MEDIA ONLINE RESMI MAJELIS WAKIL CABANG (WCNU)NU KECAMATAN CIPAYUNG KOTA ADMINISTRASI JAKARTA TIMUR

Jumat, 07 Agustus 2026

KAJIAN TENTANG MENGENAL SEBUTAN NAMA SYARIF BUKAN UNTUK ALAWIYYIN






Cukup membingungkan bagi sebagian muslim untuk membedakan syarief, sayyid dan habib. Tulisan ini tidak menjelaskan semuanya hanya terkait sebutan syarif dan Alawiyyin saja.

Dalam catatan sejarah ahli nasab yaman yaitu Syarif Umar bin Yusuf bin Rasuli Al-Kurdi Al-Yamani beliau adalah Al-Malik Al-Asyraf Mammaduddin Umar bin Yusuf (wafat 696 H/1296 M), raja ketiga dari Dinasti Rasuliyah yang memerintah di Yaman. Beliau adalah seorang penguasa ushul, sejarawan, ahli nasab, dan ilmuwan yang membuat karya penting dalam bidang astronomi serta silsilah nasab.

Thurfah Al-Ashab fi Ma'rifah Al-Ansab; sebuah kitab terkenal karyanya mengenai ilmu nasab (silsilah) dan sejarah suku-suku di Arab, yang hingga kini sering menjadi rujukan akademis dalam meneliti jalur keturunan. Pada halaman 92-93 menyebutkan,

يتلو ذلك ذكر الأشراف باليمن والحجاز ومعرفة نسبهم متصلا بعلي بن أبي طالب كرم الله وجهه. اعلم أن الشرف لا يطلق على كل من كان من ذرية أولاد علي كرم الله وجهه بل على من كان ذرية أولاده من فاطمة ابنة الرسول صلى الله عليه وسلم ورضي عنها وهما الحسن والحسين رضي الله عنهما، ومن كان من غيرهما من أولاد علي كرم الله وجهه يسمى علويا، ولا يسمون أشرافا. ومن كان من الخلفاء من أولاد العباس بن عبد المطلب رضي الله عنه قيل لهم العباسيون، ومن كان من الخلفاء من بني أمية قيل لهم الأمويون. وقد مضى ذكر الخلفاء من بني أمية وبني العباس. والآن يبتدئ بذكر الأشراف الذين في اليمن والحجاز مفصلا مبينا إن شاء الله تعالى.

نسب الأشراف باليمن الذين هم بنو حمزة وبنو القاسم، وهم أولاد ترجمان الدين القاسم بن إبراهيم الرسي الذي هاجر إلى الرس في أيام المأمون بن هارون الرشيد رحمهم الله تعالى.

Berikutnya adalah penyebutan tentang para syarif (Asyraf) di Yaman dan Hijaz, serta penjelasan tentang nasab mereka yang bersambung kepada Ali bin Abi Thalib, karramallahu wajhah.

Ketahuilah bahwa gelar "Syariif" tidak diberikan kepada setiap orang yang merupakan keturunan dari anak-anak Ali, karramallahu wajhah. Gelar "Syariif" hanya khusus bagi keturunan anak-anaknya dari Fathimah radhiyallahu 'anha binti Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Yaitu dari Al-Hasan dan Al-Husain, radhiyallahu 'anhuma.

Adapun yang berasal dari selain keduanya, dari anak-anak Ali, karramallahu wajhah, maka mereka disebut Alawiyyin, dan tidak disebut Asyraf (para syarif).

Dan bagi yang berasal dari para khalifah dari anak-anak Al-Abbas bin Abdul Muthalib, radhiyallahu 'anhu, maka mereka disebut Al-Abbasiyyun. Dan yang berasal dari para khalifah dari Bani Umayyah disebut Al-Umawiyyun. 

Sungguh telah berlalu penyebutan tentang para khalifah dari Bani Umayyah dan Bani Abbas. Dan sekarang kita akan memulai menyebutkan tentang para Asyraf yang ada di Yaman dan Hijaz secara rinci dan jelas, insya Allah Ta'ala. ((Umar bin Yusuf bin Rasuli Al-Kurdi Al-Yamani, Thurfah Al-Ashhab fi Ma'rifah Al-Anshab, Dar Shadir - Beirut hal.92-93)

Selama ini telah dipahami bahwa sebutan Bani Alawi (Ba'Alawi) dengan Alawiyyin adalah keturunan dari Alawi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa Ar-Rumi bin Muhammad An-Naqib bin Ali Al-Uraidi bin Jafar Ash-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zaenal Abidin bin Husain bin Fatimah Azzahra bin Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Namun dalam kitab karya Syarif Ar-Rasuli pada halaman 112 beliau menyebutkan bahwa nasabnya para Syarif Bani Alawiyin berasal dari satu kakek yaitu Ali bin Idris bin Ja'far bin Nu'mah bin yusuf bin Ali bin Abdullah bin Dawud Al-Mahmud bin Musa bin Abdullah bin Musa bin Abdullah bin Sulaiman bin Musa bin Abdullah bin Al-Hasan bin Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu. Sebagaimana berikut,

ذكر الشرفاء العلاويين:  أصحاب وساع وغيرها من المخلاف وهم خمسة بطون: الفليتيون والعماريون والجمافرة والمثامنة والنعميون، ويجمع هذه البطون الخمسة رجل واحد وهو جدهم واسمه علي بن إدريس بن جعفر بن نعمة بن يوسف بن علي بن عبد الله بن داود المحمود بن موسى بن عبد الله بن موسى بن عبد الله بن سليمان بن موسى بن عبد الله بن الحسن بن الحسن بن علي بن أبي طالب كرم الله وجهه، وقال هؤلاء كافة أولاد علي وليسوا من بني الطيب.

Penyebutan para Syarif Al-Alawiyyin: Yaitu para penduduk Wasa’ dan selainnya dari wilayah Mukhallaf. Mereka terdiri dari lima rumpun/bathn: Al-Fulaitiyyun, Al-‘Ammariyyun, Al-Jamaafirah, Al-Matsaaminah, dan An-Na’miyyun.

Kelima rumpun ini dikumpulkan oleh satu orang, yaitu kakek moyang mereka yang bernama: Ali bin Idris bin Ja’far bin Nu’mah bin Yusuf bin Ali bin Abdullah bin Dawud Al-Mahmud bin Musa bin Abdullah bin Musa bin Abdullah bin Sulaiman bin Musa bin Abdullah bin Al-Hasan bin Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib, karramallahu wajhah. Dan mereka semua adalah anak keturunan Ali, dan mereka bukan dari Bani At-Thayyib. (Umar bin Yusuf bin Rasuli Al-Kurdi Al-Yamani, Thurfah Al-Ashhab fi Ma'rifah Al-Anshab, Dar Shadir - Beirut hal.112)

Catatan: "Mukhallaf" = wilayah pesisir Tihamah di Yaman, termasuk daerah Hodeidah. "Wasa’" = salah satu daerah di Mukhallaf.

Dari keterangan yang saya dapatkan dari kitab Thurfah Al-Ashhab fi Ma'rifah Al-Anshab bahwa para Syarif Alawiyyin keturunan Fatimah Az-Zahra binti Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berasal dari jalur Ali bin Idris bin Ja'far dan bukan dari jalur keturunan Alawi bin Ubaidillah. Apakah memang ada dua sebutan Alawiyyin? Silahkan komentar yang sopan. Wallahu a’lam 

Demikian Asimun Mas'ud At-Tamanmini menyampaikan semoga bermanfaat. Aamiin 

والله الموفق الى أقوم الطريق

Tidak ada komentar:

Posting Komentar