Surat-menyurat antara Sayyid Usman bin Yahya (Mufti Betawi) dan penasihat kolonial Belanda, Snouck Hurgronje, adalah kumpulan korespondensi rahasia era 1886–1913 yang kini tersimpan di Perpustakaan Universitas Leiden. Surat-surat ini membahas pelaporan intelijen, saran kebijakan, hingga permintaan jabatan secara langsung.
*Rincian penting dari korespondensi ini mencakup:*
*Pencarian Jabatan:*
Dalam surat bertanggal 30 Agustus 1886 dan 4 Januari, Sayyid Usman secara aktif meminta Snouck untuk merekomendasikan namanya agar diangkat sebagai Mufti Batavia oleh pemerintah kolonial.
*Politik dan Keamanan:* Surat-surat mereka membahas strategi meredam pemberontakan berbasis agama di Hindia Belanda, termasuk langkah memisahkan antara agama dan politik untuk mencegah perlawanan rakyat.
*Karya dan Nasihat:*
Mereka bertukar naskah dan fatwa, seperti penyusunan karya-karya Sayyid Usman yang didanai dan disebarkan oleh pemerintah kolonial untuk mengarahkan umat Islam.Kontroversi Doa: Surat juga membahas kecaman keras dari kalangan umat Islam terhadap Sayyid Usman karena ia mengeluarkan fatwa dan doa resmi dalam bahasa Arab untuk Ratu Wilhelmina dari Belanda.
Adapun contoh tulisan yang terdapat dalam manuskrip surat Habib Usman bin Yahya kepada Snouck Hurgronje sebagai berikut,
بتاوي ٣٠ اقتوبر ١٨٨٦
الحمد لله وحده
ان ابهى ما وشحت به صدور الكتاب والدفاتر ونطقت به ألسنة الاقلام عن افواه المحابر عاطر الحيات يفوح بعبير المحبة نفحه وشرق فى سماء الطروس صبحه يهدى لحضرة خلاص المجد ومعدن الفخار والحمد مخدوم السياءة والسعد الخواجة سنكهرخرنج لازال علمه زاخرا وسحاب فهمه ماطرا وكوكب سعده طالعا وضياء فضله لامعا أما بعد فصدر هذا الكتاب من بلد بتاوي فالموجب لذكران اصحابي الكرام الخواجة هولان والخواجة فندرسيس أخبراني بانكم اطلعهم ونظرتم قصجح الصادر من الشيخ نووي البنتني والشيخ جنيد بتاوي المقيمين فى مكة على رسالتي المسماة النصيحة الاتية ثم اني احببت الان ارسل هذه الرسالة ايضا المسماة الوثيقة الوفية اعرضها اليكم لتنظروها فالمقصود من تصنيفها وكذالك التي قبلها هو اعلام واعلان بان الطريقة التي نشت هذالزمان وعلمها المشايخ للجهال فهي ليست على الصواب بل ربما يقل امرها الى مفاسد بنية دنياوية بسبب فقد ان شروطها مع اني تلطفت فى هذه الرسالة فى أخرها لحيث لم اذكر احدا بعينه لاجل السلامة من الفتنة من مشايخ الطريقة فأنتم اذا رأيتم هذه الرسالة وتبين لكم ان فيها ارشاد الناس الى الحق والى عدم الدعاوي الفارغة ولاجل السلامة من المفاسد فالمطلوب من جنابكم ان تصححوا عليها وان تذكروا ما فيها من ارشاد الناس لكي يسلموا من المفاسد وان تذكروا اسمي عند ارباب الدولة الولنده فى ارض جاوه وغيرها لما استقرلي الابامة فى بتاوي لحيث ان كثيرا من مشايخ الطريقة وغيرهم من الحاسدين يريدون السعاية الى هلاكي ولو لا عدل الولنده فى ارض جاوه وغيرها لما استقرلي الاقامة فى بتاوي هذا ما اخبركم وارجوا من جنابكم جواب كتابي هذا بالعرابية وتصحيح هذه الرساله بالافرنجية وترسلوهما الى بتاوي الى عند الخواجة فندرسيس دام فضلكم وطابت إياكم
السيد عثمان بن عبد الله بن عقيل بن يحي
*Batavia, 30 Oktober 1886*
*Segala puji hanya bagi Allah semata.*
Sesungguhnya seindah-indah hiasan yang menghiasi dada kitab-kitab dan lembaran-lembaran, dan sefasih-fasih ucapan yang dilantunkan oleh lisan-lisan pena dari mulut-mulut tempat tinta, adalah puji-pujian yang harum, semerbak dengan wangi kecintaan. Semerbaknya menyebar, dan fajarnya terbit di langit lembaran-lembaran kertas.
