Doa Habib Usman bin Yahya untuk Ratu Wilhelmina adalah sebuah teks doa khusus yang disusun untuk merayakan penobatan sang Ratu pada 1898. Doa ini berisi permohonan kepada Tuhan agar Ratu Belanda tersebut diberikan keberkahan, umur panjang, keadilan dalam memimpin, serta kesejahteraan bagi rakyatnya.
Teks doa ini disusun oleh Mufti Betawi, Habib Usman bin Yahya, bertepatan dengan penobatan Ratu Wilhelmina pada 6 September 1898.
Isi doa memohon kepada Allah SWT agar Ratu Wilhelmina senantiasa diberikan kelapangan, takdir kebaikan, umur panjang, kesehatan, dan kemampuan untuk memimpin dengan adil dan sejahtera. Teks doa ini dicetak dan disebarluaskan oleh para bupati di Jawa dan Madura atas instruksi pemerintah kolonial Belanda, yang kemudian memicu pro dan kontra di kalangan umat Islam Nusantara saat itu.
Langkah Habib Usman menyusun doa ini memicu kritik keras dari tokoh Islam lainnya. Ulama pada masa itu memandang bahwa mendoakan kesejahteraan penjajah kolonial, apalagi seorang pemimpin non-Muslim, adalah hal yang bertentangan dengan semangat perlawanan umat. Adapun doa tersebut sesuai manuskrip sejarah tertulis sebagai berikut,
اَللّٰهُمَّ يَا لَطِيْفُ الْطُفْ بِنَا، وَيَا كَنْزَ الضُّعَفَاءِ, وَيَا مَالِكَ الْأَرْضِ وَالسَّمَاءِ، أَنْتَ تَعْلَمُ مَا ظَهَرَ مِنَّا وَمَا خَفِيَ، اَللّٰهُمَّ كَمَا لَطُفْتَ بِنَا فِي دِيَارِ هٰذِهِ الْمَمْلَكَةِ حَيْثُ لَا أَحَدَ يَتَعَرَّضُ عَلَيْنَا فِي دِيْنِنَا مِنْ صَلَاتِنَا وَزَكَاتِنَا وَصِيَامِنَا وَمَعَاشِنَا وَأَنْكِحَتِنَا، وَأَنْعَمْتَ، اَللّٰهُمَّ عَلَيْنَا لُطْفًا مِنْكَ بِالْأَمَانِ الْمَوْجُوْدِ لِأَنْفُسِنَا وَأَهَالِيْنَا وَأَمْوَالِنَا، وَيَسَّرْتَ لَنَا السَّعْيَ فِي أَسْبَابِ مَعِيْشَتِنَا، وَجَعَلْتَ الْوَاسِطَةَ وَالسَّبَبَ فِي هٰذِهِ النِّعَمِ لَنَا مِنْكَ هُوَ مَا قَدَّرْتَ مِنْ ضَبْطِ دَوْلَةِ الْهُولَنْدَا الْبِلَادَ الْأَمَانَ وَالْإِنْصَافَ مَعَ مُرَاعَاتِهَا مِمَّا رَاعَتْهُ مِنْ أَمْرِ دِيْنِنَا كَنَصْبِ قُضَاتِنَا وَإِجْرَاءِ أَرْزَاقِهِمْ وَإِصْلَاحِ مَسَاجِدِنَا وَعَدَمِ التَّعَرُّضِ لِشَيْءٍ مِنْ أُمُوْرِ دِيْنِنَا، وَأَنْتَ أَعْلَمُ بِذٰلِكَ مِنَّا، فَنَسْأَلُكَ اَللّٰهُمَّ مَزِيْدَ نِعَمِ هٰذِهِ الْأَلْطَافِ مِنْكَ لَنَا، اَللّٰهُمَّ كَمَا قَدَّرْتَ وَأَجْرَيْتَ هٰذِهِ النِّعْمَةَ بِوَاسِطَةِ هٰذِهِ الدَّوْلَةِ، فَنَسْأَلُكَ اَللّٰهُمَّ مُكَافَأَةً لِإِحْسَانِهَا بِمَا ذُكِرَ أَنْ تُلْطِفَ بِالسَّلَامَةِ لِلْمَلِكَةِ الْجَدِيْدَةِ الْعَزِيْزَةِ، وَتَمُنَّ لَهَا بِطُوْلِ الْحَيَاةِ الْمُحَلَّاةِ بِالصِّحَّةِ الْبَدَنِيَّةِ، وَلِفُلَّالِهَا بِالْأَرْبَاحِ الدُّنْيَوِيَّةِ، وَبِمَخَبَّآتِ الْأَرْضِ مِنَ الْمَعَادِنِ وَالْمَزَارِعِ النَّبَاتِيَّةِ، وَتَمُنَّ لَهَا بِحُسْنِ الرِّعَايَةِ لِمَنْ فِي حِمَايَتِهَا بِكَمَالِ الْإِنْصَافِ وَبِحُسْنِ الِاتِّصَافِ بِمَا هُوَ مَحْبُوْبٌ عِنْدَكَ يَا وَلِيَّ الْهِدَايَةِ حَتَّى يَطْلُعَ كَوْكَبُ مُلْكِهَا مُضِيْئًا بَيْنَ الْأَنَامِ. مُسْعِدًا لِأَمْلَاكِهَا بِالْخِصْبِ والنِّظَامِ وَلِمَنْ تَحْتَ حِمَايَتِهَا بِصَلَاحِ كُلِّ شَأْنٍ وَدَوَامِ تِلْكَ النِّعَمِ لَنَا مَعَ السَّلَامَةِ عَلَى الدَّوَامِ،. آمِيْنَ
