MEDIA ONLINE RESMI MAJELIS WAKIL CABANG (WCNU)NU KECAMATAN CIPAYUNG KOTA ADMINISTRASI JAKARTA TIMUR

Kamis, 08 Oktober 2026

EDISI KHUTBAH JUM'AT (Keimanan Itu Tentang Sabar & Syukur)

*Khutbah Pertama*

‎اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُّبَارَكًا فِيْهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَاهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

‎أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ:

‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

*Ma’asyiral muslimin rahimakumullah*

Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya, kita harus memahami bahwa syukur dan sabar adalah dua pilar utama penopang keimanan dan sumber ketenangan hidup bagi setiap Muslim. 

Sementara ketaqwaan tidak hanya terwujud dalam ritual ibadah saja tetapi harus diwujudkan dalam keseharian kita, mulai dari bertutur kata, bersikap dan memperlakukan orang lain. 

*Ma’asyiral muslimin rahimakumullah*

Di dalam Al-Qur'an surat Lukman yang terdiri dari 34 ayat terdapat 8 nasehat Luqmanul Hakim kepada anaknya dari mulai ayat 12 - 19 dan dua diantaranya adalah wasiat syukur dan sabar. Sebagaimana firman Allah Ta'ala, 

وَلَقَدۡ اٰتَيۡنَا لُقۡمٰنَ الۡحِكۡمَةَ اَنِ اشۡكُرۡ لِلّٰهِ‌ؕ وَمَنۡ يَّشۡكُرۡ فَاِنَّمَا يَشۡكُرُ لِنَفۡسِهٖ‌ۚ وَمَنۡ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِىٌّ حَمِيۡدٌ‏

Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu, "Bersyukurlah kepada Allah! Dan barangsiapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji." (QS. Luqman : 12)

Sementara wasiat Luqmanul Hakim tentang kesabaran sebagaimana firman Allah, 

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

"Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)." (QS. Luqman : 17)

*Ma’asyiral muslimin rahimakumullah*

Lantas bagaimana cara ideal seorang mukmin menjadi pribadi yang bersyukur dan bersabar? Jawabnya adalah memahami bahwa secara naluriah manusia itu memiliki sifat serakah dan suka mengeluh sebagaimana firman Allah Ta'ala, 

إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا (19) إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا (20) وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا (21)

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan (harta) ia amat kikir.” (QS. Al-Ma’arij: 19-21)

Dalam ayat ini dijelaskan bahwa manusia ketika diuji dengan kesusahan dia mengeluh dan jika diuji dengan nikmat dia kikir. 

Selama ini kita memahami bahwa syukur itu terkait dengan nikmat yang di dapat padahal bersyukur harus dalam setiap keadaan. Sementara ujian kaitannya dengan musibah dan kesusahan, padahal ujian itu bisa berupa kesenangan juga bisa berupa kesusahan. Sebagaimana firman Allah Ta'ala,

فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ (15) وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ (16) كَلَّا بَلْ لَا تُكْرِمُونَ الْيَتِيمَ (17) وَلَا تَحَاضُّونَ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ (18)

"Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya, lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata, "Tuhanku telah memuliakanku.” Adapun bila Tuhannya mengujinya, lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, "Tuhanku menghinakanku.” Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim, dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin." (QS. Al-Fajr : 15-18)

*Ma’asyiral muslimin rahimakumullah*

Singkatnya, keimanan dan ketaqwaan harus diwujudkan dalam bentuk kesabaran dan rasa syukur dalam bentuk kepedulian kita atas kehidupan orang lain. Sehingga kita mendapatkan kemuliaan dan kesenangan serta kemudahan rizki dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Aamiin 

بارَكَ لي ولَكمْ في القُرْآنِ العَظِيمِ، ونَفَعني وإيّاكم بما فيهِ مِنْ الآياتِ والذّكرِ الحكيمِ، أَقُولُ قَوْلي هذا وأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ العَظِيمَ لي ولَكمْ ولسائرِ المُسْلِمينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فاستغفروهُ إنّهُ هُو الغَفُورُ الرّحيمُ.

*Khutbah Kedua*

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللّٰهَ تَعَالَى حَقَّ تُقَاتِهِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ السَّعَادَةَ الحَقِيقِيَّةَ تَنْطَوِي بَيْنَ جَانِبَيْ الشُّكْرِ وَالصَّبْرِ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الصَّابِرِينَ الصَّادِقِينَ، وَالشَّاكِرِينَ لِنِعْمَائِكَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ. وَأَقِمِ الصَّلَاة...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar