عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: خير ماء على وجه الأرض ماء زمزم، فيه طعام من الطعم، وشفاء من السقم، وشر ماء على وجه الأرض ماء برهوت بقية حضرموت كرجل الجراد من الهوام، يصبح يتدفق، ويمسي لا بلال بها
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sebaik-baik air di muka bumi adalah air Zam-zam, di dalamnya terdapat makanan yang mengenyangkan dan obat penyembuh penyakit. Dan seburuk-buruk air di muka bumi adalah air Barhut yang terletak di Hadhramaut, seperti kaki belalang dari serangga (atau kumpulan belalang), di pagi hari airnya mengalir deras dan di sore hari tidak ada lagi yang tersisa." (HR. Ath-Thabrani)
عن عليٍّ رضي الله عنه قَالَ: «خَيْرُ وَادِيَيْنِ فِي النَّاسِ ذِي مَكَّةُ، وَوَادٍ فِي الْهِنْدِ هَبَطَ بِهِ آدَمُ ﷺ فِيهِ هَذَا الطِّيبُ الَّذِي تَطَّيَّبُونَ بِهِ، وَشَرُّ وَادِيَيْنِ فِي النَّاسِ وَادِي الْأَحْقَافِ، وَوَادٍ بِحَضْرَمَوْتَ يُقَالُ لَهُ: بَرَهَوْتُ، وَخَيْرُ بِئْرٍ فِي النَّاسِ زَمْزَمُ، وَشَرُّ بِئْرٍ فِي النَّاسِ بَلَهَوْتُ، وَهِيَ بِئْرٌ فِي بَرَهَوْتَ تَجْتَمِعُ فِيهِ أَرْوَاحُ الْكُفَّارِ».
Dari Ali radhiyallahu 'anhu, beliau berkata, "Sebaik-baik dua lembah di muka bumi bagi manusia adalah lembah di Mekkah, dan sebuah lembah di India tempat Adam 'alaihissalam diturunkan, di dalamnya terdapat wewangian ini yang kalian pakai untuk berwangi-wangian. Dan seburuk-buruk dua lembah bagi manusia adalah lembah Ahqaf, dan sebuah lembah di Hadhramaut yang disebut Barahut. Dan sebaik-baik sumur bagi manusia adalah (sumur) Zam-zam, dan seburuk-buruk sumur bagi manusia adalah (sumur) Balhut, yaitu sebuah sumur di (lembah) Barhut tempat berkumpulnya arwah orang-orang kafir." (HR. Abdurrazaq)
Sumur ini memiliki kisah. Dalam kitab Irsyadul Ibad dijelaskan bahwa sumur Barhut dijadikan tempat berkumpulnya ruh orang kafir. Dalam kitab tersebut diterangkan adanya seorang kaya yang akan menunaikan ibadah haji. Saat kepergiannya ke Arafah, ia titipkan uang berjumlah 1.000 Dinar kepada seseorang yang terkenal shaleh dan amanah.
Ketika ia pulang dari haji, ia pun bermaksud ingin mengambil kembali uang yang dititipkannya itu. Namun sayangnya, orang saleh tersebut telah meninggal dunia, sedangkan keluarganya tidak ada yang tahu di mana uang itu disimpan.
Si kaya itu pun memutuskan untuk bertanya kepada ulama Makkah. Oleh mereka, ia disarankan ketika tiba tengah malam agar turun ke tepi Sumur Zam-zam dan memanggil nama yang dimaksud. Jika ia ahli surga, maka akan ada jawabannya. Setelah dilakukan, ternyata nihil. Ia pun datang lagi kepada ulama menceritakan hal itu.
Para ulama mengatakan bisa jadi orang itu bukan ahli surga. Lalu mereka menasihatinya agar pergi ke Sumur Barhut yang ada di negeri Yaman. Dikatakan sumur itu adalah tepi jurang neraka. “Di tengah malam, berdirilah di sana dan panggil namanya!” Ia pun pergi ke Yaman dan melaksanakan apa yang dinasihatkan.
Sesampai di sana, ia panggil nama orang yang dimaksud, ternyata ada jawabannya. Setelah ditanyakan, orang yang dikenal shaleh itu pun menerangkan uang ia simpan di dalam tanah di samping rumahnya. “Galilah tanah itu, kau akan menemukan uang tersebut,” katanya.
Si kaya pun bertanya dengan apa yang mengganggu pikirannya, “Mengapa tuan ada di sini, padahal selama ini kami mengenal tuan sebagai orang shaleh?”
Ia pun berkata, “Aku mempunyai seorang saudara perempuan yang fakir. Aku menjauhinya dan tidak menaruh belas kasihan kepadanya. Maka Allah menghukumku dan merendahkan kedudukanku seperti ini.”
Dalam hal ini sesuai dengan hadist shahih Rasulullah yang berbunyi,
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّ أُمَّتِى يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ، إِلاَّ مَنْ أَبَى. قَالُوْا يَا رَسُوْلَ اللهِ وَمَنْ يَأْبَى قَالَ مَنْ أَطَاعَنِى دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِى فَقَدْ أَبَى
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW. bersabda, "Setiap umatku masuk surga kecuali yang enggan, Para sahabat bertanya : Wahai Rasulullah, lantas siapa yang enggan ? Nabi menjawab : Siapa yang taat kepadaku masuk surga dan siapa yang membangkang aku berarti ia enggan." (HR Bukhari no . 7280)
Kisah di atas adalah ganjaran akibat memutuskn tali silaturahim. Meskipun Anda rajin beribadah, maka jika memutuskan dan tidak peduli dengan saudara, maka akan termasuk orang-orang yang kafir.
Menurut warga Hadhramaut, sumur Barhut berada di lembah Barhut, bersebelahan langsung dengan lembah makam Nabi Hud, di Provinsi Hadhramaut, Yaman. Meski bersebelahan, akses jalan menuju sumur ini tidak beraspal, karena para ulama dan habib di Yaman sangat tidak menganjurkankan siapapun berkunjung ke sumur itu.
Semoga kita dan seluruh keluarga kita selalu bertakwa kepada Allah, selalu taat kepada Rasulullah, semoga kita menjadi ahli Surga. Aamiin
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar