yang layak bagi kedudukan Tuan yang tinggi dan pengagungan yang mulia, kami memberitahukan kepada Tuan —semoga Allah senantiasa melimpahkan ilmu kepadmu— Ada seorang pria yang datang dari tempat yang jauh dan benar-benar telah mengalami keletihan yang teramat sangat, beliau adalah seorang yang taat beragama lagi bertaqwa, dan beliau (juga) Adalah seorang pria dari kerajaan tanah Jawa (h?), dan ia telah bermukim di Makkah dalam kurun waktu yang lama untuk menuntut ilmu serta mengambil manfaat (dari ilmu tersebut). Beliau juga telah menikah di sana dan memiliki keluarga (anak - istri) dari penduduk setempat.
Dan saat ini, ia hendak kembali ke negerinya untuk berdagang di sana dan mencari nafkah bagi keluarganya. Sementara situasi kondisi saat ini, negeri tersebut di bawah kekuasaan kaum Nasrani (Kolonial Belanda), maka beliau bermaksud untuk memohon kepada pihak Kesultanan Yang Mulia (Daulah ‘Utsmaniyyah) sebuah surat izin (surat keterangan jalan), agar kiranya Kaum Nasrani (Kolonial Belanda) tidak memungut pajak sepersepuluh (bea cukai( dari harta dagangannya. Demikianlah Yang diminta nan diharapkan, dan dari Allah-lah kemudian dari Tuan kami mengharapkan pengabulan, dengan berkah kedudukan junjungan kami, Sang Rasul dan Az-Zahra-l-Batul (Fathimah binti ar-Rasul Sang Putri yang bercahaya dan menjaga kesucian dirinya).
Amin, Wahai Sebaik-baik Tempat Meminta! Dan semoga shalawat dan keselamatan dari Allah tercurahkan kepada sebaik-baik makhluk-Nya, Muhammad serta keluarga dan sahabatnya.
Syaikh Ibrahim al-Bajuri
Khadimu-l-‘Ilmi dan Fiqh di Al-Azhar
𝗕𝗶𝗼𝗴𝗿𝗮𝗳𝗶 𝗦𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁
Syaikh Ibrahim al-Bajuri, bernama Burhanuddin, Ibrahim bin Muhammad al-Jizawi bin Ahmad al-Bajuri al-Asy'ariy asy-Syafi'iy an-Naqsyabandiy al-Khalwatiy al-Azhariy. Lahir tahun 1198 H/1784 M di Desa al-Bajur, Provinsi al-Munufiyyah, Mesir. Tarikh wafatnya ada yang mengatakan pada 28 Zulqa'dah 1267 H (1860 M), ada juga yang mengatakan tahun 1277 H/1861 M.
Beliau menjadi Syaikhu-l-Azhar yang ke-19 di usianya yang ke-65 tahun, tepatnya pada bulan Sya'ban 1263 H/Juli 1847 M. Beliau mengajar beberapa pelajaran kepada para murid. Beliau juga melanggengkan mengajar tafsir karya Imam Fakhruddin Ar-Razi (w. 606 H), Tafsir Al-Kabir hingga jatuh sakit sebab tua yang tidak memungkinkannya untuk melanjutkan pelajaran dan mengurusi semua administrasi Al-Azhar.
Karangannya sangat banyak, lebih kurang ada 12 karya besar dari tahun 1222 H ketika usianya 24 tahun sampai 1238 dan beberapa karya belum rampung sekitar 6 karya. (44 Imam Akbar; Kamus Biografi Ulama Al-Azhar; Mujawirin). Wallahu a'lam 🙏🏻





.jpeg)