"Ya Allah, Wahai Dzat Yang Maha Lembut, lembutkanlah kami. Wahai Perbendaharaan orang-orang lemah, Wahai Pemilik langit dan bumi, Engkau tahu apa yang tampak dari kami dan apa yang tersembunyi.
Ya Allah, sebagaimana Engkau telah berlembut kepada kami di negeri kerajaan ini, di mana tidak ada seorang pun yang mengganggu kami dalam agama kami: dalam shalat kami, zakat kami, puasa kami, penghidupan kami, dan pernikahan kami. Dan Engkau telah memberi nikmat.
Ya Allah, limpahkanlah kepada kami kelembutan dari-Mu berupa rasa aman yang ada untuk jiwa kami, keluarga kami, dan harta kami. Engkau mudahkan kami berusaha untuk sebab-sebab penghidupan kami.
Dan Engkau jadikan perantara serta sebab datangnya nikmat-nikmat ini kepada kami dari-Mu adalah apa yang Engkau tetapkan berupa kekuasaan Negara Belanda yang mengatur negeri ini dengan aman dan adil, serta menjaga perkara agama kami: seperti mengangkat hakim-hakim kami, memberi gaji mereka, memperbaiki masjid-masjid kami, dan tidak mengganggu sedikit pun urusan agama kami. Dan Engkau lebih tahu tentang itu daripada kami.
Maka kami memohon kepada-Mu ya Allah, tambahkanlah nikmat-nikmat kelembutan-Mu ini untuk kami. Ya Allah, sebagaimana Engkau telah menetapkan dan menjalankan nikmat ini melalui perantara negara ini, maka kami memohon kepada-Mu ya Allah, sebagai balasan atas kebaikan mereka sebagaimana yang telah disebut, agar Engkau berlembut dengan keselamatan untuk Ratu yang baru yang mulia.
Anugerahkanlah untuknya panjang umur yang dihiasi kesehatan badan. Anugerahkanlah untuk rakyatnya keuntungan-keuntungan duniawi, dan anugerahkanlah simpanan-simpanan bumi berupa barang tambang dan pertanian.
Anugerahkanlah untuknya kebaikan dalam menjaga orang-orang yang berada dalam perlindungannya dengan kesempurnaan keadilan dan dengan sifat-sifat terpuji yang Engkau cintai, Wahai Pemberi petunjuk. Hingga bintang kerajaannya terbit dengan cemerlang di antara manusia. Membahagiakan wilayah-wilayahnya dengan kesuburan dan keteraturan, dan bagi orang-orang yang berada di bawah perlindungannya dengan kebaikan segala urusan serta langgengnya nikmat-nikmat itu untuk kami beserta keselamatan selamanya. Aamiin."
Demikian Asimun Mas'ud At-Tamanmini menyampaikan semoga bermanfaat. Aamiin
*والله الموفق الى أقوم الطريق*





Tidak ada komentar:
Posting Komentar