Aku persembahkan kepada junjungan yang merupakan puncak kemuliaan, sumber kebanggaan dan pujian, tuan hamba yang beruntung dan bahagia, *Snouck Hurgronje*. Semoga ilmunya senantiasa melimpah, awan pemahamannya senantiasa menurunkan hujan, bintang keberuntungannya terus terbit, dan cahaya keutamaannya senantiasa bersinar.
Amma ba’du, maka surat ini dikirim dari negeri Batavia. Adapun sebabnya adalah bahwa dua orang sahabatku yang mulia, *Tuan Holla* dan *Tuan Fandersis* mengabarkan kepadaku bahwa kalian telah menelaah dan melihat risalah yang diterbitkan oleh *Syekh Nawawi Al-Bantani* dan *Syekh Junaid dari Batavia* yang bermukim di Makkah, atas risalahku yang bernama _An-Nashihah Al-Atiyah_.
Kemudian aku ingin sekarang mengirimkan juga surat ini yang bernama *Al-Watsiqah Al-Wafiyyah* untuk aku ajukan kepada kalian agar kalian menelaahnya. Tujuan dari pengarangannya, begitu pula surat yang sebelumnya, adalah untuk memberitahukan dan mengumumkan bahwa tarekat yang berkembang di zaman ini dan yang diajarkan oleh para syaikh kepada orang-orang awam, ia tidak berada di atas kebenaran. Bahkan urusannya bisa sampai kepada kerusakan-kerusakan duniawi karena tidak terpenuhinya syarat-syaratnya.
Dan sesungguhnya aku telah berlemah-lembut dalam surat ini pada bagian akhirnya, di mana aku tidak menyebut seorang pun secara khusus, demi keselamatan dari fitnah terhadap para syaikh tarekat.
Maka jika kalian melihat surat ini dan menjadi jelas bagi kalian bahwa di dalamnya ada bimbingan manusia kepada kebenaran, dan kepada meninggalkan klaim-klaim yang kosong, serta demi keselamatan dari kerusakan-kerusakan, maka yang aku minta dari tuan adalah agar kalian mengoreksinya. Dan agar kalian menyebutkan apa yang ada di dalamnya berupa bimbingan manusia supaya mereka selamat dari kerusakan.
Dan agar kalian menyebut namaku di hadapan para penguasa Belanda di tanah Jawa dan selainnya, karena aku bisa menetap di Batavia. Padahal banyak dari para syaikh tarekat dan selain mereka dari kalangan orang-orang dengki yang ingin mengadu domba untuk membinasakanku. Dan seandainya bukan karena keadilan orang-orang Belanda di tanah Jawa dan selainnya, niscaya aku tidak akan bisa menetap di Batavia.
Inilah yang aku kabarkan kepada kalian, dan aku berharap dari tuan jawaban atas suratku ini dalam bahasa Arab, dan koreksi surat ini dalam bahasa Belanda, lalu kalian kirimkan keduanya ke Batavia kepada *Tuan Fandersis*. Semoga keutamaan kalian langgeng dan hari-hari kalian baik.
*As-Sayyid Utsman bin Abdullah bin Aqil bin Yahya*
*Catatan :*
*Tuan Holla;* merupakan nama seorang meneer (tuan) Belanda yang dikisahkan sangat bersahabat dengan petani pribumi perkebunan teh di Garut tahun 1843. Masyarakat Garut mengenal Tuan Holla dengan istilah mitra noe tani (sahabat petani).
Pria bernama asli *Karel Frederik Holle (1829-1896) atau Sayyid Muhammad bin Holla* ini begitu optimis menciptakan petani teh di Garut melek akan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selepas pensiun dari kerja, Tuan Holla sering meluangkan waktunya untuk mengajar petani di Garut mengenai cara berkebun menggunakan teknologi.
*Tuan Fandersis;* "Fandersis" adalah sebutan atau pelokalan dari kata "Pandersie" (dari bahasa Belanda: Collecteur atau Ontvanger), yaitu sebutan untuk pegawai kolonial Belanda yang bertugas mengumpulkan atau memungut pajak bumi dan hasil bumi dari rakyat.Istilah ini sangat populer di masa Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel) pada abad ke-19, di mana para mandor, kepala desa, atau pejabat pribumi sering ditugaskan sebagai penarik pajak. Wallahu a'lam
Demikian Asimun Mas'ud At-Tamanmini menyampaikan semoga bermanfaa. Aamiin
*والله الموفق الى أقوم الطريق*

.jpeg)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar